
Dika berdiri ketika melihat Risma datang dan menghampirinya, "Maaf ya, Mas Dika! Karena sudah merepotkan. Papah saya tiba-tiba saja sakit, dan dia minta saya menunggunya. Dokter keluarga kami sedang dalam perjalanan ke sini, bisa kita menunggu sebentar?" Risma mencoba memberi penjelasan atas situasi yang terjadi saat ini.
"Jangan khawatir! Saya bisa menunggu disini, itung-itung istirahat saja, tidak masalah!" Dika tersenyum, membuat jantung Risma tidak mampu di kondisikan lagi,"Aduh.. Mas Dika sweet banget deh senyumnya!" kata hati Risma. Tetapi Risma tidak berani mengatakannya, karena Risma merasa yakin kalau Dika yang sudah lama dia puja itu mencintai Sania, sahabatnya.
Tak lama, terdengar suara mobil di luar kediaman Risma, Risma pun segera beranjak keluar untuk menyambut tamu yang datang.
"Sebentar ya, Mas Dika! Kelihatannya Dokter Danu yang datang!" dari dalam kamar keluar wajah yang tak asing bagi Dika, sekretaris Burhan. Dika lumayan terkejut saat itu, dia bangkit dan menyalami sekretaris tua itu, namun masih memperhatikan soal penampilannya, dia masih terlihat tampan dan elegan.
"Oh.. Pak Dika ada di sini juga? Apa kabar Pak?? Lama tidak berjumpa. Bagaimana kabar proyek resort kita yang di Samarinda???" tanya sekretaris Burhan dengan antusias.
" Alhamdulillah baik Pak! Oh ya, bagaimana bapak ada di sini?? Ada apa ini?" tanya Dika agak heran. Sepertinya Dika belum tahu kalau Risma adalah putri dari pak Suryo, CEO PT Metro Sentosa Abadi, rekan bisnisnya.
" Pak Suryo sekarang sakit, dia masih belum siuman. Saya tidak berani membawa dia ke rumah sakit karena beliau minta untuk di rawat di rumah saja!" terang sekretaris Burhan.
" Apakah Pak Suryo adalah ayah dari Risma?" tanya Dika penasaran. Saat melihat Sekretaris Burhan mengangguk, seketika Dika merasa lemas tubuhnya.
' Ohhh Tuhanku! Apa itu artinya kalau proyek kerjasama kami gagal atau tidak selesai sesuai waktu dalam kesepakatan, saya harus menikah sama dia?' bathin Dika tak percaya.
"Mari Dokter Danu. Papahku sudah dua jam tak sadarkan diri. Sebelum pingsan Papa melarang Risma untuk bawa ke rumah sakit, makanya Risma bingung!" Risma mengantar Dokter Danu yang sudah hampir dua tahun ini menjadi Dokter keluarga mereka.
__ADS_1
Dokter Danu adalah anak dokter Rasya, dokter keluarga Risma yang sebelumnya. Tapi sekarang beliau dan istrinya menetap di Singapore. Makanya sekarang Dokter Danu yang menggantikan posisi Dokter Rasya sebagai dokter keluarga nya.
" Tenanglah! Om Suryo pasti baik baik saja. Terakhir saya periksa beliau hanya kelelahan saja. Apa kamu sudah memikirkan permintaan Om Suryo untuk menggantikan posisi dia di perusahaan keluarga kalian?" tanya Dokter Danu sambil berjalan beriringan dengan Risma ke kamar Pak Suryo.
Dika mengikuti mereka semua yang berjalan menuju kamar Pak Suryo. Rumah Risma sungguh mewah namun nampak elegan bagi Dika.
Sepanjang perjalanan Dika melihat banyak foto Risma bersama sang ayah yang sangat cantik, terlihat ayah dan anak itu saling menyayangi.
Jarang Dika melihat anak seorang konglomerat dekat dengan ayahnya. Kebanyakan dari mereka pasti jauh dari kasih sayang orang tua, dan menjadi anak nakal.
