Sekretarisku Idamanku

Sekretarisku Idamanku
Caffe Nice


__ADS_3

Caffe Nice(9)


           Sejak kejadian di kantin Nabila memilih untuk banyak diam. Dia tak menyangka betapa kotornya Anam sebenarnya. Bahkan Anam seperti tak punya malu bermesraan dengan wanita yang pakaiannya terbuka di depan umum sungguh menjijikkan. Pikir Nabila. Nabila dan Askar kini sedang dalam perjalanan dan hanya berdua eh tidak bertiga bersama supir. Namun Nabila berjaga jarak dengan Askar karena kursi belakang mobil ada tiga jadi dia memilih untuk berjarak satu kursi dengan Askar. Askar yang sudah tau akan itu hanya membiarkannya saja. Namun dia ingin mencairkan suasana karena caffenya agak jauh jadi akan terasa jenuh kalau hanya diam. "Apa aku ini bau tak sedap sehingga kau ingim sekali duduk sangat jauh denganku?". "Em tidak pak. Namun saya rasa bapak juga sudah tau alasannya" singgung Nabila. Askar merasa menyesal telah mencoba mencairkan suasana dengan cara itu. Akhirnya dia teringat dengan metting tadi siang. "Oh ya saya bangga dengan kamu. Ternyata windi tidak salah memilih kamu jadi sekretarisku". "Oh iya?, terimakasih pak atas pujiannya" jawab Nabila dengan tersenyum sehingga menampakkan giginya yang gingsul. "Kamu sungguh manis dengan senyumanmu"kata Askar keceplosan. Deg... jantung Nabila berdebar dua kali lebih kencang. "Ya allah perasaan apa ini?. Mengapa jantungku berdebar lebih kencang dan hati ku juga merasa senang" batin Nabila. "Em.. maaf..maaf.. maksud aku bukan gitu" kata Askar salah tingkah. Dan hanya di balas dengan senyuman oleh Nabila. "Ya ampu. Askar kau sangat bodoh kenapa bicara seperti itu. malu sendirikan!? kau memang cantik nabila." batin Askar. Entah mengapa Nabila sangat senang di puji oleh Askar. Dan entah mengapa juga Askar ingin selalu menikmati senyum Nabila yang menawan.


***


        Tak terasa mereka sudah sampai di caffe Nice. Caffe langganan Askar. Dan caffe Favorit Nabila kalau nongkrong dengan teman-temannya.


30 menit kemudian....

__ADS_1


"Ya allah pak ini sudah setengah jam loh kita nunggu. Tapi kenapa mereka nggak dateng juga?" Kata Nabila yang sudah bosan menunggu. "Em sebentar...."


(Tak beberapa lama kemudian)


"Nabila mereka mengundur metting menjadi lusa"


"Ya sudah kalo gitu kamu mau pesan apa? Sebagai tanda permintamaafan saya karena tidak buka wa dari tadi". "Nggak deh pak saya mau pulang aja. Lagian ini kan sudah waktunya pulang".


"Ya sudah saya antar". "Nggak deh pak... nggak enak nanti ngrepotin bapak lagi". "Nggak juga kan udah waktunya pulang". "Em...."

__ADS_1


Klining... bunyi notifikasi hanpone Nabila."maaf pak sebentar". Setelah membaca pesan Nabila menoleh kiri kanan dan mendapati kedua sahabatnya sedang asik ngobrol. "Em maaf pak sebelumnya. Bukannya saya nolak bapak.. eh maksud saya bukan saya menolak tawaran bapak tapi saya udah di tunggu sama temen saya di meja itu(sambil menunjuk ke arah Keli dan Oca) jadi bapak pulang dulu aja deh". "Oh ya baiklah" jawab Askar pendek. "Alhamdulillah mungkin ini yang terbaik untuk kesehatan jantungku. aish apalah kau ini Nabila..Nabila.." batin nabila. Nabila tersenyum senyum sendiri saat membatin. Dan tentunya itu membuat Askar curiga. "kenapa kau senyum-senyum sendiri" kata askar mengagetkan Nabila. Nabila memang tak tau kalau Askar belum pergi yah jadinya malu sendirikan kepergok lagi senyum-senyum sendiri lagi .


"oh tidak papa pak"


"saya permisi assalamu'alaikum" kata nabila kemudian berlalu meninggalkan askar yang masih terbengong.


jangan lupa tinggalin jejak ya kak


biar autor makin semangat up nya ♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2