
"Oh iya salam kenal sefti. Askar" kata Askar sambil mengatupkan tangannya di depan dada seakan tak ingin menempel tangan milik sefti. "Hai kak, Nabila. Sekretaris pak Askar Widjaya" kata Nabila sambil menjawab uluran tangan sefti pada Askar. "Oh iya kalo gitu kita mulai saja mettingnya gimana?" Tanya Very memecah ke canggungan. "Iya boleh pak lagian nanti jam 3 sore pak Askar juga masih ada metting jadi sebelum jam 3 sore kami harus segera sampai di tempat" jawab Nabila bohong karena sudah mendapat isyarat dari Askar supaya di percepat mettingnya. Dan menurut askar ucapan Nabila tadi terlalu berbelit, maklumlah kalo orang nggak pernah berbohong bohong dikit aja susahnya minta ampyun. "Oke kalo gitu saya mulai saja ya pak" sambung Nabila. "Silakan" kata Very singkat. Sepanjang Nabila menjelaskan Askar hanya menatap kosong pada gelas kopi miliknya. Saat sedang berpresentasi sekali-kali Nabila mencuri pandang pada bosnya yang terlihat aneh sejak perkenalannya tadi dengan calon tunangan Very.
__ADS_1
***
__ADS_1
"Terimakasih" kata Nabila mengakhiri presentasinya yang di sambut tepuk tangan dari very. Karena dia tak menyangka kalau sahabatnya bisa menemukan sekretaris secerdas Nabila. "Bagus saya setuju kalo begitu gimana kalau tempatnya di Bogor dengan ide jenius kamu Bogor adalah tempat paling tepat. Bener nggak kar?" Tanya Very pada Askar. Namun malah tak mendapatkan respon apapun. "Oy!" Senggol Very pada Askar. "Oh iya menurut aku ide Nabila memang bagus" jawab Askar glagapan. "Hahaha.. kamu apaan sih kar. Aku nanyanya B kamu jawabnya A gimana sih. Makanya kalo lagi metting tu yang fokus" gelak Very melihat sahabatnya yang tidak fokus. Sefti yang sudah mengetahui kenapa Askar sampai begitu karena keberadaannya pun hanya bisa diam. "Emang kamu nanya apa?" Tanya Askar seperti orang *****. "Hahaha.. tu kan. Tadi aku bilang kalo ide Nabila bisa kita terapin di bogor. Menerut kamu itu bagus nggak. Kan secara bogor itu kan kota hujan jadi itu tepat banget yakan..?" Kata Very panjang lebar. "Iya aku setuju-setuju aja. Terus kapan kita survey tempatnya?" Kata Askar yang menyetujui usulan Very. "Gimana kalo minggu depan aja pak. Soalnya kalo minggu ini dari siklus cuaca yang saya lihat kurang mendukung untuk minggu ini. Ya sebenarnya sih nggak tentu juga siklusnya sesuai" kata Nabila mengusulkan. "Begitu juga baik" kata Very. "Bro aku ke toilet bentar ya" kata Askar yang merasa ingin BAK (buang air kecil). "Oke-oke, awas nanti nyasar lo" goda Very. Setelah Askar menjauh ini menjadi alasan Sefti untuk bertemu Askar. "Em.. mas aku mau ambil barang aku di mobil dulu ya" kata sefti. "Oke jangan lama-lama ya" jawab Very dengan senyumnya.
__ADS_1
***
__ADS_1
"Aku nggak bisa jelasin sekarang mungkin lain kali ya bro... soalnya ada metting lagi ni. Aku jalan dulu ayo calon istriku"kata Askar mengajak Nabila
__ADS_1