Sekretarisku Idamanku

Sekretarisku Idamanku
Rey paman Nabila?


__ADS_3

           "Nabila... kamu udah punya calon suami? Kapan tunangannya? Jangan bilang kamu nyembunyiin ini dari kak Rey?" Tanya rey yang merasa terkejut dengan pengakuan pemuda yang umurnya mungkin terpaut 2 tahun lebih muda darinya. "Eng... enggak kok kak. Biasalah Mas Askar orangnya gini dia suka bercanda" kata Nabila dan lagi-lagi dia menginjak kaki Askar namun sekarang terasa lebih keras dari pada tadi sehingga Askar mengaduh ke sakitan. "Aww!" Pekik Askar. "Askar kenapa? Nama kamu Askar kan?" Tanya Rey ragu-ragu. "Nggak papa kok " kata Askar sambil cengangas-cengenges menahan sakit. "Oh iya kenalin aku Rey paman Nabila. Tapi karena aku sama Nabila umurnya nggak jauh-jauh banget aku suruh dia panggil kak" jelas Rey. Askar paru tersadar, pantes aja Nabila marah aku ngomong gini sama pamannya sial bodoh sekali kamu Askar. "Oh iya sory kak Rey. Dan masalah tadi iya aku bercanda biasalah hehehe" ucap Askar dengan Malu-malu. "Oh ya nggak papa lagian kalo kamu beneran sama bila juga aku restuin kok" jawab Rey asal. Membuat wajah Nabila memerah seperti tomat. "Apaan sih kak. Enak aja main restu-restuin emang kakak ayah aku" kata Nabila lalu mencabikan bibirnya kesal. Rey dan Askar yang melihat Nabila segera tertawa. "Udah puas ngetawain ponakan paling cantiknya kakak?" Tanya Nabila pada Rey. "Ih ternyata kamu tingkat kePDannya Nambah 180 derajat ya" kata Rey sambil mencubit pipi Nabila gemas.. "kak rey sakit ih" kata Nabila sambil memegangi pipinya. "Oh iya kok kalian bisa di sini sih?" Tanya Rey sambil menaik turunkan Aslisnya. "Iya kita lagi survey tempat buat narapin ide jenius dari ponakan kak Rey yang katanya paling cantik ini" jawaban plus godaan pada Nabila Askar sampaikan pada Rey. "Ya iyalah paling cantik orang aku aja cuma punya ponakan 1 doang hahaha..." tawa Rey. "Oh jadi kamu kerja sama Askar? Kenapa nggak lanjutin prusahaan kak mahesya aja?" Tanya Rey membuat Nabila reflek menginjak kaki Rey. "Oh jadi Ayah kamu punya perusahaan juga?" Tanya Askar. "Mas Aku udah selesai lagian kayaknya mbak sefti sama pak Very juga udah naik aku duluan ya" kata Nabila. Nabila tak menjawab pertanyaan Askar namun malah mengalihkan dan pergi. Namun Askar tak mengambil pusing jadi dia lebih memilih untuk melanjutkan obrolan kecil dengan Rey. Hitung-hitung pendekatan sama calon paman wkwk. "Oh iya kak, kakak kok bisa di sini juga sih? "Tanya Askar. "Emm... jadi ini hotel ku dan kebetulan tadi ada metting sama keliyen di sini. Eh tiba-tiba ketemu ponakan sama calon suami ponakan hahaha..." goda Rey yang mengingat kekonyolan Askar yang menyebutnya calon suami Nabila. "Jangan gitu dong kak aku kan jadi malu..." kata Askar yang wajahnya sudah mulai memerah. "Oh iya kar kayaknya aku pernah liat kamu sebelumnya?" tanya Rey yang memang merasa sangat familiar dengan wajah Askar. "Aku CEO di prusahaan Wijaya" jawab Askar. "Oh jadi kamu anaknya pak wijaya" kata Rey sedikit terkejut. "Hehehe.. iya kak".

__ADS_1


"Oooh pantes Aja kaya nggak asing-asing banget. Berarti kita pernah beberapa kali ketemu dong" kata Rey yang mengingat beberapa kali melakukan metting bersama dengan perusahaan wijaya. "Emang iya ya kak? Kok aku kaya nggak pernah liat kakak" tanya Askar yang seperti orang bodoh. "Iya" kata Rey pendek. "Ya udah kak aku Naik dulu nggak enak sama yang lain" kata Aakar berpamitan. "Oke.. moga betah ya di sini" jawab Rey sambil berdiri.

__ADS_1


Saat Askar tiba di depan kamarnya dia melihat Nabila sedang berdiri dengan berkacak pinggang dan muka terlihat sangat kesal. "Mas Askar ngomong apa aja sama kak Rey lama bener?" Tanya Nabila antusias. Dia khawatir Askar akan membahas tentang perusahaan Mahesya. Karena dari dulu dia memang kurang suka kalau identitas keluarganya di ketahui oleh banyak orang. "Kepo!" Kata Askar sengaja ingin membuat Nabila kasal. "Ni orang di tanyain bener-bener juga" gerutu Nabila kesal. "Emmm pengen tau aja apa pengen tau banget?" Goda Askar lagi. "Ish orang ini. Pengen tau banget.. nget...nget...nget..." kata Nabila yang sudah benar-benar kesal. "Tanya aja ama kak Rey.. hahaha..." kata Askar sambil berlalu.

__ADS_1


__ADS_2