
Adrian tampak bingung, saat menatap foto lama tersebut. Itu adalah foto keluarga Tiara. Adrian pernah melihat foto itu, terpampang besar di ruang tamu Tiara.
" Ada apa nak?" tanya mamah yang bingung dengan reaksi Adrian. Adrian menatap papah dengan lekat. Tidak tahu harus berkata apa.
" Kamu tahu siapa mereka?" tanya papah, Adrian mengangguk. Papah tampak behagia.
" Benarkah?" tanya beliau tak percaya.
" Benar pah, itu adalah foto keluarga besar Tiara, calon menantu papah yang di bawa kabur sama Asad." Demi mendengar yang di sampaikan Adrian papah kaget.
" Apa? Jadi Tiara adalah anak dari teman papah? Ya Allah, kenapa takdir buruk harus mempermainkan kami?" sesal papah Adrian yang kemudian menangis.
" Bagaimana kehidupan mereka sekarang?"
" Baik, kakak Tiara sudah menikah bersama Risma. Anak Om Suryo.. Kakaknya papah" jawab Adrian dengan pelan.
Demi mendengar hal tersebut Papah Adrian menangis. Mungkin Suryo ingin sedikit melepaskan penyesalan di hati Papah. Adrian melihat papahnya menangis sangat sedih.
" Jadi karena itu, Om Suryo menjodohkan Kak Dika sama Risma? Karena ingin meringankan dosa papah yang telah merebut papah mereka? Karena keserakahan papah di masa lalu? Sehingga sahabat papah juga papah khianati?" pertanyaan Adrian menusuk hati papahnya dan membuat beliau menangis pilu karena ingat masa lalunya yang kelam.
" Papah memang sangat ambisius dahulu. Tak perduli bahwa dia sahabat papah, yang papah tahu, bisnis adalah bisnis. Tapi seiring bertambahnya usia dan umur papah juga tak lama lagi, papah sangat menyesal Adrian," Adrian menatap papahnya dengan lekat.
Mata itu, yang teduh dan kadang Adrian rasa menyembunyikan luka, Ternyata karena masalah ini. Masalah papah Tiara yang bangkrut dan meninggal karena papahnya.
Shella hanya menjadi pendengar. Papahnya sudah menceritakan masalah itu padanya, jadi Shella tidak terlalu kaget seperti Adrian.
" Om, masa lalu sudah berlalu, yang penting sekarang adalah menata masa depan kita. Nanti setelah Om sembuh. Kita ke Indonesia dan mencari keluarga mereka." ucap Shella.
__ADS_1
" Kita melangsungkan pernikahan kalian dan kalian pulanglah ke Indonesia, wakili papah kamu untuk meminta maaf kepada keluarga Tiara. Papah akan kembalikan perusahaan papah mereka, sebagai permintaan maaf!" mamah memberikan keputusan yang di setujui papah Adrian.
" Baiklah mah, Adrian menurut. Papah lebih baik papah fokus untuk kesehatan papah. Karena Adrian ingin sekali papah hadir di pernikahan Adrian." Adrian memeluk papah yang mulai bekaca-kaca karena sedih.
" Hidup papah tidak akan lama lagi Adrian, tidak tahu bisa melihat esok hari apa tidak. Permintaan papah hanya satu, segera persiapkan pernikahan kalian." Adrian melirik kepada shella yang masih diam saja.
" Papah harus optimis, semua dokter terbaik akan menangani sakit papah, jangan khawatir pah!" papah mengangguk pelan.
***
Adrian dan Shella masih terdiam. Tidak ada satu dari mereka mau memulai pembicaraan.
Bingung dengan situasi canggung ini.
" Kamu bilang, tidak suka dengan perjodohan kita, kenapa kamu mau jauh-jauh kemari? Kamu bisa kabur kalau tidak mau menikah denganku." ucap Adrian keras.
" Siapa bilang tidak mau menikah dengan kamu? "tanya Shella datar.
" Lupakan, aku sendiri sudah lupa dengan apa yang aku katakan. Kenapa kamu masih ingat??" Shella memesan makanan kesukaan dia dan meminta Adrian untuk memesan juga
" Kenapa kamu berubah pikiran?" tanya Adrian masih penasaran juga.
" Karena papah kamu, hidup dia tidak akan lama lagi. Dan dia hanya ingin melihat putra satu-satunya dia menikah." kali ini Shella menatap mata Adrian.
