
Asad sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Dia sudah menarik uang tunai lebih dari lima ratus juta dari rekening pribadinya. Asad tidak mau meninggalkan jejak apapun. Makanya dia menggunakan cash untuk semua transaksi keuangannya.
Saat Tiara membuka matanya, mereka sudah ada di Bandung. Apartemen rahasia Asad, kalau lari dari keluarga dia. Tidak ada yang tahu keberadaan Apartemen itu di antara keluarga dia. Asad mengganti nomor telponnya. Membuang handphone Tiara di jalan saat mereka masih di Jakarta.
Tiara bingung kenapa saat membuka mata, dia ada di tempat asing. Di sana Asad tampak tertidur dengan nyenyaknya. Saat akan bangun, Asad bangun dan terkejut saat Tiara akan keluar dari kamarnya.
"Kamu mau kemana?" tanya Asad masih tampak kelelahan. Tiara menatap Asad yang masih lelah sekali.
" Aku lapar, mau mencari makanan," jawab Tiara pelan, Tiara masih belum sadar,bahwa dia kini menjadi korban penculikan Asad.
"Baiklah, sebentar, kamu duduklah disana, aku akan ambilkan makanan buat kamu," Tiara mengangguk senang. Lalu membaringkan tubuhnya kembali ke kasur, karena lelah sekali rasanya hari ini.
Tiara masih bingung, dimana dia sekarang. Dan kenapa Asad juga sekamar dengan dia. Asad mengetuk pintu dan membawakan makanan hangat sehingga Tiara merasa sangat senang, masakan Asad sangat lezat.
" Wah, kamu pandai memasak juga." puji Tiara
" Makan dengan tenang, tidak akan ada yang mencuri makanan kamu," ucap Asad sambil mengacak rambut Tiara. Tiara hanya tersenyum. Tiara tahu, Asad sangat perhatian kepada dirinya.
" Aku sangat lapar, dimana kita sekarang?" tanya Tiara sambil tetap konsen dengan makanannya. Asad menatap Tiara dengan lekat dan menyelidiki apa yang dia pikirkan.
" Di Bandung!" jawab Asad kemudian
" Di Bandung? Ngapain kamu bawa aku ke Bandung?" tanya Tiara dengan polos, padahal di hatimu bergemuruh keras. Tiara berusaha sangat keras untuk tetap terlihat tenang.
" Makanlah makanan kamu sampai selesai, kita bicara kemudian," Asad menyalakan televisi dan membiarkan Tiara sendiri.
__ADS_1
Asad merasa bahagia karena Tiara memakan masakan dia dengan lahap dan tampak bahagia. Setelah selesai, Asad membereskan semuanya ke dapur.
Tiara keluar dari kamar, dan melihat Asad yang tengah sibuk mencuci piring, Tiara berinisiatif untuk membantu. Asad merasa senang melihat Tiara mencuci piring. Asad memeluk Tiara dari belakang, Tiara merasa terkejut dengan apa yang Asad lakukan.
" Please biarkan seperti ini sebentar saja," Pinta Asad memohon. Tiara akhirnya diam saja saat Asad memeluknya dari belakang, dan tetap melanjutkan kegiatan mencuci piring. Setelah selesai, Asad menggendong Tiara ke kamarnya.
Tiara masih bingung dengan semua yang terjadi saat ini. Semua perlakuan Asad padanya tidak seperti kepada seseorang teman, tapi pada seorang kekasih lebih tepatnya kepada seseorang istri.
" Bisa tolong jelaskan padaku, apa yang terjadi sekarang?" pinta Tiara dengan menatap tajam ke arah Asad yang kini duduk di sampingnya.
" Tiara, aku ingin kita menikah. Bisakah?" tanya Asad mantap. Demi mendengar apa yang Asad katakan, Tiara merasa terkejut.
" Apa kamu gila? Aku adalah calon istri sepupu kamu, Adrian. Dalam minggu ini keluarga Adrian akan melamarku dan kemudian menikahiku," jelas Tiara
" Aku memang gila Tiara! Gila karena tidak rela kamu menikahi laki-laki lain. Kamu bilang kamu mencintaiku bukan?! Lalu kenapa malah menikah sama Adrian? Kamu tidak adil Tiara!" protes Asad dengan tatapan kesedihan yang dalam.
