Sekretarisku Idamanku

Sekretarisku Idamanku
Amborsy resto dan masa lalu


__ADS_3

         Ini adalah minggu ke 6 Nabila kerja. Dan itu berarti dirinya sudah bekerja selama satu setengah bulan. Dan selama itu pulalah kedekatan antara Nabila dan Askar semakin menjadi. Askar yang menjadikan Seva sebagai alasan untuk bertemu lebih sering dengan Nabila merasa sangat bahagia, bahkan sempat terpikir di benaknya untuk menyatakan perasaannya pada Nabila. Namun dirinya tak yakin dan masih terauma dengan masa lalu SMAnya yang menyedihkan. Dia berpikir wanita itu sama saja tak ada bedanya. Sama-sama egois dan menganggap dirinya benar. Tak mau di salahkan, begitulah pikiran Askar selama ini. Perlahan tapi pasti hati askar mulai terbuka untuk wanita. Dan yang askar harapkan masuk kehatinya suatu nanti adalah NABILA.


Hari ini Askar dan Nabila akan ada metting di Amborsy resto. Sebenarnya Askar sedikit enggan untuk masuk ke resto itu karena akan mengingatkannya kepada mantan kekasihnya waktu SMA yang dua tahun lalu masih nyangkut di hatinya. Dan kini ia kembali mengingat semuanya. Sungguh ingin lari sejauh mungkin saja bagi Askar. Namun dia juga tak ingin membuat perusahaannya gulung tikar karena egonya karena metting kali ini membahas tentang bisnis bernilai puluhan miliar, hingga akhirnya dia juga menurut saja. Selama kurang lebih 20 menit mereka menunggu. Nabila hanya sedang memperdalam materi yang akan ia sampaikan tanpa merisaukan bosnya yang dari tadi berisik sekali. "Na, mereka serius nggak sih mau metting. Kenapa sampai sekarang belum juga sampai?" Tanya Askar gelisah namun tak mendapat respon dari Nabila. "Na!" Katanya lagi dan menyadarkan Nabila. "Ya allah pak brisik banget sih Nabila jadi nggak konsen nih" gerutu Nabila. "Kita cuma berdua loh na" kata Askar geram. "Terus" jawab Nabila singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet. "Ya kamu jangan panggil aku pak napa"kata Askar yang sudah melupakan bahasa formalnya. "Masih jam kantor" kata Nabila Dan lagi-lagi tanpa menoleh ke arah Askar. Melihat Nabila yang seakan-akan menganggap dirinya tak ada Askarpun langsung nerebut tablet dari tangan Nabila. "Aww.. sakit pak. Kasar banget jadi orang" kata Nabila yang seakan lupa berbicara dengan siapa. Namun benar saja kata Nabila saking kasarnya Askar mengambil tablet dari tangan Nabila menyebabkan kuku panjang tangan Nabila patah dan berdarah. "Ya ampun na maafin mas ya" kata Askar khawatir. Askar sudah terbiasa memanggil dirinya mas saat bersama Nabila, saat tak ada rekan kantor pastinya. "Makanya jangan kasar-kasar napa. Tuh liat.." kata Nabila jengkel. "Ya udah mas obatin ya" kata Askar perhatian. "No..no..no, nggak usah lagian pak very dan sekertarisnya udah datang tuh. Nabila pake plester ini aja" kata Nabila sambil membuka bungkus plester. Askar yang melihat Nabila kesusahan langsung bergegas membukakan dan memakaikan plester di tangan Nabila yang berdarah. "Ehm.. perhatian bener" tiba-tiba suara lelaki yang agak berat mengagetkan Nabila dan Askar. "Em enggak kok ini tadi pak askar bantuin saya pakai plester doang" kata Nabila sambil menepis tangan Askar yang maaih sibuk memasangkan plester di tangan Nabila. "Udah kali bro, nggak usah di elus-elus gitu... perhatian bener sama sekretaris. Apa.. jangan-jangan lebih dari sekertaris" kata very menyelidiki. Ya pemilik suara berat tadi very sahabat Askar waktu 2 tahun kuliah di Amerika. "Enggak enggak dia sekretaris ku. Jangan ngaco kamu. Lah kamu itu bawa siapa?" Tanya Askar penasaran. Karena sedari tadi wanita yang berada di belakang very terus saja menunduk dan rambutnya menghalangi penglihatan Askar dan Nabila. "Oh iya ini sekretarisku. Plus calon tunanganku" jawab very santai. "Oh ya?" Tanya Askar tak percaya. "Em.. sayang perkenalkan diri kamu" kata very yang bertujuan untuk wanita di belakangnya. "Sef..sefti" jawab wanita yang berada di belakang very sambil mendongakkan kepalanya. Seketika tubuh Askar kaku bagai besi berkarat yang tak bisa di gerakkan lagi saat melihat wajah wanita yang very bilang calon tunangannya. Sekuat tenaga dia bersikap seperti biasanya. Dan setelah beberapa lama akhirnya dia membuka suara. "Oh iya salam kenal sefti. Askar"


__ADS_2