
Pagi ini adalah hari paling bersejarah bagi mahasiswa-mahasiswi Universitas Mahardika beserta walinya. Sekaligus menjadi hari yang menentukan bagi kelanjutan hidup mereka. Tak lain dengan Nabila Putri Mahesya putri sematawayang dari pasangan Elena dan Farhan Abdul Mahesya. Anak pandai,cantik, bijaksana, sopan,dan di segani oleh siapa saja terutama kaum adam. Penampilannya yang berbeda dengan wanita di kotanya membuat nilai plus dalam diri Nabila. Dia adalah wanita berjilbab dengan postur tubuh yang lumayan tinggi sekitar 169 cm dan berbody langsing.
Keluarga Nabila kini sedang berada di kediamannya dan siap untuk meluncur ke tempat wisuda yang berada di halaman universitas sendiri.
"Nabila... ayo sayang nanti kita terlambat loh.." panggil Elena bunda Nabila.
"Iya bun sebentar lagi Nabila turun kok" jawab anak semata wayangnya. Ayah nabila yang sedari tadi diam. Kini menatap arloji yang melingkar di tangannya
"Ya allah tu anak lagi ngapain si bun lama banget"seru ayah nabila yang sudah tidak sabar menunggu anak kesayangannya.
__ADS_1
"Ya sabar atu ayah..."
"Ayah itu sudah tidak sabar lagi melihat anak kebanggaan ayah jadi wisudawan terbaik" kata ayah menggoda Nabila yang sedang berjalan mendekat.
"Aamiin yah do'anya aja" jawab Nabila dengan senyuman ramahnya yang di sukai tiap orang yang melihatnya.
"Subhanallah... anak bunda cantik banget..."
"Ya sudah ayo kita berangkat udah siang nih ayah udah nggak sabar" kata ayah mengakhiri percakapan di ruang tv
__ADS_1
***
"Alhamdulillah ya bil kamu menjadi wisudawan terbaik taun ini,pasti om sama tante seneng banget deh"kata Keli sahabat Nabila.
"Alhamdulillah ini semua berkat kekuasaan Allah dan pastinya do'a orang tua".jawab Nabila dengan bijak sananya. Yah begitulah nabila wanita solikhah pujaan kaum adam.
"Oh ya Nam lo kapan mau lamar si bila" cerocos Oca sahabat Nabila.
"Iya Nam ati-ati loh cewek itu siapa cepat dia dapat" tambah Adit sahabat baik Anam.
__ADS_1
"Apaan sih kalian. Ya udah aku duluan ya papa manggil nih" kata anam kemudian.
Setelah kepergian Anam suasana menjadi hening. Mendengar jawaban anam yang begitu singkat dan tak mengandung sebuah kepastian membuat keli bingung sendiri. Karena menurutnya selama kuliah ini Nabila dan Anam terlihat dekat danbahkan banyak yang mengira bahwa mereka memiliki hubungan yang lebih dari sekedar teman. Mungkin pacar, atau bisa jadi tunangan. Namun setelah mendengar perkataan Anam barusan membuat apa yang di pikir oleh teman -teman Nabila itu ternyata salah. Oca yang menyadari bahwa keheningan ini adalah karena ulahnya merasa sedikit bersalah dan memilih untuk diam. Ya mau bagaimana lagi sudah terjadi Oca tak akan menarik kata- katanya lagi. Dan al hasil keheningan yang panjang terjadi. "ya ampun kenapa jadi canggung gini sih" gerutu Oca dalam hati. Keli ingin sekali memecahkan kecanggungan tapi tak yakin akan membuat suasana kembali seperti semula. Jadi dia memilih untuk memikirkan kembali cara yang tepat untuk di gunakannya.