
Setelah Dika menikah dan memilih untuk pindah ke rumah Pak Suryo. Tiara jadi kesepian bersama mamahnya. Tidak ada suara keras memanggil namanya lagi. Kadang Tiara rindu dengan kakak lelakinya.
Mamah Susan kadang mengunjungi rumah Pak Suryo. Sekedar untuk melihat cucunya, Bintang yang sekarang sudah menginjak usia dua tahun. Bintang adalah kesayangan semua orang di keluarga Dika ataupun keluarga Pak Suryo.
Karena Bintang anak yang cerdas dan juga tampan. Setelah Risma melahirkan, Dika tambah mencintai Risma, selalu berusaha pulang tepat waktu.
Sampai pada waktu itu, entah apa yang merasuki diri Santi. Malam itu Dika dan Santi menghadiri makan malam bersama relasi. Di sebuah hotel bintang lima.
Dika tidak pernah menyentuh minuman beralkohol, walaupun selama ini teman-teman maupun partner bisnisnya sering mengajak tapi Dika selalu sukses menolak.
Malam itu, entah apa yang terjadi dengan Santi. Setelah acara makan malam dia diajak pulang oleh Dika malah menolak. Memohon dengan sangat kepada Dika untuk mau menemaninya sebentar di club.
Mereka akhirnya sampai di club. Dika terus membujuk Santi untuk berhenti minum, tapi Santi tidak mau mendengarkan. Sampai akhirnya dia mabuk dan tak sadarkan diri.
Dengan susah payah Dika membawa Santi ke mobilnya. Dika sudah tahu dimana apartemen Santi, makanya dia langsung mengantar Santi ke apartemen milik sekretarisnya.
Saat Dika mau keluar dari kamar Santi, tiba-tiba saja Santi mencium Dika dengan sangat bernapsu. Aroma alkohol tercium dari mulut Santi. Dika mendorong Santi sampai jatuh ke kasur. Lalu pergi meninggalkan Santi yang menangis.
Sayup-sayup Dika mendengar rintihan Santi yang mengatakan cinta kepada dirinya dengan isak tangis yang begitu menyayat hati. Dika tidak menghiraukan. Dika sudah bulat, besok dia harus memecat Santi.
Kelakuan Santi malam ini sudah tidak bisa di tolerir lagi. Ini bukan kali pertama Santi mencium Dika. Dika merasa sudah cukup memberikan toleransi pada gadis itu.
__ADS_1
Flash back on
Dika tahu kalau Santi menyimpan rasa cinta terhadap dirinya, dan selama ini Santi pintar menyimpan itu dengan baik. Entah apa yang terjadi, sejak sebulan ini. Perubahan dirasakan oleh Dika terhadap diri Santi, sekretaris nya. Santi sering melamun kalau di kantor. Kalau di tanya selalu jawab tidak apa-apa. Membuat Dika khawatir sebagai atasannya. Walaupun secara keseluruhan pekerjaan Santi tidak ada masalah.
Sudah berkali-kali Dika menguruh Santi untuk mengambil cuti, tapi selalu di tolak, jawabnya tidak bisa hidup kalau tidak bisa melihat Pak Dika walaupun cuma sehari. Dika hanya menggeleng, di kira hanya bercanda saja.
Sampai pada malam itu, saat mereka lembur bersama, tiba-tiba Santi masuk ke ruangan Dika, tanpa berkata apa-apa Santi langsung mencium Dika dengan penuh cinta.
Lembut bibir Santi mengecap bibir Dika untuk sesaat Dika terkejut dan membalas ciuman Santi yang sangat panas dan membuat Dika hilang akal. Saat tersadar, Dika langsung mendorong Santi sampai dia menangis sesegukan karena merasa di tolak oleh Dika.
"Lancang! Apa yang kamu lakukan Santi? Aku adalah laki-laki beristri dan beranak! Kenapa kamu melakukan ini kepadaku?" tanya Dika tegas dengan suara keras.
