Selingkuhan Ku , CEO Ku

Selingkuhan Ku , CEO Ku
BAB 7 - Penjelasan Siska


__ADS_3

Diruang Administrasi kampus, Siska menyerahkan catatan pembayaran kuliahnya semester ini yg sudah jatuh tempo. Setelahnya Siska mengambil uang yg berada didalam tasnya, ia mengambil beberapa kembar uang seratus ribuan kemudian menyerahkannya kepada petugas Administrasi.


"Baik, saya hitung dulu ya Siska." Kata Mr.Alex


"Iya Mr." timpal Siska kemudian


"Uangnya pas ya Sis, jadi semester ini administrasi kamu sudah Lunas dan tidak ada tunggakan lainnya. Kamu hanya tinggal mengikuti pembelajaran dengan baik sebelum wisuda akhir bulan Juni besok." ucap Mr.Alex sembari menyerahkan kembali administrasi Siska beserta nota pelunasan.


Siska kemudian berlalu meninggalkan ruangan Mr.Alex dan bergegas menuju parkiran kampus karna sudah ada janji dengan Linda untuk mentraktirnya makan sekaligus menceritakan kepergian Siska yg semalam tidak pulang ke kost.


"Sudah selesai semua Sis ?" tanya Linda ketika Siska sudah berada dihalaman parkir.


"Ya, akhirnya aku sudah tidak memikirkan beban biaya semester ku Lin, terimakasih banyak sahabatku yg Bawel." Sambil memeluk Linda tiada henti.


Setelah itu mereka masuk kedalam mobil Linda. Linda melajukan mobilnya menuju sebuah Mall.


Sesampainya disana, Siska dan Linda langsung menuju Resto Korean Food. Resto favorite Linda


"Pesanlah makanan sesuai yg kamu mau Lin, aku akan mentraktir mu hari ini." ucap Siska sambil membolak balikan daftar menu.


Ucapan Siska tak langsung di hiraukan sahabatnya, Linda. Linda sejenak menatap Siska dengan intens.


Siska menyadari jika sahabatnya itu sedang menatapnya serius, menunggu penjelasan panjan tentang ini semua.


"Sudah, berhenti menatapku seperti itu Lin. Kita makan dulu setelah itu aku akan menceritakan semuanya. Aku ke toilet dulu, kamu pesan saja. Aku samain saja dengan kamu. Oke, Bawel." Siska berlalu meninggalkan Linda yg masih menatapnya dengan penuh pertanyaan.


"Aku sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan Siska, dalam semalam Tuan Ken Wijaya yg terkenal dengan sifatnya yg dingin dan juga penjajah wanita itu mampu diluluhkan oleh seorang Siska." pikir Linda


Tanpa sepengetahuan Siska, Mall yg saat ingin tengah ia kunjungi bersama sahabatnya itu adalah salah satu Swalayan milik keluarga Wijaya.


Begitu juga dengan Ken, Ken tidak mengetahui jika perempuan yg telah memporak pondakan hatinya itu saat ini berada dalam satu Mall bersamanya.


Sepulang mengantar Siska ke kampus tadi pagi, Ken menyuruh Yoga, asistennya untuk segera bergegas menuju Mall tersebut guna mensurvei lokasi yg akan ia pimpin nantinya.

__ADS_1


Siska saat ini sudah kembali dari toilet. Dan makan pesanan mereka juga sudah tersedia dimeja.


Tanpa menunggu lama, Siska dan Linda menyantap hidangan itu dengan lahap. Karena mereka sejak pagi tadi memang belum mengisi perut jadi mereka sangat lapar.


Siska yg biasanya sebelum berangkat kuliah selalu menyempatkan membeli sebungkus bubur ayam didekat kostnya, pagi ini dirinya berada disebuah penginapan jadi tidak sempat untuk mencari isi perutnya sebelum berangkat kuliah.


Begitu juga dengan Linda yg ingin segera sampai dikampus karena mengkhawatirkan sahabatnya, Siska yg tidak ia jumpai dikost'an ketika dirinya ingin menjemput Siska jadi mengabaikan perutnya yg meronta-ronta kelaparan.


"Huh, akhirnya perutku kenyang juga." Ucap Linda sambil mengelus-elus perutnya yg kini terlihat membuncit.


"Sama Lin, aku juga kenyang banget nih. Jadi ngantuk pengen langsung pulang ke kost nidurin badan." Sahut Siska sambil menggeser duduknya dekat dengan Linda.


Linda melirik sahabatnya itu, "Enak aja main langsung pulang cerita dulu soal kamu dan Tuan Ken semalam. Apa yg terjadi hingga kamu tidak pulang ke kos."


