Sekretarisku Idamanku

Sekretarisku Idamanku
Interviu


__ADS_3

     Hari ini adalah hari yang dinantikan oleh Nabila. Ia akan menginjakan kakinya di dunia yang berbeda. Bukan lagi sebagai mahasiswa yang harus membebani kedua orang tua dengan biaya yang di tanggungnya. Namun dia akan menjadi orang yang mampu sedikit mengurangi bebab kedua orang tuanya dengan bekerja dan sedikit mengurangi biaya yang akan dia gunakan untuk S2nya di luar negeri. Sebenarnya untuk biaya kuliah Nabila bukanlah suatu yang sulit bagi keluarganya. Namun itulah Nabila dia tidak ingin terlalu bergantung dengan keluarganya.


***


     Saat tiba di depan gedung yang menjulang tinggi bak pencangkar langit Nabila sempat terkagum-kagum dengan bentuk arsitektur gedung didepannya kini. Sungguh indah. Dan baru pertama kali Nabila menjumpai gedung seperti itu.


Kekagumannya pada gedung tersebut terhenti ketika suara klakson mobil yang sangat keras dan angkuh(bila saja dia orang) terdengar di telinganya.


"Ya allah bising sekali mobil itu"

__ADS_1


"Woy kamu budek apa yak. Minggir aku mau parkir nih!" Suara yang paling kasar yang pernah sampai ke telinga Nabila.


"Iya sebentar"jawab Nabila dengan halusnya. Kemudian Nabila melanjutkan jalannya menuju ruang HRD yang di katakan mbak Windi di chat wa kemarin sore. Ruangan itu ada di lantai 2 dari sekian banyaknya ruangan di dalam gedung tersebut.


     Saat sudah berada di depan lift Nabila ingin memencet nomor 2 yang berarti bahwa dia ingin naik ke lantai dua,tiba-tiba tangannya berpapasan dengan tangan seorang laki-laki yang ternyata juga ingin ke lantai dua.


"Astaghfirullah..."kata Nabila kemudian.


"Kamu yang tadi ngehalangin jalan mobilku ya!" Sambung laki-laki tersebut.

__ADS_1


"Emm maaf kak aku nggak sengaja" jawab Nabila tanpa melihat orang yang berbicara padanya. Karena kini mereka berdua ada dalam satu lift yang sama. Dan benar-benar hanya mereka berdua.


Ting.. lift terbuka dan itu berarti keselamatan bagi Nabila.


Nabila melangkahkan kakinya ke arah kiri namun tiba-tiba kakinya terkilir dan dia terjatuh ke arah belakang. Namun badannya belum sampai jatuh sudah ada pangeran penyelamat yang menopang tubuhnya.


***


"Astaghfirullahal'adzim" kata Nabila saat ia sadar dari tatapannya dengan laki-laki itu selama mungkin 5 detik.

__ADS_1


"Oh maaf kak aku nggak sengaja, tolong lepaskan kak" kata nabila tetap dengan nada bicaranya yang halus."oh iya" kata laki-laki itu tetap dengan nada bicara dan tatapan dinginnya. "Makanya kalo jalan liat-liat"


"Iya kak sekali lagi aku minta maaf. Dan terima kasih" kata nabila lagi. Tanpa menunggu jawaban dari laki-laki tersebut Nabila segera berjalan menuju ruangan HRD. Dalam perjalanan Nabila masih terus beristighfar "astagh firullah hal'adzim". Nabila selalu beristighfar karena merasa telah melakukan dosa besar karena bertatapan dengan laki- laki yang bukan mahram nya. Dan menurutnya dengan istighfar dia bisa sedikit memohon ampun pada Allah. "em tapi siapa sih dia kenapa dia ke sini juga. jangan- jangan dia juga mau interviu juga. Lah bodo amat deh" gerutu Nabila dalam hati. (Ya jelas di dalam hati lah kalo dia ngomong sendirian nanti dikira orang sedeng lagi). Tak terasa Nabila akhirnya sampai di depan ruang HRD. Nabila agak gugup, namun dia berusaha menetralkan perasaannya.


__ADS_2