Selingkuhan Ku , CEO Ku

Selingkuhan Ku , CEO Ku
BAB 10 - Beni dan Siska


__ADS_3

Siska saat ini tengah menunggu kedatangan Beni yg akan menjemputnya. Dengan riasan tipis, mengenakan kaos dan juga rok jeans selutut sebagai ciri khas Siska selama ini. Tak lupa Siska memakai sneakers putih untuk menunjang tampilannya juga.


Suara langkah kaki terdengar diambang pintu kamar kos Siska, dengan segera Siska membuka pintu. Dan benar saja jika yg ditunggu-tunggu sudah tiba.


"Sayang, apa kamu sudah menunggu ku lama?" Tanya Beni yg langsung memeluk dan mencium pipi kekasihnya.


Siska membalas pelukan Beni seraya menggelengkan kepala atas jawaban pertanyaan kekasihnya.


"Baiklah, ayo sekarang kita berangkat."


Beni dan Siska bergenggaman tangan menuju mobil Beni yg sudah terparkir dihalaman kos Siska.


Selama perjalanan Siska hanya diam saja, tanpa mengatakan sepatah kata apapun. Padahal biasanya Siska selalu antusias jika diajak Beni pergi keluar. Beni yg melihat kekasihnya sedikit berbeda hanya sesekali melirik kearah Siska.


"Sebenarnya, apa yg mengganggu fikiranmu Sis, hingga bersamaku pun kamu nampak tidak senang seperti biasanya. Aku merasa kamu mulai berubah, entah hanya perasaan ku saja atau memang ini kenyataannya." Batin Beni tak lepas memandangi wajah Siska yg nampak menyimpan sesuatu yg ia sembunyikan dari Beni.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, tibalah mereka disebuah Bukit berpemandangan sebuah Danau dan pepohonan.


Beni sengaja mengajak Siska pergi ketempat yg nyaman karna Beni ingin meluapkan kerinduannya bersama Siska sebelum dirinya kembali ke kota S untuk menyelesaikan pekerjaan.


Nampak wajah Siska bahagia dan takjub melihat pemandangan sekitarnya saat ini.


"Sayang, ini benar-benar indah." Seru Siska kepada Beni yg berada disampingnya.


Tangan Beni yg tadinya menggenggam erat tangan Siska, kini berpindah ke pinggangnya. Menuntun sang kekasih ke sebuah Gazebo pinggir danau yg sudah dipersiapkan Beni sebelum dirinya membawa Siska ketempat ini.

__ADS_1


"Indah seperti dirimu, sayang. Apa kamu menyukainya?" Beni kembali mencium tangan Siska berkali-kali, hingga Siska tersipu malu dengan apa yg dilakukan Beni sedari tadi.


Kini Siska terlihat seperti Siska yg dulu dikenal Beni, murah senyum dan bawel. Berbeda dengan Siska yg tadi di kos dan juga didalam mobil yg hanya diam seribu bahasa, entah sebenarnya apa yg membuat perempuan satu ini bisa berubah-ubah mood'nya.


"Maafkan aku, sayang. Karena pekerjaan ku dikota S, sehingga hubungan kita selama ini jadi kurang harmonis." Beni menundukkan kepalanya, dia merasa bersalah karena menomor duakan Siska dan lebih mementingkan pekerjaannya. Beni akui jika dirinya terlalu lemah didepan orangtuanya hingga tidak mampu menolak apapun keinginan mereka.


Bahkan ketika Beni bercerita kepada kedua orangtuanya jika dirinya memiliki kekasih dikota B, seketika orangtua Beni mengajaknya untuk berpindah rumah dan menetap di kota S hingga sampai saat ini.


Tanpa Beni ketahui, mereka melakukan itu semua demi menjauhkan Siska dari Beni. Karna orangtua Beni, terutama Ibunya sangat tidak menyukai Siska.


Dengan alasan jika Siska itu hanya seorang yatim piatu, tidak jelas asal usulnya karna dirinya sama sekali tidak memiliki saudara ataupun kerabat disekitarnya. Bagaimana tanggapan kolega-kolega keluarga Beni jika mengetahui Beni menjalin asmara dengan perempuan seperti Siska. Pikiran Ibu Beni saat itu.


"Sayang, kamu tidak perlu minta maaf. Aku yg seharusnya lebih bisa mengerti keadaan kamu. Aku yg terlalu egois, menginginkan kamu selalu berada didekatku setiap saat." Siska berkata dengan mata yg sudah mulai berkaca-kaca.


