
Saat terbangun, Dika melihat Santi tersenyum di atas ranjangnya. Menatap dirinya dan mengelus rambut Dika dengan mesra. Dika tersentak seketika dan bangun.
" Apa yang kamu lakukan?" Sesaat Dika lupa apa yang sudah mereka lakukan tadi malam.
Santi tersenyum dan mendekati Dika. Namun Dika menghindari, Santi akhirnya berkata.
" Pesawat kita saya panding sampai besok pak, jadi malam ini bapak menjadi milik saya kembali." senyum santi bahagia.
" Apa kamu gila? Pekerjaan kita di Jakarta banyak sekali, dan kamu ingin menahan saya lagi di sini? Cepat pesan tiket untuk hari ini, kalau kamu tidak may saya pecat. Saya ingatkan kepada kamu, jangan melampaui batas kalau kamu tidak ingin menyesalinya." ucap Dika tegas.
Mereka akhirnya kembali ke Jakarta hari itu juga, setelah perdebatan sengit antara Dika dan Santi. Di atas ranjang tentu saja. Santi dan Dika betul- betul sudah gila dan hilang akal. Melupakan status Dika yang sudah berkeluarga dan berstatus sebagai bosnya.
****
Siang itu Tiara menunggu Asad di kantin. Mereka janjian untuk makan siang bersama. Namun sudah dua puluh menit belum juga kelihatan batang hidungnya. Tiara mendengus kesal, tidak sabar.
"Dasar, awas saja Asad. Bilang jangan terlambat, eh.. malah sendirinya yang terlambat. Awas saja, kalau tidak saya jitak itu kepalanya, jangan panggil nama aku Tiara!" omel Tiara sangking kesalnya.
Ada notification di hape Tiara, Adrian. Dengan semangat Tiara membuka pesan
🏝 Adrian : Lagi apa sayang?
🏝 Tiara : Menunggu Asad, mau makan siang bersamanya.
Lama tidak ada jawaban.
Kesal Tiara, semua orang hari ini bikin dia jengkel. Adrian juga, pesan gak dibalas juga.
" Ini orang pada lagi kenapa sih, kok bikin aku kesal semua. Adrian juga, kenapa gak balas lagi chat aku, sebel deh!" akhirnya Tiara memikirkan semua kejadian hari ini.
Tiba-tiba ada notification dari Asad
🏝 Asad: Maaf makan siangnya di batalin, aku lupa kalau ada janji sama dosen siang ini, lain kali ok?
Tiara sudah rusak mood karena dua orang ini, semua bikin kesal. Mama juga, masih pagi sudah nyuruh Tiara buat pergi ke rumah Dika untuk menjemput Bintang, sementara mobil masih di tahan sama Dika, dengan alasan khawatir dipakai ke club malam lagi.
Dengan terpaksa Tiara ke rumah Dika dengan taksi. Menunggu taksi di cuaca panas membuat Tiara sungguh sangat kesal.
__ADS_1
Kenapa tidak ada yang berjalan dengan baik hari ini? Setelah mendapat Taxi Tiara langsung memberikan alamat rumah kakaknya. Setelah sampai, Tiara di buat bingung dengan suasana rumah kakaknya yang sepi dan gelap.
"Pada kemana ini semua orang? Kenapa sepi dan gelap begini?" tanya Tiara agak takut dan cemas. Tidak biasanya rumah kak Dika sepi kaya gini, bathin Tiara.
Sampai akhirnya, tiba- tiba ada suara dari arah dalam, dengan dibukakannya pintu depan. Suara Risma dan mamahnya.
" Selamat ulang tahun, kami ucapkan. Selamat sejahtera dan bahagia!" mereka serentak mendekati Tiara yang masih shock dengan pesta kejutan itu.
Pantas saja semua orang dari pagi membuat kesal Tiara, jadi itu adalah rencana mereka. Saat melihat Asad dan Adrian, Tiara langsung mendekati mereka berdua.
" Kalian juga berkonspirasi dengan mereka untuk membuatku kesal seharian ini?" Asad mendekati Tiara dan mengucapkan Selamat ulang tahun dan memberikan kado untuk Tiara.
Saat Adrian mendekat, Tiara tak kuasa untuk tidak menangis, pasalnya Adrian jauh-jauh dari London datang untuk dirinya. Tiga tahun tak bertemu membuat rasa rindu bertumpuk di hati keduanya. Tiara memeluk Adrian, sang kekasih pujaan hatinya.
Sewaktu SMA, Tiara memang pernah naksir sama Asad, tapi setelah bergaul dengan anak itu, ternyata Adrian lebih mencintai dia. Sehingga akhirnya Tiara memutuskan untuk menerima cinta Adrian dengan sepenuh hati.
Asad berusaha melupakan Sania, memang waktu itu dia melakukan kesalahan dengan meninggalkan Sania seorang diri. Tapi Asad berusaha mencari cara, untuk bisa minta maaf sama Sania.
Sania menghilang entah kemana. Keluarga dan Risma tidak mau memberikan info keberadaan Sania. Itu adalah pesan dan keinginan Sania. Ingin melupakan dan memulai hidup baru jauh dari Jakarta.
