
"Aku enggak sepicik itu kali Lin." Siska melototkan matanya kearah Linda.
"Maksutku bukan begitu Siska. Hubunganmu dengan Beni itu sudah tidak harmonis Sis, coba kamu fikirkan. Semenjak kepergian Beni ke kota S setahun yg lalu, komunikasi kalian lebih jarang, terlebih juga kalian bertemu hanya sebulan sekali, bahkan itu tidak pasti. Apa kamu tidak menaruh curiga kepada Beni, jika dia disana juga memiliki seorang wanita. Secara, dia kan seorang pengusaha properti yg termasuk suskes, pastilah banyak wanita yg tergila-gila pada kekasihmu itu. Lagipula Beni juga memiliki wajah yg tampan, jadi tidak menutup kemungkinan jika dia juga mengobral ketampanannya itu tanpa sepengetahuan kamu." Linda berkata bukan ingin menakut-nakuti sahabatnya, namun entah kenapa sejak Beni pindah memang Linda sedikit tidak suka dengan Beni yg tidak memperdulikan perasaan Siska sama sekali, mulai dari situlah Linda mulai curiga. Tapi Linda tidak akan mencampuri hubungan mereka berdua, karna apapun itu mereka yg menjalaninya. Linda hanya mengingatkan Siska sebagai sahabat dekatnya dia tidak ingin jika Siska sakit hati karena Beni.
Mendengar penuturan Linda, Siska jadi berfikir keras mengenai Beni.
"Benarkah ucapan Linda itu mungkin adanya. Beni sibuk bekerja atau memang dirinya disibukkan dengan perempuan lain." Batin Siska.
Linda yg memperhatikan sahabatnya itu terdiam kembali menepuk pundaknya.
"Ikuti kata hatimu, Sis. Aku yakin jika hubungan mu dengan Beni saat ini sudah mulai hambar, buktinya kamu mau menerima Tuan Ken berada di dekatmu. Padahal kalian baru kenal beberapa hari terakhir ini bukan. Eh tidak-tidak. Bahkan perkenalan kalian pun belum genap satu pekan. Astaga, Siska. Apakah sahabatku ini jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Tuan Ken seperti cerita di novel-novel itu?" Lanjut Linda menggoda Siska tiada henti.
Tuk !
Siska sudah tidak tahan dengan ocehan sahabatnya ini, dia pun melayangkan satu sentilan pada dahi Linda.
Mereka berdua memang seperti itu, bercanda satu sama lain. Bukti jika keduanya memiliki perhatian lebih kepada sang sahabat.
"Ayo kita pergi makan malam diluar, aku yg akan mentraktirmu lagi kali ini." Ajak Linda yg masih memegang dahinya karena disentil Siska dengan sedikit keras.
"Apakah kau sudah mendapatkan pekerjaanmu di Mall kemarin Sis? Kenapa tidak memberitahuku!" Selidik Linda yg merasa jika akhir-akhir ini dirinya kerap membelanjakan Linda.
"Uang dari mana Siska, tumben-tumbenan sekali." Gumam Linda dalam hati.
"Sudah diamlah, nanti akan aku perlihatkan sesuatu yg pasti akan membuatmu langsung sakit jantung dibuatnya." Gelak tawa Siska pun pecah ketika melihat ekspresi Linda saat dirinya mengatakan hal itu.
Mereka berdua akhirnya pergi ke sebuah restoran untuk mencari makan malam.
Pilihan mereka jatuh kesebuah Restoran Seafood.
__ADS_1
Setelah sampai, mereka segera memanggil pelayan untuk meminta menu makanan.
Siska memilih menu Kepiting saus lada hitam, Cumi asam manis , Friend Fries, Udang goreng mentega beserta Lemon tea kesukaannya.
Linda terperanga melihat menu yg dipesan Siska.
"Kamu serius memesan itu semua Sis?" Tanya Linda.
"Aku sangatlah lapar Lind, sedari tadi perutku belum terisi apapun. Hanya minum minum dan minum." Ulas Siska dengan senyum manisnya.
"Kamu mau pesan apa saja, pilihlah sesukamu Lin." Imbuh Siska.
"Aku chiken steak saja sudah cukup Sis, minumnya Jus Avocado tanpa susu." Titah Linda kepada pelayan disampingnya.
