
Very masih terkejut dengan pengakuan askar tentang sandiwaranya dengan Nabila. Belum selesai dengan keterkejutan yang ini dia malah sudah di tambah dengan keterkejutannya bahwa askar bertemu dengan mantan kekasihnya 7 tahun yang lalu. "Terus apa yang akan kau lakukan?" tanya Very yang belum juga sembuh dari keterkejutannya. "Entahlah aku juga bingung dengan diriku sendiri. Di sisi lain aku sudah bisa melupakan mantanku namun dia masih sering mengganggu ketenanganku. Sedang di sisi lain aku merasa nyaman bersama nabila. Di sampingnya aku merasa tenang , dan aku merasa tak suka jika dia dekat dengan pria lain" jelas Askar. "wah.. positif ini mah" kata Very sambil membenarkan posisinya. "positif apanya?" tanya Askar heran. "ya positif kamu itu suka sama dia. Atau mungkin malah sudah cinta tapi kamu yang tak menyadarinya" kata Very. "sok tau kamu. dapet kesimpulan darimana kalau aku udah cinta sama dia" kata Askar sambil menabokkan guling di sampingnya ke perut Very yamg sudah di zona nyaman alias rebahan santuy. "Dari kamu yang merasa cemburu kalau dia dekat dengan pria lain" jawab Very enteng. "Entahlah... tapi kamu tau nggak. Betapa bodohnya diriku tadi" kata Askar pada Very. "wah wah wah ternyata seorang Muhammad Askar Wijaya bisa bodoh juga ya hahaha... tapi ngomong\-ngomong kenapa?" tanya Very penasaran setelah puas tertawa. "aish tadi ngetawain ternyata kepo juga" sindir Askar. "yee ngambekan amat. serius deh, emang kenapa kamu?" tanya Very penasaran. "huft tadi itu pas aku sama Na di restoran ada cowok dateng yamperin kita.. tiba\-tiba si Na langsung tuh peluk si cowok lah aku ngerasa nggak suka akhirnya aku bilang kalau aku ini calon suaminya. eh kamu tau siapa cowok itu?" cerita Askar. "ya enggak lah orang kamu belum cerita" sela Very. "Iya tau makanya jangan suka nyela orang yang sedang cerita" gerutu Askar. "heheh sory bro... jadi siapa dia?" tanya Very semakin penasaran. "Ternyata dia omnya Na. kan malunya sampai ke ubun\- ubun Ver" keluh Askar. "hahahah...." seketika tawa Very pecah. "Sorry. sorry kelepasan" kata Very sambil menutup mulutnya sendiri untuk menahan tawa saat dia melihat Askar sedang memicingkan matanya padanya. "ya lagian kamu sih makanya cemburulah pada tempatnya" saran Very.
"Nah terus aku mesti gimana dong?" tanya Askar bingung. "Kar, kamu itu cowok nggak seharusnya jadi pecundang. kalau kamu memang sayang dia dan nggak ingin kehilangan dia. Lamar dia, kasih kepastia. karena cewek itu butuh kepastian bukan pengakuan. Butuh kepastian buka penantian. Kalo kamu masih ragu jangan paksakan. Namun kamu juga harus siap kehilangan. Aku cuma bisa nasihatin kamu di laksanakan ya silahkan nggak ya terserah kamu itu hak kamu. Tapi pesanku jangan jadi pecundang" saran Very. setelah mengatakan itu Very segera berlalu menuju kamar mandi. Askar memutuskan untuk menuju balkon kamar hotelnya. Dia mengembuskan nafasnya berat. di lihatnya pemandangan di Bogor ini malam ini sangat indah. hawa dingin membujuk mereka agar mengenakan pakaian hangatnya. Askar menengok kiri kanan berharap ada penghuni kamar lain yang berada di balkon kamar hingga matanya tertuju pada orang yang berada di balkon kamar sebelahnya. "Na!"
__ADS_1
haikak I'am coming.....
maaf ya udah buat nunggu lama soalnya belakangan ini aku lagi sibuk-sibuknya sama urusan sekolah. maklum udah kelas 9 harus terus fokus buat ujian. Doakan saja semoga sekolahku lancar dan novelnya juga lancar....
__ADS_1
insyaallah aku bakal up nggak cuma satu episode kok!
happy reading....
__ADS_1