
Sudah sekitar 10 menit Nabila di ruangan HRD bersama wanita kepala HRD yang bernama Windi. Windi sudah selesai mewawancarai dan mengecek biodata Nabila. Dan kini adalah waktunya keputusan di berikan.
"Nabila putri Mahesya, kamu kami terima menjadi sekretaris ceo kami yang kebetulan sedang membutuhkan seorang sekretaris. Dan menurut saya kamu adalah satu-satunya yang cocok berada pada posisi tersebut karena jujur saja dari kemarin kami memilah dan memilih tak ada yang sebaik kamu. Selamat dan mohon kerja samanya. Kamu bisa mulai bekerja besok pagi dan ingat pekerjaan kamu meliputi urusan kantor dan bila sewaktu-waktu ceo butuh kamu dalam urusan pribadinya maka kamu juga harus menaatinya." kata mbak windi panjang lebar.
"Alhamdulillah... baik mbak.makasih mbak insyaallah saya akan bekerja dengan sebaik mungkin. Sekali lagi terimakasih mbak" kata Nabila di susul dengan anggukan dan senyum mbak windi.
***
Keesokan paginya,Nabila bangun lebih pagi. Dia membuat sarapan dan bersiap-siap untuk bekerja. Di hari pertamanya dia tidak ingin terlambat.
"Masyaallah rajin banget anak kesayangan bunda..." kata bunda yang baru selesai solat.
"Hehe iya nih bun aku mau berlatih menjadi anak yang lebih berguna buat ayah sama bunda. Malu dong masak tiap pagi bunda yang selalu siapin sarapan"
"Oh ya bil... kamu bukannya sekarang udah mulai kerja ya?" Belum sempat Nabila menjawab ayah datang dan berkata
"Wihh rapi banget nih anak ayah,mau pergi kemana?"
"Oh iya ayah bunda Nabila sampai lupa hari ini bila udah mulai kerja loh, dan ayah tau? Bila dapet posisi jadi sekretarus ceo lo yah!"kata nabila bersemangat.
"Subhanallah... ayah udah nggak ragu lagi sama kamu nak. Ayah sama bunda bangga sama kamu".kata ayah nabila bangga.
"Ya udah kita makan yuk, bila udah siapin sarapannya nih"
"Ayo biar kamu nggak telat nak" kata bunda mengingatkan.
***
__ADS_1
"Ayah,bunda.. Bila berangkat dulu ya..."
"Iya nak hati-hati, mau di anterin sama ayah nggak?" Tanya bunda.
"Nggak ah bun soalnya bila udah pesen taksi nih. Kan kasian kalo di kensel"
"Ya udah kamu hati-hati ya"
"Oh iya bun ayah mana?"
"Ayah lagi mandi kamu berangkat aja nanti bunda sampein"
"Oh ya udah bun aku berangkat dulu assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"
"Bila mana bun?"
"Ayah telat bila udah berangkat,lagian ayah mandinya kelamaan sih"
"Ya elah bun cuma 5menit kok"
"Yaudah ayah siap-siap gih keburu siang ni..."
"Iya bunda sayang..."
***
__ADS_1
Nabila bisa bernafas lega ternyata dia belum telat walaupun jalanan kota jakarta selalu macet.
"Alhamdulillah..."
Saat Nabila dan mbak windi sampai di lantai 8 disitu adalah ruangan khusus ceo dan di situlah dia akan bekerja. Mbak windi mengetuk pintu ruangan ceo itu. Tok..tok..tok..
"Ya masuk" jawab seseorang dari dalam. Kemudian mbak windi berjalan masuk dan di ikuti Nabila di belakangnya.
"Permisi pak ini sekretaris bapak yang saya maksud" kata mbak windi kemudian.
"Oh iya" kata ceo itu dan mendongak kearah Nabila dan mbak windi. Nabila dan ceo itu sama-sama terkejut. Dalam pikiran nabila dan ceo itu berkata "itu kan orang yang kemarin"
"Ini Nabila sekretaris baru bapak. Dan Nabila ini pak Muhammad Askar Widjaya.Ceo baru perusahaan widjaya sekaligus bos kamu". Kata mbak windi memperkenalkan. "Oh ya kalau begitu saya permisi dulu pak "
"Ya silakan"jawab askar pendek.
***
Sepeninggalan windi suasana menjadi sangat tidak enak.
"Emm saya permisi ke meja saya dulu pak "kata nabila canggung.
"Hem" jawab askar dingin.
***
"Ya allah aku akan bekerja dengan orang yang sangat dingin dan irit bicara. Bagaimana aku akan dapat beradap tasi dengan cepat haduh..." gerutu Nabila dalam hati.
__ADS_1
"Untung saja mbak windi sudah memberi tau apa yang harus aku kerjakan".