"Baiklah, silahkan ditunggu Nona. Saya permisi." Ucap pelayan restoran itu.
Setelah pelayan pergi Linda menelisik sahabatnya itu.
"Ken memberiku ini." Siska memperlihatkan ponsel miliknya kepada Linda. Tertulis disana Sebuah Rekening Link beserta nominalnya yg dengan jelas tertera disana.
"What! " Linda terkejut setelah melihat nominal rekening milik Siska.
Bukannya merendahkan, namun Linda paham betul dengan kehidupan sahabatnya itu.
Siska tidak pernah memiliki nominal rekening dengan jumlah mencapai puluhan juta. Setiap gajian, uang itu akan langsung digunakan Siska untuk membayar uang kuliahnya juga memenuhi kebutuhan hidup.
"Ken memberiku 20jt di rekening, padahal aku sudah menolaknya karena aku sudah mendapatkan cash 5jt. Ken mengatakan jika itu bayaran karena aku berani menciumnya." Pipi Siska merah karena malu setelah mengatakan kejujuran kepada sahabatnya.
Linda yg mengerti sahabatnya ini langsung berseri-seri, seakan dirinya tahu jika Siska memang telah jatuh cinta kepada Tuan Ken Wijaya.
__ADS_1
Gelak tawa Linda pecah seketika itu.
"Apa aku tidak salah dengar, Siska? Kau mencium Tuan Ken duluan? Ternyata Siska yg ku kenal seorang perempuan lugu dan cudes ini sekarang menjelma menjadi perempuan penggoda." Celutuk Linda dengan gelak tawanya.
Baru saja Siska akan melayangkan sentilan didahi sahabatnya itu, pelayan audah datang membawa beberapa nampan yg berisikan pesanan meraka.
"Kali ini kamu selamat, tidak untuk lain kali. Ayo segera makan, aku sudah sangat kelaparan." Ujar Siska buru-buru mengambil makanannya.
Siska makan dengan lahapnya. Sedangkan Linda, masih terus memperhatikan sahabatnya.
"Semoga saja Tuan Ken benar-benar menginginkan mu menjadi wanitanya, Sis. Aku tidak bermaksut mendoakan hubungan mu dengan Beni berakhir, tapi jika melihat hubungan kalian saat ini memanglah sebaiknya kamu menjalin hubungan dengan pria yg mampu membuat mu bahagia. Aku yakin, Tuan Ken pasti bisa membuatmu bahagia, bahkan benar-benar bahagia." Gumam Linda dalam hati sambil memperlihatkan senyum bibirnya.
Seusai mereka makan, Linda mengantarkan pulang Siska ke kos miliknya.
"Kamu tidak mau masuk dulu Lin ?" Tanya Siska setelah keluar dari mobil Linda.
"Tidak usah Sis, aku langsung pulang saja. Terimakasih untuk traktiran makan malamnya ya. Good night and nice dream sweety." Linda berlalu meninggalkan Siska dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kediamannya.
Sedangkan Siska menaiki anak tangga menuju kamar kosnya berada. Sesampainya dikamar, Siska segera merebahkan badannya diatas kasurnya. Hari ini dirinya merasa lelah sekali, tidak seperti biasanya.
Baru saja Siska terlelap, namun dirinya dikagetkan dengan bunyi ponsel. Sebenarnya Siska enggan menjawab panggilan tersebut, namun karena ponselnya berdering tiada henti akhirnya Siska pun melihat layar ponselnya.
"Nomor siapa ini?" Gumam Siska ketika melihat panggilan dari nomor yg tidak ia kenal.
"Selamat malam, apakah ini benar dengan Nona Siska Ananta?" Tanya seorang pria yg berada disebrang panggilan.
"Ya , saya sendiri. Maaf ini siapa ya?" Tanya balik Siska kemudian.
"Saya Manager Mall X ingin menyampaikan jika mulai besok sore Nona Siska bisa memulai bekerja paruh waktu disini dibagian personalia kantor. Untuk lebih jelasnya, kami menunggu kedatangan Nona. Apakah Nona Siska bersedia? Jika iya, silahkan datang ke kantor pusat kami yg berada di jalan Wijaya no.8 Lantai 3. Terimakasih." Ucapnya.
__ADS_1
"Baik Pak, besok sore saya akan kesana. Terimakasih kembali atas informasinya pak." Ujar Siska.
Panggilan pun berakhir.