" Maaf kan akuPak Dika. Aku sungguh tidak sanggup lagi. Aku sungguh mencintai bapak. Tak bisakah bapak memberikanku sedikit belas kasihan pada wanita malang ini? Aku tidak meminta banyak dari bapak, hanya terimalah cinta dan perhatianku untuk bapak. Bagiku hal itu sudah cukup untukku." rengek Santi di ujung ruangan dengan berlinang air mata. Hati Dika terhiris rasanya karena dia belum pernah melihat sekretarisnya seperti saat ini. Rapuh dan sedih.
flass back off
Dika sudah bulat dengan keputusannya untuk memecat Santi. Kalau dibiarkan terus menerus itu akan menjadi bumerang bagi rumah tangganya dan Risma. Dika sangat mencintai Risma dan juga Bintang. Dika tidak mau ada hal sekecil apapun yang akan mengganggu kebahagiaan mereka.
Santi belum datang ke kantor hingga siang, Dika merasa heran, tidak biasanya Santi bolos kerja tanpa pemberitahuan. Dika melihat layar handphonenya, barang kali Santi menelpon atau mengirim pesan. Tapi nihil.
Perasaan Dika agak tidak enak, mengingat kejadian tadi malam. " Apa saya terlalu kasar sama dia ya, tapi dia yang keterlaluan. Berani sekali main cium- cium sembarangan" bathin Dika agak mulai cemas.
__ADS_1
Kalau di ingat kembali, memang perilaku Santi belakangan ini sangat aneh dan mencurigakan. Santi sekarang sangat agresif menggoda dirinya. Bukan satu dua kali, Santi mencium dirinya. Membuat Dika sangat kesulitan untuk berhadapan secara profesional apa bila berhadapan dengan Santi di kantor sebagai atasan dia.
Dika mengingat kembali, saat perjalanan bisnis mereka ke Samarinda, dimana mereka harus mengingap di resort. Karena pesawat mereka yang dibatalkan karena masalah cuaca yang buruk untuk penerbangan.
Malam itu Dika datang ke kamar Santi untuk memastikan bahwa dokumen semua sudah siap, sehingga besok pagi mereka bisa segera berangkat ke Jakarta.
Namun saat Dika masuk ke kamar Santi, dia hanya menggunakan gaun tidur yang sangat tipis dan sexy. Membuat Dika jadi salah tingkah, saat Dika akan keluar kamar, Santi menarik tangan Dika.
Mencium bibir Dika dengan lembut dan bergairah. Dika yang melihat tubuh Santi sangat menggoda itu, akhirnya hanyut dalam permainan Santi, tidak kuasa menolak pesona wanita itu, sehingga akhirnya mereka tidur bersama.
Menghabiskan malam yang panas di hotel itu, Santi menyerahkan kehormatannya kepada Dika. Saat terbangun, Dika sangat menyesal sekali. Karena telah menghancurkan masa depan gadis itu.
Dika segera begegas akan kembali ke kamarnya, namun Santi menarik kembali dirinya dalam pelukan dia. Sehingga akhirnya mereka melakukan itu sekali lagi.
Dika merasa bodoh sekali. Kenapa sangat sulit menolak hal itu? Dika langsung keluar dari kamarnya pagi-pagi sekali. Kawatir ada yang melihat dia keluar dari kamar Santi.
Bagaimana pun juga, itu adalah resort milik mertuanya. Pasti akan ada seseorang yang mengawasi gerak-gerik dia selama di sana.
Dika menerawang, menatap langit-langit kamarnya. Apa yang harus dirinya lakukan besok? Saat bertemu dengan Santi di kantor. Saat bertemu Risma di rumah.
Dika sangat pusing kalau harus mengingat itu. Akhirnya dia memutuskan tidur kembali. Tubuhnya merasa sangat lelah sekali setelah pergumulannya bersama Santi yang sangat menguras tenaganya pada malam itu. Dika merasa darahnya berdesir sangat kencang ketika mengingat kembali kejadian itu.
__ADS_1
Malam ini adalah malam tergila yang pernah dia hadapi sepanjang hidupnya. Dika menyesal karena terlalu lemah iman hingga terperosok dalam jeratan nafsu Santi yang terobsesi akan dirinya sejak lama.