
Hawa kota Bogor yang dingin membujuk agar mereka memakai baju hangatnya. Askar menengok kiri Kanan berharap ada pengguna kamar lain berada di balkon kamarnya hingga matanya menangkap seorang di balkon kamar tepat di samping kamarnya. "Na!" panggil Askar pada orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Nabila putri mahesy. "ada apa pak!" jawabnya Ketus bahkan menggunakan kata 'pak' sebagai sebutan panggilannya pada Askar. "Hadeuh berapa kali aku bilang jangan panggil pak kalau sedang berdua seperti ini" kata Askar malas. "Yee siapa suruh rese'. Mas Aakar tau gara-gara penasaran saya nggak bisa tidur ni!" gerutu Nabila ngegass. "Nggak usah ngegas Na udah malem. simpen energinya buat besok" goda Askar. "au ah... ngapain panggil panggil. kangen?" Tanya Nabila setengah nenggoda. "Iya aku kangeen banget sama kamu Na. kamu tau, aku hampir mati karena setengah hatiku berada di tempat lain" jawab Askar mendramatisir. "hadeuh kenyang aku mas sama omongan kaya gitumah keballl" kata Nabila. "Tapi aku beneran Na..." jawab Askar. Nabila terdiam tak merespon perkataan Askar. atau lebih tepatnya sedang berpikir apakah ucapannya betulan atau bercanda. Kan kalau udah di anggap betulan tapi jebulnya bercanda kan nggak lucu. Angin malam ini semakin tersa. Hawa dinginpun semakin menuduk ke dalam tubuh. Nabila padahal sudah memakai switer tebal dan bahkan dirinya sudah memakai minyak telon bayi. Tapi rasanya itu sama-sekali tak berpengaruh. Nabila mulai menggigil karena hawa dingin. "Masuklah Na kau sudah menggigil kedinginan. pakai switermu lagu yang lebih tebal. Dan segeralah tidur angin malam tak baik untuk kesehatanmu. Selamat malam Nabila Putri Mahesya Aku mencintaimu" ucap Askar panjang lebar kemudia dia berlalu masuk ke kamarnya setelah mengatakan itu. Jantungnya dag dig dug tak menemtu. ya allah apa ini kenapa jantungku berdetak kencang sekali. Sepertinya aku harus ke dokter jantung besok pagi, batin Askar.
Nabila masih terpaku di tempat hingga bunyi notifika pesan di ponselnya membuyarkan keterpakuannya.
__ADS_1
apakah kau mau jadi patung lilin di sana? masuklah hangatkan dirimu. aku tak ingin kau sakit. I Love you All
~Bos Gila~
Askar menunggu jawaban dari sebrang sana namun setelah sekitar 10 menit dia menunggu tak kunjung ada jawaban hanya ada tanda centang 2 yang sudah biru pertanda pesan telah di baca.
__ADS_1
Di seberang sana lebih tepatnya di kamar samping kamar Askar Nabila tengah senyum-senyum sendiri. "Aish ada apa dengan ku kenapa seperti orang gila saja" gumam nabila. Setelah merasa lelah senyum-senyum tak jelas dia tertidur dengan pose mirip bayi. Apalagi dia bergeluntung di dalam selinut sudah sangat mirip dengan bayi. Tepat pukul 4:15 terdengar Kumandang Adzan subuh. Walau dengan berat Nabila tetap memaksakan matanya untuk terbuka. Dia mengambil Wudhu untuk melakukan kewajibanya pada sang khaliq.
Hai kak jangan lupa like komen n votenya ya. maaf kalau aku nggak bisa up tiap hari. maklum masih sekolah apalagi ini udah jelas 9 smp jadi harus selalu fokus dengan persiapan ujian. Do'ain aku ya suapaya selalu dapat yang terbaik dan bisa terus up. Buat kakak kakak sukses selalu. Makasih buat yang masih setia nunggu novel ini up ya!
salam cinta dari autor amatiran ini♡
__ADS_1