
"Tanya aja ama kak Rey.. hahaha..." kata Askar sambil berlalu. "Ih dasar bos rese' masak di tanyain kaya gitu aja nggak mau jawab" degus Nabila. Askar yang mendengarpun cekikikan. "Mas denger loh Na" kata Askar mulai menggoda lagi. "Bodo' Salah siapa rese' "kata Nabila sambil berlalu ingin ke kamarnya. "Kamu bilang Apa?" Tanya Askar dari pintu kamar. "Bos rese'" kata Nabila tanpa melihat arah Askar. "Apa mas ganteng? Jawab Askar dngan PDnya. "Ihk... dasar bos rese' rese' rese'" jwab Nabila sambil masuk ke dalam kamarnya karena sudah tidak mau menuruti godaan Askar lagi. Askar mendengar degusan kekesalan Nabila pun tertawa puas sekali. Dari dalam kamar mandi Very keluar karena mendwngaar Askar tertawa puas sekali. Ya Askar dan Very satu kamar namun Nabila san Sefti beda kamar karena Nabila di sediakan kamar khusus dari kak Rey. Awalnya dia menolak tapi kak Rey terus memaksa yah dengan berat hati dia masuk ke kamar sebelah kamar Askar dan Very. Very yang melihat Askar masih saja tertawa macam orang gila pun melemparinya dengan handuk bekasnya dia pakai. "Rese' kamu. Bau tau nggak" kata Askar kesal karena kebahagiaannya terganggu. "Lagian kamu masuk kamar bukannya salam malah ketawa-ketiwi kaya orang gila tau nggak"kata Very sambil memandang Askar secara intens "Kenapa liatin aku sampei segitunya. Awas nanti naksir hahaha..." kata Askar menyadari tatapan Very yang bagai ingin memakannya. "Aku takut aja kamu ketempelan hantu di restoran tadi" ucap Very ngasal. "Rese' kamu... nggak tau aja ada orang lagi bahagia..."kata Askar sumringah. "Kenapa?" Tanya Very dengan tatapan heran unruk kali ini. "Nabila lucu banget ternyata hahaha..." kata Askar di sambung dengan tawanya lagi. Very yang jengah sekaligus tak mengerti apa yang temannya bicarakan pun akhirnya berlalu. Dia bergidik ngeri takut apa yang ia perkirakan benar Askar ketempelan hantu di restoran. Atau ketempelan virus bucinnya Nabila. Akh... bodo' lah, pikir Very. "Oh iya kamu sama Nabila kapan nikahnya?" Tanya Very yang sudah bosan dengan tawa Askar yang menurutnya tidak jelas itu. "Uhuk...uhuk..." Askar yang sedang meminum air es yang baru saja di ambilnya tersedak. Ternyata apa yang selama ini dia takutkan benar-benar terjadi. Pertanyaan yang ia selalu usahakan untuk di hindarinya kini terucap sendiri dari mulut sahabatnya. Yah.. mau siapa lagi yang bertanya masalah itu. Toh cuma Very sama Sefti yang masih percaya masalah itu. "Kamu kenapa? Di tanya gitu aja udah kesedak. Makanya kalo minum itu baca doa dulu" kata Very yang merasa Aneh dengan sahabatnya itu. "Nggak papa. Oh masalah itu, nanti kamu juga bakal dapet undangannya kalo udah deket waktunya" jawab Askar secuek dan semeyakinkan mungkin agar dapat di percayai oleh sahabatnya. "Ya udah deh aku mau solat isya' dulu. Kamu udah?" Tanya Askar yang sebenarnya mengalihkan topik pembicaraan. "Udah" jawab Very pendek dan beralih menatap ponselnya. "Oooh" askar hanya ber oh ria saja mendengar jawaban cuek Very.
__ADS_1
Di kamar lain lebih tepatnya di kamar samping milik Askar. Nabila sedang memikirkan cara bagaimana nanti caranya menghadapi berbagai pertanyaan yang mungkin akan di ajukan oleh sang paman karena ulah Askar. "Ish.. semua ini gara-gara mas Askar. Gimana nanti kalau kak Rey percaya..." dumelnya sambil mondar-mandir. Ia benar-benar bingung. Kalau Very dan Sefti mungkin masih biasa saja tapi ini pamannya dan kemungkinan besar dapat langsung tersampaikan pada Ayahnya. "Telfon nggak ya? Telfon nggak ya?"
__ADS_1
Jangan lupa like komen n votenya ya kakak-kakak ku cuyung....
__ADS_1