Sejarah Kelam

Sejarah Kelam
23. Asad dan Tiara


__ADS_3

Asad hanya terdiam duduk di kursinya, saat terjadi diskusi masalah pernikahan Tiara dan Adrian. Entah kenapa, terasa ada duri yang menancap di hati Asad. Saat mendengar mereka akan segera mempersiapkan pernikahan mereka berdua dalam waktu dekat. Asad percaya bahwa Tiara adalah jodohnya tapi kenapa malah Adrian yang akan menikah dengan Tiara?


Asad memang sangat aneh. Di hatinya ada rasa cinta untuk Tiara, tapi sehari-hari selalu menunjukkan kemesraan di hadapan Tiara bersama wanita lain. Pikiran Asad, membuat Tiara cemburu. Tapi hal itu manjadi bumerang bagi dirinya sendiri.


Karena melihat kemesraan dirinya dan Sania, membuat Tiara berpikir bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih rahasia yang sengaja tidak mengumumkan hubungan resmi mereka. Tetapi selalu memberikan perhatian dan cinta kepada satu sama lain di depan publik dalam setiap kesempatan.


Diskusi masalah pernikahan Tiara dan Adrian berlangsung sangat lancar dan Tiara sendiri terlihat bahagia di samping Adrian. Asad tahu bahwa Adrian sepupunya itu mencintai Tiara.


Setelah diskusi itu selesai, Asad langsung mohon diri dari rumah Dika. Melajukan mobil sportnya membelah jalanan ibu kota yang mulai sepi. Angin malam mulai membuat badannya kedinginan, tapi Asad tidak perduli.


Asad mengendarai mobilnya seperti orang yang hilang akal, tanpa mengetahui akan pergi kemana. Hingga akhirnya, berhenti di sebuah taman yang indah. Asad ingat, dia pernah berkunjung ke taman ini bersama Tiara beberapa waktu lalu. Mereka menghabiskan waktu bersama seharian di akhir pekan itu.


Asad merasa bahagia saat itu. Karena Tiara ada di sampingnya. Canda tawa saat bersama Tiara adalah kenangan yang sangat indah bagi Asad. Namun sebentar lagi Tiara akan menikah dengan Adrian dan pindah ke London, memulai hidup baru disana.


'Apa yang akan aku lakukan? Kalau Tiara tidak ada di sampingk' ? bathin Asad gelisah.


'Sampai saat ini, Aku mencari Sania bahkan tidak ketemu batang hidungnya.' kesal sekali Asad hatinya saat ini


Semenjak kejadian Asad meninggalkan Sania, hingga saat ini mereka tidak pernah bertemu lagi. Asad pernah berusaha mengunjungi rumah Sania, tapi keluarga Sania mengatakan bahwa Sania pindah ke luar kota untuk melanjutkan kuliahnya.

__ADS_1


Tetapi mereka tidak mau memberikan alamat Sania, ayahnya bilang, " Sania bilang ke pada saya, bahwa dia ingin melanjutkan hidup dia. Sania ingin memulai hidup baru dan juga berusaha melupakan semua masa lalunya" papah Sania menarik napas panjang.


" Sania merasa sangat menderita tinggal di Jakarta. Karena hanya membuatnya selalu ingat penderitaan dia. Makanya dia dengan bulat memutuskan untuk meninggalkan kota Jakarta dan kuliah di sana," Asad menatap papah Sania yang walaupun sudah tua, namun masih memperlihatkan jejak ketampanan di wajahnya saat muda dahulu.


" Tolong katakan kepada saya pak, dimana Sania sekarang. Saya ingin meminta maaf kepada Sania. Karena sudah melakukan suatu hal yang buruk sama dia," pinta Asad.


" Apakah kamu pemuda yang bernama Asad?" tanya beliau dengan sorot mata tajam dan menyelidik. Ayahnya Sania sepertinya sudah melupakan tentang Asad yang dulu pernah bertemu beliau. Asad mengangguk seketika mata papah Sania yang tadi bersahabat, kini berubah permusuhan.


" Dengar Asad! Sania berpesan untuk tidak pernah memberikan alamat dia sekarang, kepada siapapun, khususnya kepada kamu!" papah Sania menyuruh pulang Asad dengan agak kasar.


Sania tidak menceritakan masalahnya dengan Asad kepada papahnya, tetapi ayahnya Sania paham. Bahwa anaknya dalam keadaan sulit dan tertekan.


