
Mereka masih diam. Tiara tidak mengerti mengapa papahnya Adrian harus memberikan ancaman semacam itu. Kalau dia tidak mau menikah, Adrian harus mau dijodohkan.
Tiara masih harus menyelesaikan kuliahnya begitu juga Adrian, kenapa orang tua Adrian tiba-tiba menginginkan mereka berdua untuk menikah? Pakai acara ngancam segala lagi.
Jadi, Adrian jauh-jauh dari London bukan karena ulang tahunnya? Tapi ingin menegaskan tentang hubungan kami.
" Kalau menurut kamu sendiri bagaimana? Kamu siap untuk menikah? Kita berdua sedang sibuk dalam mengurus skripsi kelulusan kita, masalah pernikahan ini juga sangat mendadak bagiku," ucap Tiara pelan.
" Aku sudah mengatakan hal yang sama pada mereka,tapi mereka gak perduli. Mereka ingin kita menikah dalam tahun ini," demi mendengar itu Tiara terperanjat.
" Tahun ini? Wow!! Cepat sekali, sayang! Kalau kamu sendiri, memang sudah siap untuk menikah?"Tiara menggelayut manja di bahu Adrian, tiga tahun dia merindukan kekasihnya tapi begitu datang malah pasang muka cemberut begitu.
" Saya siap menikahi kamu kapan saja, asal kamu siap. Hanya saja, saya juga memikirkan dengan kuliah kamu. Apa kamu tidak keberatan, kalau pindah kuliahmu ke London? Disana kita akan memulai kehidupan kita yang baru," pinta Adrian.
" Tapi sayang, mamahku hanya sendiri disini, saya gak tega meninggalkan mamah sendiri. Untuk masalah kepindahan sekolah juga agak riskan. Karena sekarang saya lagi persiapan untuk skripsi," terang Tiara agak berat hati.
" Apa kamu marah, kalau aku menikahi wanita pilihan orang tuaku?" tanya Adrian
' Pertanyaan macam apa itu? Hati wanita manakah, yang setuju apabila kekasih hatinya menikah dengan wanita lain?' bathin tiara gelisah.
" Semua keputusan aku berikan kepadamu. Aku manut. Kalau kamu memutuskan untuk menikah sekarang atau besok, aku akan menurut. Kalau kamu memutuskan untuk menikahi wanita pilihan orang tua kamu juga, aku pasrah, itu artinya mungkin kita tidak berjodoh." Tiara menerawang jauh ke depan.
Perjalanan kisah cinta mereka berdua bisa di bilang cukup singkat, walau lama kenal sebagai sahabat, namun sebagai pasangan bisa dikatakan sangatlah singkat.
Setelah mereka memutuskan untuk menjalani hubungan, Adrian pergi ke London untuk melanjutkan study. Hanya berhubung lewat chat dan video call. Kalau mereka tidak sibuk dengan kuliah dan tugas kampus.
__ADS_1
" Katakanlah, apa kamu mencintaiku?" tanya Adrian serius. Tiara mengangguk pelan.
"Mari kita temui Kak Dika. Kita diskusikan masalah ini bersama," akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Dan kembali ke rumah Dika.
Semua keluarga masih kumpul disana, setelah acara ulang tahun Tiara barusan. Dika menyambut kedatangan mereka dengan suka cita, dan mempersilahkan mereka untuk duduk.
Risma sudah menyampaikan masalah Adrian, karena kemarin papahnya sudah menyampaikan kepadanya, bahwa Tante dan Om nya Risma, orang tuany Adrian menginginkan agar mereka menikah secepatnya. Mereka merasa iri kepada papahnya yang sudah mempunyai menantu dan cucu.
" Adrian dan Tiara, katakan apa masalah kalian? Kita berusaha untuk mendapatkan jalan keluar yang baik," Dika memulai diskusi .
"Kak Dika, orang tua saya menginginkan kami untuk menikah secepatnya, kalau bisa dalam tahun ini," Adrian nampak tenang namun di matanya Dika bisa melihat keraguan.
" Kalau menurut kamu sendiri bagaimana? Kamu siap atau tidak untuk menjadi seorang suami? Karena nantinya yang akan menjalani pernikahan ini adalah kalian berdua, bukan orang tua ataupun kami," ucap Dika lagi, tak hentinya menatap dan menyusuri tatapan Adrian, mencari keyakinan di mata kekasih sang adik, calon imam adik tersayangnya.
