Sejarah Kelam

Sejarah Kelam
18. Pernikahan Dika dan Risma


__ADS_3

Setelah melewati perjuangan dan kerja keras semua pihak, tibalah pada hari yang di tunggu itu. Pernikahan Dika dan Risma.


Semua sudah siap. Tiara terkesima melihat sahabatnya itu sangat cantik dengan gaun pengantin yang sangat indah dan elegant. Risma memeluk Tiara dengan haru. " Jadi adik ipar yang baik, ok?" tanya Risma saat memeluk Tiara. Tiara memeluk sahabatnya itu dengan bahagia.


"Jangan kwatir kakak ipar. Aku akan menjadi Adik ipar yang baik. Jagalah selalu kakakku dengan baik dan bahagiakan dia!" Tiara menggandeng Risma dan pergi menuju tempat prosesi akad nikah. Dika terpesona melihat Risma yang keluar dengan di gandeng Tiara sang adik dengan wajah yang sangat cantik dan anggun.


Dika melihat Risma yang sangat cantik, dan tersenyum. Hatinya sudah berjanji akan membahagiakan wanita itu, istrinya. Calon ibu anak-anak dia. Dika sudah mendengar kisah masa lalu mamanya dan papahnya Risma.


Jadi alasan itulah yang menjadi pemicu Pak Suryo untuk melakukan segala cara agar Dika bersedia menikah dengan Risma.


Sebelumnya Pak Suryo tidak tahu sama sekali kalau anaknya sudah mengenal Dika. Makanya pas malam itu, Pak Suryo sakit dan melihat Dika dirumahnya, Pak Suryo membulatkan keputusannya untuk menjadikan Dika sebagai menantunya.


Sekretaris Burhan sudah menyelidiki bahwa Dika adalah anak dari Susan, cinta pertama Pak Suryo. Hanya saja sekretaris Burhan tidak menyampaikan fakta bahwa nona mudanya adalah sahabat dari kedua anak Susan. Biarlah itu jadi kejutan untuk Pak Suryo suatu saat nanti. Pikir sekretaris Burhan.


Acara pernikahan berjalan dengan lancar. Sania menghadapi pernikahan mereka dengan Asad di sampingnya. Tiara bersama Adrian sepertinya tak mau lepas juga. Adrian berjanji kalau pernikahan mereka akan lebih meriah dari pada pernikahan Kak Dika.


Risma sudah berpesan kepada papahnya untuk hanya mengadakan pesta sederhana. Jangan menghambur uang untuk hal tidak berguna. Lebih baik uang itu di sumbangkan ke yayasan yang dia pimpin, untuk memberi beasiswa bagi anak asuhnya. Sehingga mereka bisa meraih mimpi dan masa depan mereka. Itulah yang membuat Dika sangat kagum dengan calon istrinya. Selain cantik lahir, Risma juga memiliki hati yang sangat cantik dan selalu perduli dengan orang lain yang mengalami kesulitan.


Prosesi akad nikah telah selesai, akan dilanjutkan pesta nanti malam. Pengantin diminta untuk istirahat guna menyiapkan energi untuk pesta nanti malam.


Risma dan Dika menerima ucapan selamat dari semua kawan-kawan mereka. Dan hati merasa sangat bahagia.


Setelah acara pesta pernikahan yang melelahkan. Akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat saja ke kamar mereka. Membiarkan yang lain larut dalam kebahagiaan pesta pernikahan mereka.

__ADS_1


" Kak Dika. Terima kasih karena mau menjadi suami Risma." ucap Risma saat mereka hanya berdua di kamar pengantin.


"Kenapa masih memanggil kakak? Sekarang kita adalah suami istri. Walau waktu kita sebagai pasangan kekasih sangat sempit dan tidak banyak menghabiskan waktu bersama, namun kita sudah kenal lama. Sebagai sahabat sebelumnya." terang Dika mencoba mencairkan ketegangan malam itu.


" Risma sangat bahagia, Kak Dika!" Dika mendekat dan berbisik di telinga Risma dengan mesra.


"Sayang, jangan panggil kak Dika lagi, panggil aku dengan kata suamiku. Panggilan itu jauh terdengar lebih sedap." pinta Dika dengan tak mau melepaskan matanya dari Risma yang tampak sangat cantik malam itu.


"Iya. suamiku. Terima kasih sudah mau menerimaku sebagai istrimu. Bimbinglah saya untuk menjadi istri dan ibu yang baik," pinta Risma dengan bahagia.


