Sekretarisku Idamanku

Sekretarisku Idamanku
Terbayang-bayang


__ADS_3

        Perkataan mas Askar masih terngiang-ngiang di telingaku "Nabila calon isteriku. Ngapain kamu kepo gitu". Kata-kata itu... entah kesal, bahagia, atau takut. Ya aku takut aku baper dengan kata-kata yang mas askar katakan sehingga aku jatuh cinta lagi dan sakit hati lagi. "Ya allah ada apa dengan ku?" Kataku. Aku bingung dengan diriku sendiri. Aku tidak tau apa yang aku rasakan sekarang. Apakah cinta? Hah... aku muak dengan kata-kata itu. Mungkin yang ku percaya tentang cinta hanya cinta Allah pada mahluknya saja. Daaan cinta ayah bunda padaku, laki-laki dimana-mana sama saja mereka akan mencuri perhatian perempuan, memberi harapan dan kemudian meninggalkan. Namun apa mas Askar juga seperti itu? "Akh... frustasi nanti kalo mikir masalah perasaan" kataku frustasi. Waktu menunjukan pukul 21:31 aku belum juga bisa tidur ku putuskan untuk wudhu dan membaca al-qur'an. Setelah aku merasa mengantuk ku letakkan qur'anku di atas nakas. Ku rebahkan badanku di ranjang. Ku tatap langit-langit kamarku. Entah mengapa tiba-tiba seperti ada wajah mas Askar di langit-langir kamarku. Ku coba tutup mataku namun lagi-lagi wajah mas Askar yang ada di sana. "Ya allah dia seperti menghantuiku" kata ku. setelah lama menutup mata lebih tepatnya pukul 22:04 aku mulai ter tidur dan masuk dan ke alam mimpi. Lagi-lagi mas askar masuk dalam mimpiku membuatku terusik dalam tidur. "Huh kenapa mas Askar lagi sih" aku mengigau. Aku terbangun ketika tangan lembut khas milik bunda menggoyangkan pundakku. "Bil... kamu ngigau?" Tanya bunda setelah aku bangun dari tidurku yang sama sekali tidak nyenyak. "Eemmm " belum sempat ku menjawab bunda sudah memberi pertanyaan lagi. "Mas Askar itu siapa?" Tanya bunda lagi. "Eemmm itu bunda... ee" aku bingung harus jawab apa. "Ya udah kalau kamu nggak mau jawab tidur lagi gih baru jam 3 pagi" kata bunda dan kembali kekamarnya. Aku memilih untuk tidak tidur kembali, ku putuskan untuk sholat tahajud. Karena kata guru di pesantrenku dulu "kalau hati kita sedang tidak tenang. Dekatkan diri kita pada Allah , sholat tahajud dapat menenangkan hati kita".

__ADS_1


Ku ambil wudhu dan solat tahajud. Setelah selesai aku membaca Al- Qur'an dengan mentadaburi nya. Tak lama kemudian adzan subuh berkumandang. Aku segera turun dan menunggu ayah bunda untuk solat subuh berjamaah di masjid.

__ADS_1


Setelah sholat subuh aku langsung mandi dan turun untuk membuat sarapan. selesai membuat sarapan aku memanggil ayah dan bunda untuk sarapan. "ayah bunda ayo sarapan bila udah selesai buatin sarapannya"kataku. Ayah dan bunda sudah duduk di kursinya masing-masing "ehm... yah kayanya ada yang lagi jatuh cinta nih" kata bunda tiba-tiba. "maksud bunda Nabila?"tanya ayah. "Iya yah. sampai-sampai tadi malem manggil-manggil namanya lo yah" kata bunda lagi. Aku yang merasa ter sindir hanya bisa diam. "Namanya siapa bun" tanya ayah kepo. " mas Askar" sebut bunda yang berhasil membuat aku kesedak dan batuk-batuk." Nabila kenapa?" tanya bunda sok polos. "enggak kok bun aku. aku berangkat dulu bun yah " kata ku tak ingin terlihat malu. "kok cepet" tanya ayah. "iya dong yah biar cepet ketemu mas Askar" goda bunda. "apaan sih bun, aku berangkat Assalamu'alaikum". "wa'alaikumussalam" jawab ayah dan bunda bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2