Shella memperhatikan, meyakinkan dirinya. Bahwa pilihan dia tidak keliru untuk menerima laki-laki yang ada di hadapannya itu sebagai calon suami dia.
" Kenapa?" tanya Adrian bingung. Melihat Shella memperhatikan dia dari ujung kaki hingga ujung kepala.
__ADS_1
" Lumayan, aku rasa aku bisa dengan mudah jatuh cinta sama kamu. Karena kamu tampan dan juga baik," Adrian tertawa demi mendengar apa yang Shella katakan.
" OMG. Kamu menaksir saya seperti barang yang akan kamu beli, cocok atau tidak? Lancang sekali kamu." Adrian tampak tidak terima kelakuan Shella. Shella hanya tertawa melihat Adrian yang tersinggung.
" Dengar, Om sama Tante hanya memberi kita waktu dua hari untuk saling kenal dan saling menerima. Jadi jangan habiskan waktu dalam kemarahan yang tiada guna." ucap Shella pelan. Adrian masih belum terima bahwa Shella menatap dia dengan pandangan merendahkan dirinya.
" Dengar, memang siapa yang mau menikah sama kamu? Wanita aneh!" Adrian mau beranjak tapi ternyata Shella menarik tangan Adrian dan meminta Adrian untuk duduk kembali. Melihat Shella tersenyum sangat manis kepada nya Adrian luluh juga.
"Foto lama itu, saya tahu sejarah di balik foto itu." ucap Shella datar. Adrian hanya diam.
" Waktu itu, papahmu dan papahku bekerja sama untuk menjatuhkan bisnis keluarga mereka. Papah sangat menyesal dan sampai sekarang juga tengah mencari mereka untuk minta maaf." Shella tertunduk agak dalam.
" Dahulu, Om Suryo, Papahmu, Om Bastian dan papah saya adalah sahabat. Selalu bersama. Mereka mencintai satu gadis, bernama Susan. Mereka selalu bersaing untuk mendapatkan hati Susan dan akhirnya Tante Susan menikah dengan Om Bastian. Mereka pergi meninggalkan Jakarta demi menghindari dari tiga sahabatnya." Shella menarik napas panjang.
Adrian tidak pernah tahu masa lalu papahnya seperti apa, karena memang dia tidak pernah bertanya dan papah dia juga tidak pernah bercerita. Masalah itu cukup membuat Adrian shock dan juga bingung.
Banyak sekali benang merah yang terjalin di antara hubungan dia dan Tiara. Entah Adrian harus merasa bersyukur atau harus menangis karena Tiara tidak jadi menikah dengan dirinya. Adrian menatap Shella yang menatap dirinya juga.
" Kita sebagai anak harus bisa memperbaiki kesalahan yang sudah di buat oleh ayah kita. Karena cinta tak sampai mereka pada Tante Susan yang membuat mereka gelap mata. Mereka berdua menghalalkan segala cara untuk menghancurkan kehidupan Om Bastian yang dimata mereka adalah pengkhianat."
" Kenapa pengkhianat?" Potong Adrian kesal.
" Karena Om Bastian membawa lari Tante Susan dan menikah dalam pelarian. Itu yang memberikan rasa penasaran di hati mereka bertiga," akhir dari cerita Shella hari itu.
" Wah.. kenapa hampir mirip dengan cerita hidup saya ya? Apa ini namanya sejarah kembali berulang?" tanpa sadar Adrian berkata tentang situasi dirinya.
" Ya, saya dengar, Tiara adalah calon istri kamu ya. Dia di bawa kabur oleh sepupu kamu. Kenapa ada dua cerita yang sama di dunia ini? Sungguh aneh dan Ajaib sekali" Adrian sendiri bingung, apalagi Shella.
__ADS_1
" Jangan menyimpan dendam juga terdapat Asad, doakan mereka bahagia. Kita juga harus mencoba untuk bahagia." tanpa di sadari Adrian, Shella mendekatinya dan mencium bibir Adrian dengan lembut, hanya sekilas tapi sukses membuat Adrian tersipu.
Shella tertawa senang, melihat reaksi Adrian yang kaya orang bego!" jangan bilang sama saya, itu adalah ciuman pertama kamu" ledek Shella bahagia, ya Shella dapat melihat wajah Adrian yang memereh menahan malu.