
"Aku nggak bisa jelasin sekarang mungkin lain kali ya bro... soalnya ada metting lagi ni. Aku jalan dulu ayo calon istriku"kata Askar mengajak Nabila. "Assalamu'alaikum" kata Askar dan Nabila serempak." Wih gile kamu berdua belum nikah aja salam udah kompak banget. Cocok emang kalian berdua. Wa'alaikumsalam" jawab Very
***
__ADS_1
"Ih mas ngapain sih bilang aku calon isteri mas" kata Nabila marah. "Maaf Na soalnya aku nggak suka Very kepo masalah kita. Ups sorry masalah aku sama kamu" jawab Askar sedikit merasa bersalah. Sebenarnya dia juga bingung antara cemburu melihat Nabila berbicara pada laki-laki lain atau karena dia ingin sedikit membalas Sefti yang jelas dia ingin mengucapkan itu. "Tapi nggak gitu juga kali mas...
Aku kan bukan apa-apanya kamu. Mau di taruh di mana muka aku kalau orang kantor tau masalah ini. Atau sewaktu waktu pak Very dateng terus dia manggil akau dengan sebutan tadi gimana?" Kata Nabila ketus. "Sebutan yang mana?" Goda Askar. Dia ingin mendengar kata calon isterinya lagi dari mulut manis Nabila. "Iih itu loh yang tadi mas Askar ngomong" kata Nabila geram. "Yang mana sih aku lupa" kata Askar masih menggoda Nabila. "Itu loh yang bilang calon eem nya mas Askar" kata Nabila tak sabar. Askar semakin semangat menggoda Nabila. "Perasaan mas tadi nggak bilang eem deh" kata askar pura-pura bodoh. "Iiih itu loh yang bilang calon isteri mas Askar" jawab Nabila yang sudah benar-benar di puncak sabar. "Hahahaha... kamu lucu Na kalo lagi marah gitu" gelak askar. Pipi putih Nabila kini sudah di hiasi dengan merahnya karena malu. "Udah ketawanya?" Tanya Nabila setelah Askar menyudahi tertawanya. "Sorry... sorry.. lagian kamu lugu banget sih" kata Askar masih menyisakan tawa kecilnya. "Udah ah buruan Nabila laper nih" kata Nabila sambil mengerucutkan bibirnya. "Iya.. iya jangan manyun gitu dong makin imut kamunya" kata Askar yang tak berhenti menggoda Nabila. "Emm gimana kalo kita makan dulu aja" kata Askar kemudian. "Enggak ah mas Nabila makan di kantin kantor aja. Nggak enak kalo ada yang liat. Entar di kira bila godaain mas lagi" tolak nabila dengan alasan yang cukup masuk akal. "Alasan bilang aja kalo nggak mau" lirih askar namun masih sedikit terdengar oleh Nabila. "Ehmm nabila denger loh mas" kata nabila menyindir. "Denger apa?" Elak askar. "Udah deh terserah.... kalo di perpanjang ribet kapan kita pulangnya" kata nabila tak ingin memperpanjang masalah. "Pulang kemana?" Lagi-lagi askar membuat Nabila geram. "Ih mas... aku udah laper nih kalo mas nggak jalan juga aku naik taksi aja" kata Nabila sambil berusaha membuka pintu. "Iya.. iya aku jalan nih" jawab askar karena merasa nabila benar-benar marah.
Tiba-tiba Askar mendekatkan wajahnya pada wajah Nabila. Tanpa aba-aba Nabila langsung memejamkan matanya. "Mas Askar mau ngapain. Ya allah lindungi hamba" batin Nabila. "Kamu ngapain tutup mata segala? Ngarep di cium sama aku." Kata Askar jahil. "Em enggak kok. Lagian mas ngapain majuin muka mas gitu. Aku nggak mau zina mata jadi aku merem aja" jawab Nabila masih dengan memejamkan matanya, beralasan. "Udah.. makanya lain kali jangan lupa sabuk pengaman di pake" kata Askar yang di jawab dengan anggukan oleh Nabila. "Na kamu makin cantik kalo lagi tutup mata gitu" batin Askar. "Kamu ngapain masih tutup mata gitu"
__ADS_1
"No..no..no.." jawab Nabila mengakhiri pembicaraan. Askar melajukan mobilnya dengan hati yang bahagia. Dia merasa Nabila bisa menjadi pengubah mood menjadi baik.
***
Saat jam menunjukan pukul 04:12 Nabila bersiap untuk pulang. Tak lama kemudian Askar keluar dari ruangannya berarti Nabila sudah waktunya pulang.
__ADS_1
"Sampai jumpa besok pak. Assalamu'alaikum" kata Nabila saat berpisah dengan Askar di parkiran. "Wa'alaikumsalam" jawab Askar dan segera masuk ke dalam mobilnya.