" Kak Dika, di London saya sudah membuka usaha kecil, milik saya pribadi, nanti bisa dikelola oleh Tiara untuk sekedar mengisi waktu dan membunuh ke bosanan. Saya pribadi di minta papah untuk melanjutkan mengelola rumah sakit keluarga di London setelah lulus nanti." terang Adrian dengan mantap.
" Kalau Tiara siap, dan keluarga disini mengijinkan saya untuk memboyong Tiara ke London, saya siap menikahi dia kapanpun," jawab Adrian mantap.
" Kamu bagaimana Tiara?" kali ini mamah yang bertanya kepada Tiara sembari menggenggam tangan Tiara.
" Aku mencintai Adrian mah, Aku siap mengikutinya kemanapun, asal dia halal bagi ku" demi mendengar jawaban Tiara, Dika merasa bahagia dan mantap.
" Baiklah, sampaikan pada orang tua kamu, siapkan upacara lamaran, dan tentukan tanggal pernikahan kalian," Dika mengambil keputusan dengan mantap.
Adrian merasa bahagia sekali. Masalah pernikahan sudah beres, Tinggal menelpon keluarga dia untuk siap- siap melakukan lamaran resmi kepada Tiara.
__ADS_1
Mamah Tiara juga sudah setuju dan itu artinya Tiara akan menjadi istrinya. Ada masa dimana Adrian sangat rindu sama Tiara di London dan hanya mampu mengobati lewat video call.
Rasa cinta Adrian tidak pernah luntur untuk Tiara. Banyak wanita yang mengejar Adrian di kampus dia, atau di tempat usaha dia. Namun Adrian menolah mereka dengan halus.
Mengatakan bahwa dia sudah punya calon istri, membuat kecewa mereka. Tapi Adrian tidak perduli sama sekali.
Baginya Tiara sudah cukup, setiap hari chat dan Video call itu lebih dari cukup buat Adrian. Tiara adalah wanita yang baik budi dan juga sangat mandiri.
Walau kakaknya tergolong orang kaya, namun Tiara sangat sederhana dalam segala hal. Hal itu yang membuat Adrian sangat sulit untuk menolak pesona Tiara.
Malam itu mereka memutuskan makan malam bersama di salah sagu restoran milik Pak Suryo. Tiara sangat cantik dengan gaun hitamnya. kulit dia yang putih mulus membuat Tiara bersinar dan sangat cantik.
Tak bosan rasanya Adrian menatap kekasih hatinya, Tiara yang merasa bahwa Adrian terus menatap ke arah dia, manjadi salah tingkah. Sehingga hanya mampu menunduk dan Adrian mendekati Tiara.
Adrian membungkuk di hadapan Tiara, dengan sebuah cincin berlian di tangan dia.
" Menikahlah denganku. Dan jadilah ibu untuk anak-anak kita," Tiara yang terkejut tidak bisa berkata-kata.
Tiara hanya mengangguk dan menunjukkan jarinya. Adrian menyematkan cincin itu dan mencium tangan Tiara.
"Terima kasih sayang, aku janji akan berusaha sebaiknya untuk membahagiakan kamu dan memberikan kehidupan yang layak bagi anak-anak kita, " Tiara sangat bahagia malam itu dengan lamaran dari Adrian.
Setelah makan malam romantis usai, Adrian membawa Tiara ke suatu tempat romantis, saat dulu pertama kalu dirinya menyatakan cinta kepada Tiara .
" Wah, kamu masih ingat tempat ini. Lama sekali saya tidak berkunjung ke sini, sejak kelulusan kita. Sibuk sekali dengan rutinitas dan kegiatan di kampus" Tiara tampak mengenang masa indah SMA dahulu.
__ADS_1
Saat dimana dia selalu menjadi bahan gosip semua warga sekolah kalau dia adalah kekasih Adrian. Padahal Adrian tidak pernah mengatakan perasaan dia waktu itu.
Adrian mengungkapkan perasaan cintanya di malam perpisahan sekolah waktu itu. Hati Tiara sangat bahagia . "Terima kasih sudah membawa saya kemari," Adrian mengangguk bahagia, dan karena malam semakin larut, mereka memutuskan untuk pulang.