
Askar dan Nabila sudah berada di mobilnya, tanpa menunggu lama Askar langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi. Askar tak sadar bahwa mereka ke tempat survey bukan hanya berdua melainkan ber 4. Lalu di mana yang dua?. Askar tak terlalu memperdulikannya yang dia tau dia harus segera sampai di hotel tempat mereka menginap. Sebelum sampai di hotel Askar menghentikan mobilnya di salah satu toko fashion dia turun tanpa mengajak Nabila. "Loh mas kok berhen..." belum selesai Nabila berkata Askar sudah tak ada di depanya Askar sudah menuju pintu utama toko fashion tersebut. "Mau ngapain tuh orang. Sebodo amat lah, lebih baik aku tidur aja dulu lagian kayaknya hotel masih jauh" gumam Nabila pada dirinya sendiri. Tak lama kemudian Askar sudah kembali ke mobilnya dengan menenteng 2 paper bag yang isinya bajunya dan baju Nabila pastinya. "Nih Na mas beliin kamu ba..." Askar tak menyelesaikan kata-katanya karena dia menoleh ke arah Nabila yang sudah tertidur. Ya Nabila sudah tidur lagi, mungkin efek menstruasi kali ya wkwk. "Udah molor lagi aja tu kucai, tapi kalo di lihat-lihat kamu emang cantik banget Na. Kamu juga sopan dan selalu menjaga kesucianmu" kata Askar memuji Nabila. Namun tak ada jawaban (yaiyalah kan Nabila lagi tidur thor gimana sih ;v wkwk). Askar segera melajukan mobilnya lagi menuju hotel.
__ADS_1
Sementara di tempat lain Very sedang mengumpat kesal pada Askar. Bisa-bisanya dia dan Sefti di tinggal. "Sialan si Askar bisa-bisanya aku di tinggal gitu aja!" Gerutunya. Sementara Sefti masih melongo tak percaya Askar benar-benar melupakan keberadaan dirinya dan juga Very. Keterlaluan sekali, batin nya. "Sayang kita pesen taxi online aja ya?" Tanya Very pada Sefti. Dan hanya di jawab dengan anggukan oleh sefti. Dia masih tak percaya dengan perlakuan Askar yang begitu manis pada Nabila. Tak lama taxi online segera datang dan mereka langsung menuju hotel di mana mereka menginap.
__ADS_1
Askar dan Nabila sudah sampai di tempat mereka menginap. Di sana tertera dengan jelas nama hotel "MAHARDIKA". Hotel mahardika adalah salah satu hotel bintang lima di daerah bogor. Bukan hanya fasilitas yang lengkap namun juga pemandangan yang indah yang dapat di lihat dari tiap-tiap jendela kamar tiap lantai. Askar yang melihat Nabila masih tertidur dengan pulas merasa kasihan jika harus membangunkannya. Namun dia juga tidak mungkin menggendong Nabila menuju kamarnya, bisa jadi fitna kan... Akhirnya Askar membangunkan Nabila dengan halus sambil sedikit menepuk bahu nabila. "Na... bangun udah sampai" kata Askar dengan halus Nabila mengeliat dan menguap khas orang baru bangun tidur. "Hoam...,udah sampai ya?" Kata Nabila dengan suara serak khas orang bangun tidur. "Iya kamu nyenyak banget kayaknya tidur di mobil aku"kata Askar dengan PDnya. "Kata siapa? Aku itu tidur karena ngantuk. Bukan karena mobil mas yang nyaman" kata Nabila mencari Alasan. Namun hanya di balas dengan senyuman oleh Askar. "Oh iya mas mbak Sefti sama Pak Very mana?" Tanya Nabila yang menyadari bahwa dirinya hanya berdua dengan Askar. "Ooh very sama sefti..." jawab Askar enteng karena belum sadar sepenuhnya dengan pertanyaan Nabila. "Hah! Very sama sefti... mereka masih di tempat tadi!" Seru Askar karena terkejut. "Ya ampuuun!" Kata Nabila sambil menepuk jidatnya sendiri. "Kok bisa si mas?" Lanjut Nabila. "Tadi mas terlalu cemas sama kamu makannya nggak inget sama mereka" jawab Askar ngasal dan tak menyadari dengan ucapannya. "Upss ralat maksud mas, tadi mas kasihan sama kamu jadi lupa sama mereka" ralat Askar yang tersadar dengan ucapannya. Blussss... muka Nabila merah karena malu. Namun dia segera menetralkan lagi suasana hatinya. Toh Askar cuma salah ngomong, begitu pikirnya. "Ya udah kita susul mereka lagi aja" kata Askar langsung di angguki Nabila. Sebelum Askar memutar mobilnya tiba-tiba Nabila melihat Very dan Sefti turun dari taxoll. "Nah itu pak Very sama Mbak Sefti" ucap Nabila sambil menunjuk ke arah mereka berdua. "Ya udah yuk turun. Aku jadi nggak enak sama mereka" ajak Askar. Tanpa menjawab Nabila segera membuka pintu mobil dan turun.
__ADS_1