Sekretarisku Idamanku

Sekretarisku Idamanku
Bogor dan satu botol berdua.


__ADS_3

 

__ADS_1


Sampai di tempat survey mereka segera mengerjakan apa yang harus kerjakan. Yaa hanya memeriksa apa tempat ini cocok untuk mengaplikasikan presentasi Nabila beberapa hari lalu. Setelah selesai dengan surveynya. Mereka istirahat sebentar di bawah pohon yang rindang. Yaa tempat mereka melakukan survey ada di daerah seperti hutan namun di pinggir jalan mereka memang sengaja mencari tempat yang masih asri begitu. Saat sudah duduk Nabila membuka tutup botol air mineral yang dia ambil dari ranselnya, Namun sebelum dia meminumnya botol air mineral itu sudah di rebut Askar dan langsung di minumnya. "yaah.. pak itu kan minuman saya!" degus Nabila kesal. "hahaha... rasain tuh aku kerjain" batin Askar. Askar tak bergeming dia masih tetap meminum air mineral itu hingga hampir setengah botol. Lagi-lagi Nabila mendegus kesal. "Orang kaya.. masak air mineral gitu aja nggak mampu beli sih" gerutu Nabila lirih namun masih terdengar oleh Askar. "Udah berani ya... ngarain bosnya" sindir Askar. Nabila tak memperdulikan Askar dia langsung mengambil botol air mineral dari Askar dan meminumnya sampai habis. Terpaksa! iya Nabila terpaksa meminum bekas milik Askar karena dia hanya membawa satu botol air minum saja. Kalau mau membeli di warung di tempat itu pasti Nabila sudah pingsan duluan karena warungnya cukup jauh dan cuaca sangat panas. "Dia meminum air bekasku?" batin Askar heran. "Ehem... ciee yang minum satu botol berdua..." goda Very. Namun tak ada jawaban dari keduanya. Nabila memilih melihat pemandangan sekitarnya yang masih bersih dan menyejukan hati dan pikiran. Tanpa sadar Askar mengelap kening Nabila yang berkeringat dengan tisu di tangannya. Seakan menyetujui Nabila tak berontak sama sekali karena sedang terbawa suasana lingkungan yang menyejukan itu. Namun malah Sefti yang memandang heran kepada keduanya. "sepertinya cinta kalian sudah sangat dalam sehingga Askar seperhatian itu pada Nabila" batin Sefti. Nabila berdiri berjalan menuju taman di seberang jalan. Dia duduk di gazebo taman tersebut sambil bermain bunga mawar yang ada di sebelahnya. "Sejuk ya di sini?" kata seseorang. "iya sangat menyejukan hati dan pikiran... rasanya aku pengen punya rumah di sini nantinya kalo aku udah nikah" jawab Nabila tanpa berpaling dari bunga mawar yang sedang di pegangnya. Hingga dia tersadar. "Hah! pak Askar... maaf pak saya malah curhat" kata Nabila terkejut sekaligus malu. Dia tidak tau kalo yang tadi bertanya dan di beri curhatannya adalah bosnya Askar wijaya. "Tidak papa. oh iya sekarang kita sedang berdua jadi panggil saja mas... aku merasa tua sekali kalo kamu panggil aku pak" ralatan Askar tentang panggilan Nabila padanya. "Maaf tadi aku main minum air minum kamu tanpa izin" ucap Askar. Dia merasa bercandaannya tadi sudah keterlaluan. "Oh nggak kok pak. lagian cuma air minum doang kok" jawab Nabila dengan senyum manisnya. Namun bukannya ikut tersenyum Askar malah mencebikan bibirnya kesal. "kok pak lagi sih!" gerutunya. "Oh iya maaf mas aku lupa" jawab Nabila kikuk. Setelah berbasa-basi cukup lama mereka akhirnya terbawa suasana dan melupakan setatus mereka di perusahaan yaitu Ceo dan sekretaris Ceo. Mereka berbincang seolah berbincang bersama temannya saja.

__ADS_1


hai kak... jangan lupa like n komennya votenya juga ya...

__ADS_1


 

__ADS_1


__ADS_2