
Mereka akhirnya memutuskan untuk bertemu kembali di sebuah cafe milik keluarga Risma. Walaupun Risma berasal dari keluarga kaya raya, yang memiliki banyak usaha di Jakarta. Namun Risma selalu bersahaja dan sederhana di hadapan semua sahabatnya.
Risma tidak pernah memandang rendah siapapun. Sania adalah putri mantan supir ayahnya, karena menderita sakit jantung akhirnya ayahnya mengundurkan diri.
Pak Suryo yang baik hati, memberikan jaminan bahwa dia akan memberikan beasiswa bagi Sania kuliah nanti. Sehingga Sania bisa meraih impian dia untuk menjadi seseorang guru.
Sejak kecil Sania dan Risma adalah sahabat. Selalu satu sekolah. Pak Suryo yang membiayai semuanya. Dengan gaji papah Sania sebagai seseorang supir, tidak mungkin akan mampu membayar biaya sekolah di sekolah itu. Sekolah anak para pengusaha besar, para pejabat dan petinggi negara.
Walaupun tahu bahwa semua memang tidak selalu sejalan dengan apa yang kita kehendaki namun kita sebagai seorang hamba, wajib untuk tetap berjuang dan berusaha.
" Setelah ini, kalian mau kemana?" Tanya Risma kepada semua sahabatnya.
" Ingat ya! Jangan sampai lost contact. Kita punya perjanjian untuk tidak akan berpisah, tetapi memang kita juga akan sulit untuk mempraktekan itu sekarang. Karena kita sudah dewasa dan pasti semakin banyak kesibukan dan keharusan meraih impian kita!" Risma menatap semua sahabatnya dengan perasaan nano-nano.
" Aku akan melanjutkan sekolahku di London, karena orang tuaku juga berada disana sekarang, mengurus rumah sakit milik kami. Aku pasti akan sering menghubungi kalian. Kita bisa melakukan video call dalam group kita, jadi jangan terlalu khawatir." Adrian menatap Tiara yang duduk tepat di hadapannya.
" Jaga hati kamu di sana, awas jangan oleng. Kalau tidak, Tiara akan menikah sama orang lain!" itu adalah Risma, yang memberikan peringatan kepada Adrian sepupunya yang super keren dan tajir.
Risma belum memberi tahu Tiara, masalah pernikahannya dengan Kak Dika. 'Biarlah itu menjadi urusan kak Dika!' bathin Risma.
" Jangan khawatir nona cantik! Aku pasti bisa menjaga hati ini hanya untuk menjadi milikmu seorang," janji Adrian sembari tersenyum menatap mata Tiara. Tiara tersipu malu demi mendengar apa yang Adrian janjikan itu.
" Tiara juga harus janji, jaga hati Tiara hanya untuk Adrian, ok?" Tiara mengangguk pasti.
" Jangan khawatir Adrian. Kami pasti akan membantumu untuk menjaga Tiara. Kau bisa sekolah dengan tenang di sana," ucap Asad sambil menepuk bahu Adrian yang tersenyum kepadanya karena merasa berterima kasih kepada sepupunya yang mau menjaga kekasihnya selama dia kuliah di luar negeri.
__ADS_1
Adrian tahu bahwa Asad juga memiliki ketertarikan terhadap Tiara sebagai seorang wanita. Akan tetapi dia percaya bahwa Tiara pasti bisa menjaga hatinya selama dirinya pergi dari Indonesia.
" Tenang saja kami pasti akan membantumu untuk mengawasi Tiara." Sania juga tidak mau kalah untuk memberikan jaminan kepada Adrian bahwa Tiara akan aman selama kepergiannya.
Mereka semua begitu bahagia dengan acara perpisahan yang kembali mereka gelar di cafe milik keluarga Risma.
Karena waktu sudah sangat malam, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Dika datang dengan menggunakan mobilnya untuk menjemput Tiara. Sania ikut bergabung dengan Tiara masuk ke dalam mobil Dika.
Risma merasa hatinya begitu cemburu melihat saniah dengan begitu percaya diri duduk di samping Dika.
