
Askar langsung bergegas naik ke mobilnya. Namun sebelumnya "Bi siti nanti tolong bilang sama pak luki tolong mobil itu di masukin garasi. Ini kuncinya" kata Askar sambil menyerahkan kunci mobil Nabila pada bi siti. "Iya den. Oh iya aden nanti mau makan apa biar bi siti buatin?" Tanya bi siti. "Em tidak perlu bi mungkin Askar akan pergi lumayan lama dan sepertinya masakan Nabila tadi masih kan? jadi tolong jaga Seva aja ya bi" kata Askar "iya den masih tadi bibik simpen di kulkas"jawab bisiti. "Kalo gitu Askar berangkat dulu ya bi kalo ada apa-apa langsung telepone Askar"kata Askar kemudian masuk ke mobilnya dan jalan begitu saja. Nabila hanya diam di dalam mobil ia merasa sangat canggung. Karena baru pertama kali ini dia di antar oleh laki-laki yang bukan mahramnya. Askar menyadari kecanggungan itu namun dia tak berniat sama sekali untuk memulai percakapan. Hingga akhirnya Askar bertanya alamat Nabila. "Rumah kamu mana na?" Tanya Askar. Anehnya Askar takpernah memanggil Nabila dengan kata "bil" atau "la" dia selalu memanggil Nabila dengan kata "Na" memang aneh tapi nyata. "Em di gang itu tu pak nanti belok kiri Nah itu rumah saya" jawab Nabila semangat. "Ralat.. rumah ayah bunda saya" katanya lagi. "Kamu itu lucu Na. Kamu beda dari yang lain. Andai saja aku bisa.." batin Askar yang sudah mulai ngaco. "No..no..no.." kata Askar tiba tiba dengan menggeleng gelengkan kepalanya membuat Nabila penasaran. "Bapak kenapa geleng-geleng gitu. Lagi dzikir?" Tanya Nabila polos.
"Eng..enggak kok. Kamu cantik" kata Askar keceplosan. Seketika wajah Nabila memerah. Wajahnya yang putih terlihat bagai di blus on karena malu. "Ya ampun bodoh kamu kar" batin askar menyumpah nyerapahi dirinya sendiri.
__ADS_1
"Em sorry maksud aku kita udah sampai" jawab askar salah tingkah.
"Em.. oh ya.... em bapak mau mampir dulu nggak"kata Nabila kikuk. "Enggak lah" jawab Askar singkat. "Kenapa?" Tanya Nabila seperti orang bodoh. "Karena kamu masih panggil aku pak. Udah sana turun aku mau pulang" kata Askar sewot. "Oke" jawabnya singkat. Setelah Nabila turun dari mobil Askar tak kunjung jalan juga. "Kenapa belum jalan katanya mau pulang?" Tanya Nabila heran. "Nggak mau berterimakasih gitu" kata Askar.
__ADS_1
Deg... entah mengapa hati askar kelewat senang mendengar kata "mas" di ucapkan oleh Nabila. Karena dirinya hanya meminta di panggil kak namun Nabila malah memanggilnya mas. "Oh iya, Nanti aku sampaikan. Assalamu'alaikum" ucapnya mengakhiri. Nabila terbengong menatap kepergian Askar. "Kenapa dia jadi lembut banget. Jadi aku harus panggil dia mas gitu biar dia nggak se dingin itu" kata Nabila.
"Siapa yang harus kamu panggil mas!?" Tanya bunda yang tiba tiba sudah berada di samping Nabila. Dan mengejutkan Nabila. "Astaghfirullah bunda ngagetin Bila aja deh" kata Nabila terkejut. "Yang harusnya bilang Astaghfirullah itu bunda. Anak perawan bunda satu-satunya pulang malem-malem sama anak laki-laki yang bukan Mahramnya" kata bunda ketus. Sebenarnya bunda tidak tega berkata dengan ketus pada anak kesayangannya Namun beliau tidak ingin anaknya kelewatan dengan pulang malam di antar seorang laki-laki bukan Mahramnya dan sejak tadi pagi tidak memberi kabar kerumah. "Maaf bunda tadi ada urusan kantor jadi bila sampai lupa ngabarin bunda" kata Nabila merasa bersalah. "Oke. Bunda bisa toleran untuk sekali ini. Dan bunda harap ini jadi yang terakhir kalinya"jawab bunda dengan Nada yang lebih halus dari sebelumnya. "Iya bunda bila janji. Tapi bunda jangan marah lagi ya?" Rayu Nabila. Senjata Nabila saat bundanya marah adalah dengan menampakan wajah paling manisnya yang pastinya akan membuat bunda takluk. "Iya. Sekarang kamu bersihin badan salat isya terus makan. Bentar lagi ayah pulang" kata bunda perhatian. Nabila dan bunda masuk ke rumah, Nabila langsung Naik ke lantai atas menuju kamarnya.Dalam hatinya ada perasaan merasa bersalah karena telah membuat orang tuanya khawatir.
__ADS_1