Sekretarisku Idamanku

Sekretarisku Idamanku
Menyebalkan


__ADS_3

           Sesampainya Nabila di alamat yang di kirim Askar ke email miliknya di menelpon nomor yang tadi menghubunginya. Setelah hubungan selulernya terhubung terdengar suara dari seberang telepone. "Ya kamu di mana?"


"Saya sudah di depan rumah nomer 58 pak" jawab Nabila. "Ya sudah cepat masuk!" Perintah Askar.


"Iya.. iya... nggak usah marah-marah juga kali" jawab nabila dan di susul gerutuannya. Sambungan teleponnya ternyata belum putus dan mengakibatkan Askar mendengar gerutuan Nabila.


"Kamu bilang apa barusan" tanyanya penuh selidik. "Akh.. sudahlah cepat masuk atau kamu mau di pecat?" Tanyanya penuh penekanan. "Iya iya bentar" kata nabila kesal dan langsung memutuskan sambungan teleponenya. "Emang gitu ya kalo jadi bos. Enak banget kalo cuma bisa nyuruh.. eh tidak lebih tepatnya maksa... argh.." gerutu nabila kesal.

__ADS_1


***


     Nabila sudah berada di depan pintu rumah Askar. Rumahnya cukup besar namun Nabila tak mendengar ada suara... sangat sepi. Sempat terpikir apakah bosnya sedang mengerjainya?. Namun dia segera menepis pikiran itu dan langsung menekan bel yang ada di samping pintu.


Ting...tong...ting...tong... (kirakira kaya gitu lah ya bunyi belnya. Hehehe..)


 Nampak seorang wanita paruh baya mengenakan pakaian mirip seorang pembantu membukakan pintu. "Assalamu'alaikum. Benarkah ini rumah pak askar?" Sapa Nabila memastikan. "Oh iya wa'alaikumussalam silakan non sudah di tunggu dari tadi sama den Askar" jawab wanita yang Nabila prediksi umurnya sekitar 35an tahun. "Oh ya? Terimakasih" kata Nabila setelah di persilakan masuk. Nabila mengikuti langkah wanita itu yang ternyata bernama siti. "Silakan masuk non den askar sudah menunggu di dalam" kata bi siti mempersilakan.

__ADS_1


***


   "Assalamu'alaikim" salam Nabila sambil memgetuk pintu ruangan yang di tunjukan bi siti tadi. "Ya masuk" terdengar jawaban dari dalam.


Nabila masuk kedalam ruangan. "Em.. permisi pak ada apa ya memanggil saya?" Tanya Nabila. "Kenapa lama sekali" bukanya menjawab Askar malah mengintrogasi Nabila. Dan itu membuat Nabila kesal. "Jalannya macet pak, lagian saya kan juga harus cari alamat rumah ini dulu" jawab nabila sambil menahan kesal. "Ya sudah kamu masakin saya. Saya lapar!" Kata askar mengejutkan Nabila. "Ya Allah pak... anda repot repot memanggil saya hanya ingin di masakan. Kenapa tidak minta bi siti saja yang memasakan" jawab nabila sambil menggeleng gelengkan kepalanya. "Sudah jangan banyak Nanya. Apakah windi belum memberi tahu tugasmu?" Tanya Askar ketus.


"Kamu harus membatu saya dalam urusan kantor maupun pribadi"

__ADS_1


"Saya harus membantu bapak dalam urusan kantor maupun pribadi" mereka mengucapkan kata itu bersamaan dan membuat mereka malu sendiri. "Ya sudah sana cepat masak. Kamu mau saya mati kelaperan" kata Askar menutupi malaunya.


"Tapi apa ini juga bagian dari tugas?" Tanya Nabila bingung. "Ya" jawab Askar tanpa berpaling dari laptopnya. Nabila sangat kesal karena seperti sedang berbicara kepada batu. Tanpa berkata lagi Nabila langsung pergi begitu saja. Padahal sebenarnya dia bingung harus ke arah mana dia berjalan namun dia enggan untuk bertanya, kelakuan Nabila membuat Askar tersenyum tipis. "Dasar wanita aneh. Dia bahkan tak tau dimana dapur tapi dia tak mau bertanya padaku. Sudahlah lagian apa peduliku" kata askar dan mulai bergelud kembali dengan Laptopnya.


__ADS_2