"Heyy, berhentilah merengek sayang. Seharusnya kita bersenang-senang sekarang ini sebelum aku kembali ke kota S." Beni segera mencairkan suasana agar Siska tidak terlalu larut dalam kesedihan.


Belum sempat membalas ucapan Beni, Beni pun beranjak berdiri dan mengajak Siska untuk menaiki perahu kecil yg berada didekat danau.


"Kemarilah, sayang." Beni menuntun Siska dengan sangat hati-hati.


"Tapi aku takut, sayang. Aku tidak bisa berenang, bagaimana kalo nanti aku terjatuh ke danau ini lalu aku tenggelam." Jawab Siska sedikit ragu untuk menaiki perahu itu.


"Tenanglah, sayang. Ada aku yg akan menjagamu. Apa kamu meragukanku." Beni meyakinkan Siska, namun Siska tetap bergeming tidak mau menaiki perahu itu. Akhirnya Beni pun mengalah dan keluar dari perahu tanpa menaikinya bersama Siska.


Siska berjalan menyusuri Bukit dan Danau itu bersama Beni.

__ADS_1


*** Di Kampus


Linda sudah menghubungi Siska berulang kali namun tidak ada jawaban sedari pagi hingga menjelang mata kuliah mereka selesai.


Dosen yg mengajar dikelas Siska saat ini mengatakan jika Siska izin tidak masuk kelas karena sedang ada urusan yg tidak bisa ditinggalkan. Tentu saja itu membuat Linda khawatir. Ada masalah apa hingga Siska tidak kuliah. Dan masalah apa yg sedang menimpa sahabatnya itu. Kenapa Siska tidak meminta bantuan kepada Linda. Berbagai macam pertanyaan sudah menghiasi kepala Linda.


Seusai mata kuliah siang ini, Linda akan segera ke kos Siska. Berharap dirinya bisa menemui sahabatn6yg sedang ada masalah itu.


Linda melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, 10 menit kemudian telah sampailah dirimya di depan kamar kos Siska.


"Siska, apa kau didalam? Tolong buka pintunya. Ada masalah apa sebenarnya? Kenapa tidak menghubungi ku? Kenapa tidak membalas panggilan dan chat ku? Siskaaa." Linda berteriak didepan kamar kos Siska, hingga penghuni kamar kos sebelah Siska membuka pintu dan mengatakan jika sang penghuni kamar kos alias Siska sedang pergi bersama seorang pria mengendarai mobil sejak pagi tadi.


"Siapa yg pergi bersama Siska? Mungkinkah Beni? Atau jangan-jangan...."


Mendengar jawaban tetangga kamar kos Siska, buru-buru Linda menghubungi Papanya.


Setelah panggilan tersambung Linda pun bertanya kepada Papanya,


"Halo Pa, Linda mau tanya. Apakah hari ini Tuan Ken berada di Mall? Atau Beliau sedang ada urusan lain."


"Memangnya kenapa sayang? Tidak biasanya kamu menanyakan soal CEO Papa." Tanya Papa Linda yg menaruh curiga pada putri semata wayangnya itu.


"Emmmm, begini Pa. Sebenarnya ini rahasia, tapi karna darurat jadi aku akan sedikit menceritakan sesuatu yg nantinya akan membuat papa shock. Tuan Ken 3 hari yg lalu berkencan dengan Siska, Pa. Dan hari ini Siska tiba-tiba izin tidak masuk kuliah, ponselnya tidak bisa aku hubungi. Aku sudah mencoba mendatangi kosnya, namun tetangga kamar kos Siska mengatakan jika Siska pergi bersama seorang pria. Kalo Siska pergi bersama Beni itu sepertinya mustahil Pa, karna kemarin sebelum Siska pulang kerumahnya dia sempat berkata jika Beni akan pulang ke kota B tadi pagi. Aku hanya takut jika Tuan Ken membawa Siska, Pa. Bantu Linda ya Pa."


Linda berkata panjang lebar kepada Papanya. Papa Linda tentu saja shock dengan apa yg dikatakan putrinya itu. Bagaimana mungkin jika CEO tempat dirimya bekerja bisa berkencan dengan sahabat putrinya. Padahal selama ini, Ken terkenal dengan sifatnya yg dingin, banyak wanita yg mendekatinya. Tapi tidak ada satupun dari mereka yg mampu menarik perhatian CEO muda yg penuh pesona ini.

__ADS_1


__ADS_2