" Aku tidak berani dan malu, harga diri lebih besar dari cintaku padamu. Aku pikir kau tidak mencintaiku, so that, waktu Adrian nembak waktu itu, langsung Tiara terima," karena sejujurnya Tiara juga ada rasa nyaman sama Adrian.
" Kami selama ini selalu di juluki pasangan sejati. Karena kami selalu bersaing di kelas dan olimpiade. Tapi kami selalu sportif dan tidak pernah bermusuhan seperti kebanyakan orang lain dalam bersaing. Lucu ya?" tanya Tiara kepada Asad.
" Sampai akhirnya kau datang, menjadi murid baru. Mencuri begitu banyak malam-malam yang aku lalui dengan kerinduan dan penderitaan karena harus selalu melihat kamu mesra sama Sania dimanapun kalian berada," cerita Tiara penuh dengan rasa dan penghayatan yang membuat Asad merasa terharu. Akhirnya Asad menarik Tiara dalam pelukannya.
" Menikahlah denganku, aku mohon!" pinta Asad sambil memakaikan cincin berlian ke jari manis Tiara. Serasa ada hal aneh yang merasuk dalam tubuh Tiara, saat Asad mencium bibirnya malam itu.
Biasanya Tiara selalu menolak kalau ada cowo yang mau mencium dia. Kenapa saat Asad menciumnya, Tiara tidak ada melakukan penolakan atau perlawanan? Tiara membalas ciuman Asad dengan sama panasnya.
__ADS_1
Namun saat Asad hendak membuka pakaian Tiara, Tiara kembali ke dalam kesadaraannya.
" Halalkan aku, kalau kau ingin kita melakukan itu!" Asad mengangguk dan akhirnya mereka memutuskan besok akan pergi ke catatan sipil terdekat untuk mendaftarkan pernikahan mereka berdua.
Asad merasa sangat bahagia malam itu. Tiara juga tampaknya sangat bahagia dan yakin dengan keputusannya untuk menikah dengan Asad besok pagi.
Mereka akhirnya menonton televisi. Tiara di pangkuan Asad. Tiada jemu Asad memainkan rambut Tiara yang menjuntai tanpa terikat itu. Saat Tiara akan mengikatnya, Asad melarang.
" Biarkan sayang, aku suka bermain dengan rambut kamu." Tiara mengangguk dan membenamkan wajahmu di pelukan Asad.
Hari-hari indah yang mereka lalui bersama berlarian di kepala Tiara. Asad, laki-laki yang sekarang ada di sampingnya. Dia mengatakan akan menikahi dirinya. Tiara sungguh bingung dengan apa yang kini terjadi.
" Bagaimana dengan Adrian?" tanpa Tiara sadari dia menanyakan itu.
" Lupakan Adrian ok? Kita akan memulai kehidupan kita yang baru disini. Dengan penuh cinta. Paham?" ucap Adrian dengan mata yang masih fokus menatap layar televisi
Tiara tampak akan bertanya lagi, namun Asad menutup mulut Tiara dengan ciuman dia.
Tiara benar-benar mabuk dengan cinta Asad. Tiara membalas ciuman Asad namun selalu menolak apabila Asad berusaha merengkuh dirinya, mengambil kesucian dirinya.
" Maaf, itu hanya untuk suamiku, tolong pahami prinsip hidupku!" Asad mengangguk dan meminta maaf.
" Sayang, kenapa kamu selalu menolak, kalau Adrian hendak mencium kamu," tanya Asad penasaran." Tapi kamu tidak menolak ciuman aku. Apa itu artinya kamu lebih mencintai aku dari pada Adrian?" demi mendengar kata-kata Asad, Tiara berlari ke kamar dan menutup pintu.
Asad mengejar Tiara, " Katakanlah sayang, aku penasaran!" namun Tiara malah menutup mukanya dengan selimut.
__ADS_1
" Jawablah, atau akan terjadi sesuatu malam ini, di kamar ini," ancam Asad sambil melemparkan selimut. Tiara tersenyum dan menarik kembali selimut yang Asad tarik.
" Kita tidur ok, sudah malam!" Asad sangat gemas dengan tingkah Tiara, Asad memilih mencium Tiara kembali. Dan mereka sejenak sibuk dengan ciuman yang seakan ketagihan dan tidak ada puasnya. Mereka lalu tertidur dan Asad memeluk Tiara dengan penuh cinta. Tiara merasakan kebahagian itu, rasa dicintai itu sungguh sangat indah.