Sejarah Kelam

Sejarah Kelam
27. Adrian


__ADS_3

Setelah mengadakan diskusi tentang pernikahan mereka, akhirnya Adrian segera menghubungi keluarganya di London.


" Mereka setuju Pah untuk mempercepat pernikahan kami. Kak Dika meminta pihak kita untuk mengajukan lamaran secara resmi dan menentukan tanggal pernikahan," Adrian menyampaikan hasil dari diskusi bersama keluarga Tiara.


Adrian sangat mencintai Tiara, sejak masih di bangku SMP. Walaupun dia melanjutkan kuliah di London, dan bertemu banyak gadis cantik dan pintar di sana, namun tidak ada satu orangpun yang sanggup menggantikan posisi Tiara di hati dia.


Adrian merasa bahagia sekali, akhirnya hanya dalam menghitung hari. Tiara wanita yang dia cintai akan menjadi tunangan dia. Adrian sangat mencintai Tiara, dan selalu berdoa agar Tiaralah wanita yang akan menjadi ibu bagi anak-anaknya kelak.

__ADS_1


" Apa?" wajah Adrian tampak tegang ketika mendengar Risma mengatakan bahwa Tiara hilang. Sudah sejak kemarin siang.


" Kenapa baru memberi tahukan hal ini ke padaku? ini hal yang sangat penting. Kenapa kamu ceroboh sekali Risma?" protes Adrian dan segera melarikan mobilnya ke rumah Dika dengan tergesa-gesa.


Sesampainya di rumah Dika, Adrian langsung marah kepada Risma. " Kenapa hal sepenting ini,saya baru dikabarin? kapan Tiara menghilang?" Adrian masih belum bisa menahan emosi yang membuncah di dadanya. Saat mendengar calon istrinya menghilang.


" Kemarin Asad menelpon Tiara, mengajak mengurus masalah ijin cuti. Tapi sampai tengah malam belum juga kembali. Kami mencoba menghubungi nomor ke duanya tapi semua non aktif. Mas Dika sudah ada menelpon polisi, tapi polisi bilang harus menunggu 24 jam baru bisa menproses untuk pencarian Tiara," Risma mencoba menjelaskan duduknya perkara.

__ADS_1


Asad segera menelpon satuan keamanan perusahaan ayahnya. Untuk mencari segera keberadaan Asad dan Tiara.


" Sekretaris Burhan, tolong kerahkan semua untuk mencari Tiara dan Asad. Fokuskan pencarian ke daerah Bandung, karena saya tahu Asad punya banyak proferty atas nama dia. Cek semua atas nama Asad. Datangi semua unit usaha milik Asad pribadi atau milik keluarga Mahardika." Perintah Adrian ke pada sekretaris Burhan, yang sebetulnya masih tergolong saudara jauh Adrian.


" Adrian, akan mencari mereka sampai dapat. Jangan khawatir. Sebentar, aku hubungi keluargaku di London dulu untuk menunda lamaran sampai Tiara di temukan kembali," Adrian menelpon keluarga, mereka sangat terkejut mendengar Asad keponakan mereka melarikan Tiara, calon menantu mereka.


" Tolong batalkan dulu semua persiapan lamaran dan pernikahan, kita tunggu sampai bisa menemukan Tiara. Baik mah, Adrian pasti bisa menemukan keberadaan mereka, dan membawa menantu mamah kembali. Mamah jangan kawatir. Doakan semua yang terbaik. Jaga kesehatan mamah dan papah," Adrian menutup telpon dan melihat kembali ke arah Risma dan Dika yang melihat betapa gelisah Adrian karena menghilangnya Tiara.

__ADS_1


" Duduklah Adrian, Dika sudah mengerahkan semua anak buahku juga untuk mencari mereka berdua. Tapi Asad tampaknya sudah merencanakan semuanya dengan matang. Handphone mereka semua mati. Jadi kami tidak bisa melacak mereka menggunakan GPS. Asad juga tidak menggunakan kartunya dalam transaksi keuangan dia, jadi kita tidak bisa mendeteksi keberadaan mereka lewat itu juga," Dika tampak sangat stress dengan menghilangnya Tiara. Dika belum berani menyampaikan kepada mamahnya, bahwa Tiara menghilang.


Saat bertanya di mana Tiara, Dika hanya mengatakan bahwa Tiara ada bersamanya. Memohon ijin untuk menginap selama beberapa hari bersama Bintang keponakan dia. Mamah Susan tidak ada rasa curiga karena memang biasa Tiara menginap di rumah Dika. Dengan alasan kangen sama Bintang, keponakannya yang mengucapkan. Walaupun alasan yang sebenarnya adalah dia kesepian di rumah. Di rumah Dika, dia bisa bertemu dengan Risma, Bintang dan juga Dika. Suasana ramai dan membuat dia merasa bahagia.


__ADS_2