Sekretarisku Idamanku

Sekretarisku Idamanku
Malu


__ADS_3

Saat Nabila selesai menyuapi Seva dia segera mengambil dizert buah untuk di berikan pada seva. "ganteng kamu mau dizert ini nggak?" tanya Nabila. "iya tante aku mau semuanya. masakan tante enak banget" kaa Seva semangat. "makasih, kamu pinter banget deh. anaknya siapa sih" goda Nabila. "Anaknya dedy Askar dong..." jawabnya bersemangat dan membuat Askar tersedak. "uhuk..uhuk.." Askar terbatuk batuk membuat Nabila menahan tawanya. Namun Nabila segera memberikan air putih untuk Askar minm. "Nih pak, makanya kalo makan jangan buru\-buru aku juga nggak mau minta kok" gurau Nabila. Askar merasa malu karena bisa bisanya dia sampai tersedak seperti itu. Seperti tak pernah makan enak saja. Namun jujur memang masakan Nabila patug di beri jempol."maaf jadi merepotkan mu Na" kata Askar setelah selesai makan. "Hem.. tidak papa pak. Kalo buat Jagoan ganteng ini apapun akan ku lakukan" jawab Nabila sambil menoel pipi seva yang tembam. Askar hampir saja malu untuk kedua kalinya. karena dirinya terlalu ge\-er dia kira Nabila akan bilang demi dirinya, eh tapi mengapa tiba tiba askar berpikir seperti itu.


***


Waktu menunjukan pukul 4 sore namun Nabila belum juga pulang. Membuat bundanya risau.

__ADS_1


"yah kenapa bila belum pulang juga. padahal tadi dia bilang sebentar" kata bunda khawatir. "Tak perlu khawatir bun mungkin saat ini dia sedang banyak kerjaan dengan bosnya.udah bunda masak saja sana ayah laper nih" Ayah mencoba menenangkan bunda dengan mengalihkan perhatian bunda. Walaupun dalam hati ayah sedikit khawatir namun ayah harus bisa menahan ke khawatirannya, karena jika ayah juga menampakan ke khawatirannya siapa yang akan menenangkan bunda.


"ya udah kalo gitu bunda masak dulu ya yah. Ayah tolong telepone bila. bunda belum bisa tenang." kata bunda sambil beranjak menuju dapur untuk memasak.


****

__ADS_1


Saat ini Nabila tengah menidur\-nidurkan Seva yang sejak tadi tak mau tidur. Nabila membacakan dongeng untuk mengantarkan tidur Seva. "Alhamdulillah akhirnya kamu tidur juga, jagoan" kata Nabila sambil mengukir senyumnya. Dari kejauhan Askar sedang memperhatiak Nabila dan Seva. Lebih tepatnya Nabila. Dia tersenyum melihat Nabila yang sudah sangat mirip dengan seorang ibu yang sedang menidur\-nidurkan anaknya. "*ya allah seandainya dia jodohku, astaghfirullah kamu kok nglantur gitu sih kar* " batin Askar. Nabila melihat jam yang melingakar manis di tangan nya yang putih."Astaghfirullah udah jam setengah lima, pasti ayah sama bunda khawatir. Aku juga nggak ngabarin mereka lagi" kata Nabila lirih karena tak ingin membangunkan seva yang sudah dengan susah payah ia bujuk untuk tidur. Namun lirihan bila masih terdengar oleh Askar. dia pun menyadari betapa cerobohnya dia yang membuat Nabila sampai sesore ini. Padahal tadi dia hanya ingin membicarakan sedikit pekerjaan dengan bila.


" Na maafkan aku karena sudah membuatmu sampai seaore ini, padahal tadi aku bilangnya cuma bentar. aku jadi nggak enak sama orang tua kamu" kata Askar yang merasa kurang enak. "tidak papa pak, saya senang bisa membuat jagoan ganteng itu seneng" jawab Nabila sambilelirik ke arah Seva yang tengah tertidur. "kalo gitu aku anter kamu ya" kata Askar yang sudah melupakan bahasa formalnya. "Tidak usah pak lagian saya bawa mobil sendiri kok" jawab Nabila tanpa meninggalkan senyum Manisnya.


Hai kakak jangan lupa tinggalin like dan komennya ya makasih♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2