Sekretarisku Idamanku

Sekretarisku Idamanku
apa aku setua itu?


__ADS_3

         Selesai Nabila menidur-nidurkan Seva dia bergegas ingin pulang. "Na aku antar kamu pulang ya?" Kata Askar merasa tak enak hati telah merepotkan Nabila seharian. "Tidak perlu pak. Lagian saya juga bawa mobil kok" jawab Nabila sopan dengan senyumnya yang menawan. Mendengar ucapan Nabila Askar mengerutkan keningnya. "Emang aku setua itu ya?" Tanya Askar heran. Mendengar pertanyaan itu membuat Nabila terkekeh geli "hehe.. maksud bapak apa ya?" Tanya Nabila tak kalah heran. "Kamu panggil aku pak. Seakan akan aku adalah ayah kamu" cemberut Askar. "Hah? Kan bapak bos saya jadi saya menghormati bapak. Kan tidak sopan kan kalo saya panggil bapak cuma dengan nama bapak saja" jawab Nabila panjang lebar. "Kamu panggil aku.... kakak bagaimana?" Tanya Askar setelah sedikit berfikir. "Hahah... kakak? Bapak terlalu tua untuk saya panggil bapak. Hahaha..." tawa Nabila pecah saat mendengar apa yang di utarakan bosnya." Huh! Tertawa terus! Awas kamu!" Ancam Askar." Hahaha.. maaf pak lagian bapak lucu  banget pake minta di panggil kakak segala lagi.." kata Nabila yang masih menyisakan sedikit tawa kecil di dalam nya. "Ya sudahlah cepat ku antar kamu pulang!" Kata askar yang sudah tidak tahan dengan tawa Nabila. "Terus mobil saya gimana?" Tanya Nabila yang sudah tidak dengan tawanya lagi. "Mobil kamu besok kamu ambil sepulang kantor" jawab Askar kesal. Ia kesal dengan Nabila karena menertawakannya. Namun dia juga kesal dengan dirinya bagaimana bisa ia berbicara konyol seperti itu. Mungkin dirinya memang sudah terlalu tua untuk di panggil kakak. "Oke. Tapi saya mau lihat Seva sebentar jangan-jangan Nanti dia di tinggal malah bangun" kata Nabila sambil berlalu tanpa menunggu jawaban Askar. Askar tersenyum mendemgarnya. "Nabila sepertinya Memang cocok untuk menkadi seorang ibu. Ke khawatiran dan insting ke ibuannya sungguh bagus sekali" Pikir Askar. Namun Aksar segera menepis pikiran itu. "ngaco kamu kar ingat semua wanita itu sama saja dia akan manis dan baik di awal namun lama-lama buduknya juga akan terlihat dia itu sama saja dengan.... akh kenapa aku malah teringat dengan nya" batin Askar. Tak lama kemudian Nabila datang, seketika Askar merubah ekspresi wajah senyumnya menjadi ekspresi dingin yang biasa di tunjukan pada orang lain. Dia tak ingin Nabila ge-er dengan senyumannya. Atau sebenarnya bukan Nabila yang ge-er tapi dirinya yang terlalu percaya diri?. Akh.. entahlah sekarang yang ada di fikiran askar adalah segera mengantar Nabila pulang agar fikirannya tidak ngaco terus. "Pak.. pak Askar...pak bos!" Panggil Nabila kesal pasalnya dari tadi ia memanggil manggil askar namun tak ada respon. "Oh iya ada apa?" Tanya askar gelagapan. "Katanya mau antar saya pulang. Eh malah ngelamun. Masih perjaka nggak baik ngelamun mahgrib- maghrib" kata Nabila menggoda. Tanpa menggubris godaan Nabila Askar langsung berjalan dan berkata"Oh ya ayo" kata Askar datar dan pendek, kemudian langsung berjalan keluar rumah dan di susul oleh Nabila.

__ADS_1


hai kakak-kakak jangan lupa tinggalin like dan komen nya ya biar aku makin semangat nulisnya. maaf ya kalo banyak typo maklum baru awal menulis. mohon kritik dan saran nya ya kakak- kakak. hari ini aku bakal up banyak. makasih.... ♡♡♡

__ADS_1


-salam manis dari autor:)

__ADS_1


__ADS_2