Sekretarisku Idamanku

Sekretarisku Idamanku
lupakan saja


__ADS_3

  Askar POV

__ADS_1


          sesampainya aku di rumah. Rumah sangat sepi karena Seva sedang menginap di rumah orang tuaku. Aku memang sengaja menitipkan Seva di rumah ayah dan ibu untuk beberapa hari karena aku sedang sanagat sibuk akhir-akhir ini. Sudah masuk waktu isya, aku langsung ambil wudhu, solat, dan makan. Setelah itu aku berbaring di ranjang empukku sambil menatap langit langit kamarku. Kemudian aku terfikir ucapan Very daaan Sefti yang paling utama. Jadi begini...

__ADS_1


      "Bro..aku ke toilet sebentar ya" pamitku pada very dan yang lainya, karena aku merasa perlu buang air kecil. Very mengatakan sesuatu tapi aku tak peduli karena aku sudah sangat kebelet. Saat aku keluar dari toilet aku sangat terkejut melihat keberadaan Sefti di depan kamar mandi yang aku pakai. Aku rasa dia tadi juga ikut pamit kebelakang setelah aku lumayan jauh, tapi apa peduliku. Tak ku sangka Sefti langsung mendekatiku dan menarik tanganku menuju taman kecil di samping resto. "Kar kamu inget nggak. Ini adalah tempat dimana kita sering ketemu" kata Sefti setelah kami tiba di salah satu gazebo di taman kecil samping resto itu yang belum juga melepaskan tanganku. "Tolong lepaskan tangan saya" kataku sambil melepaskan tanganku dari pegangan Sefti. "Oh iya maaf" kata Sefti sambil melepaskan tanganku dengan pelan Namun aku tarik begitu saja denga kasar. "Kamu mau apa. To the poin aja" jawabku dingin. Memang terdengar berbeda dengan ucapanku pada sefti 7 tahun lalu. "Kamu udah berubah kar. Kamu bahkan tak pernah ingat dengan masa-masa indah kita" kata sefti lagi. "Buat apa saya ingat-ingat lagi tentang masa-masa indah yang berakhir gundah bagi saya. Kamu yang sudah membuat saya ingin cepat-cepat melupakan masa itu. Jadi jangan salahkan saya atas perubahan sikap saya. Cukup kamu berkaca, ternyata egomu tak pernah menurun sejak 7 tahun yang lalu" kataku sambil berlalu dari sefti. "Askar tunggu" kata sefti kemudian yang berhasil menghentikan langkahku. "Aku minta maaf, jujur aku sangat menyesal sudah meninggalkanmu"lanjutnya. "Lupakan saja" jawabku pendek. "Tapi aku masih sayang kamu" lanjut sefti. "Kamu sudah ada Very saya juga sudah ada wanita lain jadi lupakan dan cabut saja kata-katamu" kataku kemudian segera berlalu agar cepat menghindari sefti.  Aku merasa jengah saat di dekatnya berbeda dengan saat ku bersama Nabila. Bahasaku juga terdengar sangat kaku saat dengan Sefti. Namun saat bersama Nabila,bahkan aku sudah melupakan bahasa formalku. Dan bahkan aku slalu di panggil mas olehnya. Perkataannya yang lembut. Sikapnya yang lucu. Dan wajah baby factnya yang meneduhkan. Sangat membuat aku nyaman. "Ya Allah kenapa aku slalu teringat Nabila setiap aku memikirkan sesuatu. Jika dia jodohku dekatkanlah ya allah" batinku. Entah mengapa aku sangat berharab Nabilalah jodohku. Bahkan saat menggodanya saja aku sangat senang. "Oh iya bagaimana dengan keadaan tangannya ya aku sampai lupa" kata ku berbicara sendiri. Ku ambil hp ku yang berada di atas nakas. Ingin sekali aku menghubungi Nabila tapi dimana harga diriku. gengsi dong hubungi sekretaris sendiri tanpa ada ueusan penting. Sampai pukul 22:18 aku belum juga bisa memejamkan mata. Akhirnya kupuruskan memendam gengsiku dan menghubungi Nabila. "Nabila udah tidur belum ya" tanyaku pada diriku sendiri. setelah 3 kali ku coba menghubungi tapi tak ada jawaban. akhirnya kuputuskan untuk tudur.

__ADS_1


~Happy reading~

__ADS_1


__ADS_2