" Terima kasih sayang, atas hadiahnya, kehadiran dirimu adalah hadiah terindah bagiku." Tiara tersenyum dengan bahagia
Pesta ulang tahun Tiara hanya sederhana saja, dengan kehadiran keluarga dan teman dekat. Setelah itu berbagi di panti asuhan yang berada di bawah naungan Yayasan yang di ketuai oleh Risma.
Tiara sangat bahagia dengan pesta ulang tahunnya kali ini, dengan kehadiran Adrian di sisinya. Sepanjang hari mereka keliling Jakarta dan menghabiskan waktu bersama.
" Tiara, duduklah. Ada hal yang harus saya sampaikan kepada kamu." Pinta Adrian dengan muka serius. Tiara yang melihat gelagat tidak enak dari raut muka Adrian yang serius itu, segera mendekati Adrian.
" Ada apa? Apa ada masalah?" tanya Tiara
" Papah memintaku untuk menikahi kamu, papah bilang, kalau kamu tidak bersedia____" Adrian menggantung kata-katanya.
"Katakan! Tiara siap mendengar apapun yang mau kau sampaikan." ucap Tiara berusaha tenang.
" Papah bilang, kalau kamu tidak bersedia menikah, saya diharuskan untuk menikah dengan wanita pilihan mereka di London," hening seketika.
Ada perasaan sedih di hati Tiara, saat dia mendengar Adrian harus menikahi wanita lain kalau dia tidak bisa menikahi Adrian secepatnya.
__ADS_1
Tiara merasa kebingungan. Kenapa harus mendapatkan situasi seperti ini? Kuliah dia sebentar lagi selesai, tinggal persiapan skripsi dan sidang.
Kalau dia menikah dengan Adrian sekarang, itu artinya dia harus pindah bersama Adrian ke London lalu bagaimana dengan kuliah dia? Tiara hanya terdiam bingung.
Adrian menggenggam tangan Tiara, mencoba meyakinkan kekasihnya bahwa dia juga tidak ingin memaksa Tiara untuk menikah secepatnya, tapi keluarga dia yang memaksa mereka harus cepat menikah
Kesehatan ayah Adrian yang terus menurun membuat Adrian tidak sanggup menolak keinginan papahnya. Apalagi dia adalah anak tunggal mereka.
" Papah ingin melihat kamu menikah dan menggendong cucu papah, sebelum Allah memangil papah." pinta Papah Adrian di malm dia akan pulang ke Indonesia.
" Papah apa-apaan sih? Semua akan baik-baik saja. Papah akan sehat kembali. Semua dokter terbaik di rumah sakit kita akan mengusahakan segalanya. Memastikan papah sehat kembali." jawab Adrian mantap.
" Masalah umur manusia, itu rahasia Allah!"
Lamunan Adrian terhenti seketika Tiara memanggil namanya. Adrian tersenyum dan mengelus lembut rambut Tiara, lalu mencium puncak kepala Tiara dengan penuh cinta.
" Percayalah cintaku hanya untuk kamu!" ucap Adrian lembut di telinga Tiara.
" Iya, Tiara tahu." Tiara membalas pelukan Adrian dan saat Adrian akan mencium bibirnya sekali lagi, Tiara menolaknya dengan lembut sehingga Adrian tidak marah.
" Ayo kita menemui mamahmu dan Kak Dika, kita bicarakan masalah pernikahan kita ini kepada mereka." Tiara mengangguk dan mengikuti Adrian menuju rumahnya.
Mamah yang tengah sibuk bekerja di dapur merasa sangat senang saat melihat siapa yang datang bersama Tiara.
" Nak Adrian, kapan pulang Dari London? Tante kangen sekali sama kamu." Mamah Susan memeluk Adrian dengan hangat.
Adrian mencium tangan mamah Susan dan mengajak mereka untuk berbicara di ruang depan saja.
" Tante, saya disini bermaksud ingin melamar putri Tante, tentu ini hanya informalitas, lamaran formal akan di adakan oleh keluarga besar saya nanti," terang Adrian dengan sopan.
" Memang kalian sudah siap untuk menikah? Lagi pula kamu sama Tiara juga belum selesai kuliah. Tanggung sebentar lagi!" jawab mamah Susan agak keberatan dengan permintaan Adrian yang ingin menikah secepatnya itu.
" Nak Adrian pernikahan itu bukan mainan bocah. Ingat, kuliah kalian belum lulus, mamah hanya takut pernikahan akan mengganggu konsentrasi kalian dalam belajar," ujar mamah Susan kembali.
" Papah sedang sakit keras di London Tante. Keinginan terakhir beliau adalah melihat saya menikah dan bermain dengan anak saya," Adrian menjelaskan kondisi papahnya.
" Kalau masalah itu, lain lagi ceritanya Nak Adrian. Mamah serahkan kepada Tiara!!" akhirnya mamah Susan tidak berkata lain lagi. Smua terserah Tiara, karena dia yang akan menjalani itu semua.
__ADS_1