Pikiran Asad saat ini sangat kacau. Tidak ada yang beres dalam hidupnya akhir-akhir ini. Asad tidak mengindahkan puluhan panggilan ibunya yang kebingungan kemana anaknya pergi, sudah dini hari belum juga kembali dan tiada kabar berita.


Semua pengawal yang diutus orang tuanya untuk mengawasi Asad sudah dikerahkan untuk mencari keberadaan tuan muda mereka. Tapi satupun belum ada yang memberi kabar.


" Apa saya culik Tiara saja ya dan memaksa dia untuk menikah denganku?" tiba-tiba ide gila itu muncul dalam pikiran Asad yang dalam keadaan depresi karena mengetahui Tiara akan menikah dengan Adrian.


Setelah mendapatkan ide itu, Asad merasa hidup kembali, dan segera bangun dari tempat duduknya. Melajukan kendaraannya dengan kencang kembali ke apartemen miliknya. Sewaktu memeriksa handphone dia melihat banyak sekali panggilan dari sang mama. Asad segera melakukan panggilan telpon dan mengatakan bahwa dia di apartemen sekarang, dan sedang dalam persiapan untuk melakukan perjalanan bisnis.

__ADS_1


Asad tidur dengan nyenyak, karena besok banyak sekali hal yang harus dia urus. Pertama adalah mengajukan cuti untuk kuliahnya selama satu semester. Setelah itu dia akan membujuk Tiara untuk segera mengurus Cuti kuliahnya juga. Setelah beres dengan cuti kuliahnya, Asad menelpon Tiara dan janjian untuk membantu dia mengurus cuti kuliahnya. Tiara sangat senang dan berjanji akan segera ke Kampus sekarang.


Mereka bertemu dan akhirnya, selesai semua urusan cuti kuliah Tiara. Asad menatap Tiara dengan lembut dan bicara dengan pelan.


" Tiara, apa kamu mencintaiku?"Tiara merasa heran dengan pertanyaan Asad yang dirasa aneh baginya. Bukankah kemarin saat perundingan masalah pernikahan, Asad ada disana juga? Kenapa bertanya hal aneh macam ini? bathin Tiara tanpa merasa curiga apapun.


" Tiara, jawablah!" tanya Asad kembali sekarang dengan menggenggam tangan Tiara dan menatapnya dengan penuh rasa cinta.


Entah kenapa Tiara merasa bulu kuduknya merinding saat menatap mata Asad. Sorot mata yang tak biasa Tiara lihat. Ada apa dengan anak ini? gak biasanya dia seperti ini. Bathin Tiara mulai tidak enak perasaannya.


" Sewaktu SMA, aku pernah mencintaimu, tapi Tiara lihat, Asad naksir sama Sania. Sering sekali terlihat mesra, makanya Tiara mengubur cinta itu jauh-jauh dan menerima Adrian sebagai kekasih Tiara," jawaban Tiara membuat mata Asad terbelalak kaget.


"Jadi benar? Kalau Tiara pernah cinta sama Asad?" ulangnya lagi. Tiara mengangguk pelan tanpa merasa curiga sama sekali.


Asad mengajak Tiara untuk masuk ke dalam mobilnya. Karena merasa lelah, setelah seharian berkeliling bersama Asad, Tiara tertidur di dalam mobil Asad. Tiara tidak menyadari kalau mereka kini sudah dalam perjalanan ke luar kota. Yang akan membawa dia menuju hidup baru bersama Asad yang mencintai dia.


Asad menatap Tiara, yang terlelap di mobil. " Baguslah, Tuhan menolongku. Dengan Tiara tertidur, dia tidak akan menyadari bahwa aku akan membawa dia keluar dari kota ini," bathin Asas merasa puas dengan aksinya.


Asad konsentrasi penuh dengan menyetir. Semalam dia sudah menyusun semua rencana. Asad akan membawa Tiara ke apartemen rahasianya di Bandung. Tempat biasa dia kalau kabur dari keluarga dia.

__ADS_1


Apartemen itu adalah miliknya dan rahasia. Pembelian apartemen itu atas nama sahabat Asad, jadi tidak akan bisa terlacak siapapun. Asad adalah seorang yang sangat jenius dan selalu merencanakan segala sesuatu dengan matang. Setelah sampai di apartemen Asad menggendong Tiara yang tertidur.


__ADS_2