
Setelah menjalani aktivitas kesehariannya akhirnya Nabila bisa kembali menidurkan tubuhnya yang penat ke ranjang kesayangan nya. Besok adalah hari weekend nya. itu artinya dia bisa menghabiskan waktunya bersama sang Bunda. ya bunda Elena. Bunda dari Nabila yang sangat perhatian pada Nabila. Nabila memang bisa memasak. Namun sejak dirinya sedang sibuk berurusan dengan sekripsinya dia dan bundanya tak bisa sesering dulu untuk memasak bersama bunda.
"oh iya aku belum solat isya'" kata Nabila yang sudah ter sadar dari lamunannya. Nabila segera bangkit dari baring nya dia segera berlari ke kamar mandi untuk wudhu. mengingat sebentar lagi waktu maghrib habis.
"Rabbana atina fiddunya khasanah wafil akhirati khasanatau waqina adza bannar wal hamdulillahi rabbil 'alamiin aamiin" akhir doa yang di panjatkan Nabila pada sang pencipta.
***
__ADS_1
"bila... Nabila... sayang, turun yuk makan malam. bunda udah siapin makanan kesukaan kamu" ucap bunda Nabila sambil menggedor pintu dengan pelan. Tak kunjung mendapatkan respon membuat Bunda sedikit risau. Akhirnya beliau membuka sedikit pintu kamar nabila untuk memastikan nabila ada di dalam atau tidak.
"Nak bangun makan malam dulu... kayaknya kamu kelelahan karena bekerja seharian" ucap bunda dengan lembut.
mendengar suara lembut sang bunda Nabila mencoba membuka matanya sedikit-sedikit.
"bunda..." kata nabila dengan suara serak khas orang bangun tidur.
__ADS_1
"tapi Nabila udah kenyang bunda...
maaf bukannya bila mau nolak tapi tadi bila udah makan di caffe bareng oca sama keli. maaf ya bund..." jawab nabila dengan berusaha meyakinkan bundanya.
"beneran? nggak boog kan? bunda nggak mau anak bunda sakit loh ya" kata bunda sambil menoel pipi nabila yang mulus."hehe iya bunda ku cayang.." kekeh nabila. "yaudah bunda turun dulu" kata bunda mengakhiri. perkataan bundanya hanya di jawab dengan senyuman nya. Sebenarnya Nabila sedang tidak mood makan karena kejadian tadi siang. ya kejadiaan anam dan desi yang sedang bermesraan selalu menari nari di pikiran Nabila. Nabila tak habis pikir bagaiman Anam bisa melakukan itu. padahal dulu sewaktu kuliah anam adalah pujaan hatinya. Dan jelas Nabila tak akan sembarangan menaruh hati pada seseorang. Dulu anam di kenal sebagai tokoh yang Agamis dan beradab. Namun entahlah dengan kurun waktu kurang dari satu bulan dia benar benar berubah 180 derajat. Hati manusia siapa yang tau haya dirinya dan Sang Khaliq yang tau. "Dari pada aku mikirin dia mending aku tidur" kata Nabila kemudia. Lagi lagi Nabila teringat dengan kejadian tadi siang. iya tadi siang. Bukan, bukan masalah Anam kali ini Namun masalah bosnya. Bos dinginnya yang menangis di depan tuhannya. sungguh Nabila tak menyangka. " kalo di pikir pikir pak Askar ganteng juga" kata Nabila tanpa sadar. "Ya allah apa lah bicara ku mulai nglantur. mungkin efek ngantuk kali ya" katanya lagi. Tak lama kemudian Zzzz....
ya Nabila tertidur. melupakan kisah kasihnya dan sakiy hatinya.
__ADS_1
jangan lupa tinghalin jejak like dan komennya kasih tip juga boleh hehehe.. (maaf autor banyak maunya)
hai readers maaf ya kalo alurnya nggak jelas atau ada salah ketik mohon di maklumi masih pemula♡♡♡