Tapi sepengatahuan Dika, Risma adalah gadis yang baik dan bersahabat dengan baik bersama adiknya. Sudah hampir enam tahun Dika mengenal sosok Risma, dia sangat sederhana dan tidak memberikan kesan sebagai orang kaya yang manja dan urakan.
" Ujian belum selesai dokter. Setelah ujian saya akan memikirkan masalah itu, tapi yang penting sekarang adalah kesehatan papah!" Risma membukakan pintu kamar ayahnya. Tampak sekretaris Han membimbing ayahnya yang nampaknya baru siuman dari pingsan.
Dika tampak terharu saat melihat pancaran kasih sayang yang terlihat di mata Risma, entah kenapa, ada sebersit rasa sejuk di hati Dika.
" Bagaimana perasaan om?" tanya dokter Danu sambil memeriksa keadaan Pak Suryo
" Saya baik Dokter. Saya tadi hanya merasa sangat lelah sekali dan tidak sadarkan diri. Untung saja Sekretaris Han belum pulang!" saat melihat Dika ada di kamarnya juga Pak Suryo tampak sangat terkejut sekaligus senang, Pak Suryo melambaikan tangan ke arah Dika dan meminta Dika untuk mendekat padanya.
__ADS_1
" Pak Dika, kemarilah! Ada hal yang ingin saya sampaikan!" Dika mendekat dan duduk di kursi yang tadi ditempati oleh Dokter Danu. Dika melihat ada kesedihan di mata Pak Suryo, entahlah, atau itu hanya perasaan Dika saja?
" Pak Dika. Hari ini adalah hari peringatan kematian istri saya. Ibundanya Risma. Makanya hari ini saya sangat emosional dan lelah secara lahir dan bathin." ujar pak Suryo secara pelan namun jelas di dengarkan oleh semua orang yang hadir disana.
"Papah! Tolong jangan terlalu bersedih. Risma disini bersama papah," Risma memeluk sang papah dengan kasih sayang.
" Sayang! Papah tahu kamu sayang sama papah. Bisakah kalian berdua berjanji satu hal sama papah kamu yang sudah tua ini?? Risma dan Pak Dika?" Dika terkejut saat namanya disebutkan oleh Pak Suryo.
" Saya akan membantu semampu saya Pak," janji Dika dan Pak Suryo bahagia mendengar janji Dika tersebut.
" Pak Dika. Maukah Pak Dika berjanji untuk menikah dengan putri saya, Risma? Tolong saya Pak. Agar beban di hati saya ini berkurang sedikit. Sejujurnya saya sangat takut meninggal kan dia sendiri di dunia ini. Sementara kesehatan saya setiap hari terus menurun", Dika terkejut saat mendengarkan apa yang Pak Suryo sampaikan
" Yang penting adalah kesembuhan bapak. Untuk urusan lain-lainnya bisa kita bicarakan kemudian," ujar Dika masih berusaha tenang
Bagaimana masalah pernikahan bisa semudah itu? Apalagi selama ini dihatinya telah tersemat dengan satu nama, Sania! Sudah lama Dika memendam perasaan cinta untuk gadis itu, tapi Dika merasa takut untuk memaksakan perasaannya kepada gadis itu.
" Bagi saya masalah pernikahan Risma adalah hal yang sangat penting Pak Dika. Tolong berjanjilah bapak akan menikah dengan Risma!" saat mendengar permohonan tulus dari seorang ayah yang tengah menderita kesedihan itu, hati Dika terenyuh, namun hanya bisa mengangguk saja.
Sementara itu dokter Danu hanya bisa terdiam mendengar permintaan Pak Suryo agar Dika menikahi Risma, ada perasaan sakit yang tiba-tiba saja menghantam hati dokter Danu.
__ADS_1
Entah sejak kapan dokter Danu mempunyai persaan cinta untuk Risma dia sendiri tidak mengetahuinya.
" Kenapa rasanya sakit sekali yah? Saat aku mendengar Pak Suryo meminta laki laki lain untuk menikahi Risma? Sejak kapan aku mencintai Risma?' kata hati dokter Danu yang merasa cemburu dan sakit hati saat mengetahui tentang rencana pernikahan Risma dan Dika yang saat ini sedang diminta oleh Pak Suryo.