Dika mendekat dan akhirnya mereka melawati prosesi malam pertama mereka dengan bahagia. Dika bahagia, karena dialah laki-laki pertama bagi Risma, istrinya.


Kehidupan Risma sebagai nona muda ternyata tidak merusak dia menjadi wanita bebas. Fakta itu yang menambah rasa cinta di hati Dika.


Mulai malam itu Dika berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan memberikan semua cintanya untuk Risma dan membangun keluarga bahagia bersama istri tercinta. Mengubur nama Sania jauh-jauh untuk selamanya.


Sementara itu, di suatu tempat. Asad dan Sania tampak berdua. Sania menangis di pelukan Asad. Asad berusaha menenangkan Sania yang sudah hampir satu jam menangis.


" Lupakan Kak Dika, dia sudah punya kehidupan yang baru. Kita juga bisa memulai kehidupan kita berdua, dengan penuh cinta" Sania berhenti menangis dan menatap mata Asad. Berusaha mencari kejujuran disana.


" Benarkah?" tanya Sania masih tak percaya. Asad merengkuh Sania dan membawanya ke pelukannya. Asad mendekatkan wajahnya ke wajah Sania, saat akan mencoba mencium Sania, tiba-tiba Asad teringat peristiwa malam itu. Saat Kak Dika mencium Sania. Hati Asad terasa panas dan menjauhkan diri dari Sania.


Sania merasa heran, kenapa Asad yang semula berniat menciumnya, mengurungkan niatnya itu dan malah pergi meninggalkannya di cafe malam itu. Dan tidak pernah kembali lagi setelah malam itu.

__ADS_1


Sementara itu, Tiara yang diantarkan oleh Adrian ke rumahnya setelah pesta pernikahan Risma dan Dika, mengucapkan salam perpisahan karena Adrian yang harus melanjutkan study dia di London. Mengejar impiannya sebagai seseorang Dokter, Adrian akan sekolah kedokteran disana. Sekalian membantu papahnya untuk mengelola rumah sakit keluarganya di sana.


Tiara merasa sedih. Namun tak bisa berkata apa-apa. Bagaimana pun juga dia tidak ingin menjadi penghalang bagi kekasihnya mengejar impiannya.


Mereka berjanji akan tetap berhubungan lewat handphone dan berusaha sebisa mungkin menjaga hubungan mereka.


"Tunggu aku, bisakah?" Pinta Dika pada Tiara.


" Aku akan berusaha menunggumu, percaya padaku. Kamu baik-baiklah disana dan belajar dengan keras, agar cepat kembali ke sisiku," pinta Tiara dengan sendu. Saat akan di cium oleh Adrian Tiara menolak," halalkan aku jika ingin menciumku," ucap Tiara pelan.


Adrian tersenyum mendengar ucapan Tiara dan akhirnya hanya mencium kening Tiara.


Asad yang melihat adegan itu merasa tersentuh dan pergi meninggalkan mereka berdua. Ada semacam perasaan aneh di hati Asad. Tiara, dia sangat menakjubkan saat menolak Adrian untuk mencium bibirnya. Itu sangat menyentuh hati Asad.


Wanita yang luar biasa. Padahal Adrian adalah kekasih dia, dan itu adalah ciuman perpisahan sebelum waktu kepergian Adrian yang akan butuh waktu yang lama dan panjang. Mereka akan berpisah untuk waktu yang sangat panjang.


Akhirnya waktu itupun tiba, kepergian Adrian ke London guna melanjutkan studynya. Asad mengantar kepergian Adrian dan sekali lagi, Asad melihat adegan itu. Tiara menolak saat Adrian akan mencium bibirnya.


Asad menolak keinginan orang tuanya yang menyuruhnya untuk melanjutkan sekolah di luar negeri. Dika memilih kuliah di tempat yang sama dengan Tiara, Universitas Indonesia.


Tiara mengambil jurusan desain interior dan Asad mengambil jurusan seni rupa. Keduanya sering berangkat bersama dan selalu ke perpustakaan bersama.


Sania memilih untuk kuliah di Semarang, kembali ke kampung halamannya dan berusaha melupakan semua masa lalunya bersama semua sahabatnya di Jakarta.

__ADS_1


Sejak malam pernikahan Dika dan Risma, Asad pergi meninggalkannya tanpa kata dan tak pernah kembali.


Rasa sedih yang amat dalam membuat Sania memilih untuk pulang ke kampung halaman orang tuanya, Semarang dan memutuskan untuk memulai hidup yang baru dan bertemu dengan orang baru pula.


__ADS_2