
Mendengar jawaban yang di utarakan anam atas candaan mereka membuat Nabila cukup sedih. Memang Nabila sadar siapalah dirinya dan apa posisinya di sanding anam. Namun setidaknya kini Nabila tau bahwa apa yang ia rasakan selama ini tak sejalan dengan yang dirasakan anam padanya. Lama Nabila terdiam. Namun diamnya akhirnya di pecahkan oleh keli sahabat Nabila.
"Oh iya bil kamu abis ini mau kemana? Mau lanjut S2 atau kerja?"
"Emm insyaallah aku mau istirahat dulu beberapa bulan buat studynya. Kemungkinan aku kerja dulu deh" jawab Nabila yang sudah menepis sedikit rasa kekecewaannya.
"Ngomong-ngomong kerja dimana ni bil? Aku pengen ikut nih" sambar Adit tiba-tiba. "Emm boleh kok lagian kata ayah di tempat yang mau aku lamarin kerja butuh dua orang loh. Jadi kan aku juga bisa punya teman gitu"
__ADS_1
"Boleh tuh, yaudah besok bareng ya"
"Kayaknya kalo bareng... aku.. nggak bisa deh" ya begitula Nabila dia selalu jaga jarak dengan laki-laki yang bukan mahramnya.
"Oh ya sayang banget deh. Tapi nggak papa lah yang penting kamu nanti kirim aja alamat dan keperluan yang harus aku bawa hehehe maklumlah aku kan nggak pernah perhatiin kalo lagi pelajaran sama dosen"
"Ya ampun... ya udah iya. Emm temen-temen kayaknya aku duluan ya soalnya ayah call aku nih"pamit Nabila kemudian.
__ADS_1
"Iya nih bedak aku juga dah luntur nih" sambung Oca
"Da..."
***
Setibanya Nabila di rumah, dia langsung pamit untuk masuk ke kamarnya.
__ADS_1
Di kamar Nabila sedikit nemikirkan anam kata-kata yang paling Nabila ingat adalah "APAANSIH" itu sudah menjadi jawaban bagi Nabila. Bahwa apa yang ia pikirkan selama ini ternyata salah. Anam tak pernah mencintainya.
"Ya allah ini kan udah mau asar aku belum solat dzuhur, astaghfirullahal'adzim" Nabila sangat menyesal mengapa dirinya malah sibuk memikirkan anam sehingga lupa dengan kewajibannya,solat. "Ya allah jangan kau biarkan aku kecewa berlarut-larut dalam sehingga lupa dengan-Mu". Akhirnya Nabila memutuskan untuk berwudhu dan mengerjakan sholat. Karena menurut Bunda Nabila cara menghilangkan kecewa dan marah adalah dengan berwudhu dan sholat. Dalam solatnya ia memohon kepada Sang Khaliq agar di berikan ketenangan dan ke ikhlasan hati dalam menerima apa yang Allah takdirkan. " Ya allah engkau maha pengasih lagi maha penyayang hanya kepadamu ku serah kan segala urusanku. Ampunilah aku atas segala dosa dan kesalahanku. Hanya padamu aku meminta dan hanya pada -Mulah aku memohon pertolongan. Ya Allah ya rahman ya rahim Lapangkan lah dada ku. Jangan kau biarkan aku kecewa terlalu dalam hingga aku melalaikan kewajibanku padamu. Hingga aku mengutuk diriku sendiri dalam ke hancuran. Kabulkanlah doa- doa hamba ya robb. Rabbana atina fiddunya khasanah wafil akhirati khasanataw waqina 'adzabannar. walhamdulillahi rabbil'alamin". Doa Nabila setelah selesai sholat. kini Nabila merasakan ada kesejukan di hatinya. Dan seperti ada harapan untuk dirinya. "Memang benar yang bunda bilang kalo kita sedih atau kecewa bahkan marah kita harus berwudhu dan solat biar hati tenang. Alhamdulillah Ya Allah" batin Nabila lagi. setelah solat dzuhur Nabila kembali turun dan melakukan aktivitas keseharia Nabila seperti biasanya.