Akan tetapi Risma berusaha untuk menguatkan hatinya agar tidak membuka rencana tentang pernikahannya bersama Dika kepada teman-temannya yang lain.
Dika hanya melihat Risma yang kemudian masuk ke dalam mobilnya sendiri karena sopir keluarganya sudah menjemputnya.
" Risma pasti marah sekali gara-gara Sania yang masuk ke dalam mobilku," Dika kemudian masuk ke dalam mobil dan menyetir dengan tenang.
Sania merasa bahagia sekali karena Dika telah jemputnya malam ini. Perasaan Sania berbunga-bunga dan sangat bahagia.
Tiara yang duduk di belakang merasakan aura tidak nyaman di antara mereka berdua.
' Tumben sekali Kak Dika diam saja ketika bersama dengan Sania. Apakah ada sesuatu yang tidak aku ketahui?' bathin Tiara merasakan sesuatu yang ganjil kepada kakaknya yang selama ini Tiara tahu begitu menggilai Sania seperti orang yang kena genta dan pelet saja.
" Sania, setelah ini kau akan kuliah di mana?" tanya Tiara kepo.
__ADS_1
Sejujurnya Tiara memang merasa tidak nyaman dengan keadaan diam seperti itu. Dengan suasana yang begitu dingin dan mencekam begitu.
" Entahlah Tiara. Aku sampai saat ini masih browsing dan mencari tempat kuliah yang bagus. Bagaimana dengan Tiara? Apa kau sudah memutuskan tempatmu menimba ilmu suatu saat nanti?" tanya Sania sambil melirik ke arah Dika yang sampai saat ini masih fokus menyetir dan tidak ada niat untuk ikut nimrung dengan pembicaraan para gadis.
Sania sebenarnya merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh Andika yang terus terjadi yang dan tidak mengatakan apapun.
" Mas Dika sakit atau gimana?" tanya Sania sambil menyentuh telapak tangan Andika. Akan tetapi jika langsung menarik tangannya dari Sania.
Sania mengerutkan keningnya karena merasa heran dan aneh dengan apa yang dilakukan oleh Dika kepadanya.
Sania merasakan bahwa akhir-akhir ini jika memang terlihat begitu aneh dan sangat ganjil di hatinya.
' Apakah Mas Dika sudah tidak mencintai lagi? Aku perhatikan dia sekarang lebih banyak menghindariku. Apa aku telah melakukan kesalahan yang membuat dia merasa tidak bahagia?' bathin Sania sambil melirik ke arah Dika yang terlihat gugup.
" Mas Dika antarkan dulu Tiara ke rumah setelah itu baru Mas Dika antarkan Sania ke rumah dia," Dika hanya mengangguk pelan dan tidak mengatakan hal yang lainnya.
' Apakah Risma akan salah paham dengan kejadian malam ini? Akan gawat kalau sampai Risma nanti jadinya marah kemudian mengadukannya kepada Pak Suryo. Bisa tamat riwayatku nanti!' bathin Dika merasa frustasi.
Tiba-tiba saja Dika merasa menyesal karena malam ini dia menjemput adiknya di cafe milik keluarganya Risma. Seharusnya tadi dia meminta kepada Tiara untuk pulang dengan menggunakan taksi saja atau meminta di antarkan oleh Adrian saja yang katanya sudah resmi menjadi kekasih adiknya.
Adrian tadi pergi bersama dengan para laki-laki yang lainnya untuk melanjutkan pesta perpisahan mereka di sebuah bar yang buka 24 jam. Mereka melakukan pesta perpisahan karena mengingat Adrian yang akan segera berangkat ke luar negeri untuk belajar di sana.
Setelah mengantarkan Tiara ke rumah, Adrian pun langsung mengantarkan Sania ke rumah gadis itu tanpa banyak ribut.
" Apakah Kak Dika marah pada Sania?" tanya Sania dengan suara bergetar.
__ADS_1
" Masuklah ke rumah kamu. Karena saya harus segera pulang. Besok pagi-pagi saya ada rapat penting di kantor!" ucap Dika dengan datar.
Setelah Sania keluar dari mobilnya, Dika pun langsung Melarikan mobilnya menuju kediamannya sendiri yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Sania.