Linda membenarkan duduknya, dan menatap Siska.


Siska menghembuskan nafas pelan sebelum dirinya mulai bercerita.


"Aku dan Ken menginap di hotel."


Pletak !


Suara jari Siska yg menyentil dahi Linda.


"Aku belum selesai bicara Linda, kamu ini. Selalu saja bawel. Tadi memintaku untuk bercerita, baru juga aku mulai beberapa kalimat kamu sudah nyerocos aja." dengkus Siska sedikit kesal kepada sahabatnya itu.


"Hehe, maafkan aku Siska cantik. Lagian kamu kebanyakan mikir, tinggal ceritakan semuanya gitu aja pake acara mikir segala."


"Aku dan Ken hanya sekedar bermalam disana, Linda. Tidak lebih. Dia mengajakku bermalam di hotel karna semalam aku mabok dan tidak sadarkan diri, jadi karna Ken tidak tahu alamat tinggalku dia memutuskan untuk mengajakku ke penginapan." sambung Siska.


"Kamu jangan menatapku seperti itu Linda, apa yg kamu fikirkan ?" tanya Siska yang melihat sahabatnya itu mentapnya dengan penuh selidik.


"Aku tidak yakin jika tidak terjadi sesuatu denganmu dan juga Tuan Ken." Sontak ucapan Linda membuat Siska tersedak minumannya.

__ADS_1


Uhuk uhuk


"Pelan-pelan kali Sis, gitu aja sampe grogi." Imbuh Linda dengan menepuk-nepuk punggung Siska yg tengah tersedak.


"Jangan berfikiran yg tidak-tidak Linda. Aku itu masih berstatus kekasih Beni Saputra, jadi aku tidak mungkin macam-macam dengan Ken. Pria yg baru semalam berkenalan denganku. Yg benar saja." Elak Siska sambil memalingkan wajahnya enggan menatap Linda yg sedari tadi terus menatap Siska dengan tatapan mengintimidasi.


"Ya, kalian memang baru saja berkenalan dan bertemu semalam, tapi aku yakin, kalian sudah saling nyaman dan entah ada sesuatu yg kalian sembunyikan dari aku." Selidik Linda.


"Sudah, berhenti menggodaku Linda. Aku sudah mengatakan yg sebenarnya kepadamu, jika kamu tidak mempercayaiku juga itu hakmu." Siska berkata sambil celingukan karna sekilas tadi dia seperti melihat sosok pria yg ia kenal, namun entah siapa gerangan.


"Ya ya, aku percaya padamu Siska. Oh ya, jangan-jangan kamu dan Tuan Ken jatuh cinta pada pandangan pertama, seperti di film-film dan novel itu Sis." Tebak Linda yg membuat Siska bingung harus mengatakan apa lagi kepada sahabatnya itu.


"Terserah kau saja lah Lin, aku capek berdebat dengamu. Aku jelaskan berkali-kali juga kamu akan kekeuh dengan pendapatmu bukan. Lebih baik sekarang kita pulang karna aku harus berkemas. Barusan Beni menghubungi ku kalo nanti malam dia akan menemui ku di kos, dia akan pulang kesini. Jadi aku harap kamu jangan sampe kelewat bicara sama dia. Oke." Tegas Siska kepada sahabatnya yg bawel itu agar merahasiakan pertemuannya dengan seorang pengusaha muda yg telah membantunya keluar dari masalah, dia yg tak lain adalah Ken Wijaya.


Ketika akan keluar Resto, HP Siska berdering. Nampak dilayarnya bertuliskan 'My Prince'.


Segera Siska mengangkat telepon itu dengan wajah yg berseri-seri.


"Ya sayang, gimana? Kamu jadi menemui ku di kos malam ini bukan? Aku akan menyiapkan makanan kesukaan mu."


"Tentu, sayang. Aku kini sudah berada dirumah Pamanku, aku ingin beristirahat sebentar lalu bersiap dan segera ke kosmu." Ucap Beni disebrang telepon


"Baiklah, selamat istirahat sayang. Aku tunggu kedatanganmu. Love you." Kemudian Siska mematikan telepon tersebut.


Linda yg mendengar dan melihat Siska sedikit menggelengkan kepalanya. Bagaimana tidak, selama hampir 2th ini dirinya menjadi hubungan LDR bersama kekasihnya Beni. Mereka hanya bertemu sebulan sekali, bahkan pertemuan mereka kali ini baru terjadi setelah 2 bulan. Bagaimana bisa mereka menjalani hubungan yg semonoton itu pikir Linda.


"Kamu pulang duluan aja Lin, aku akan pulang naik Taxi." Kata Siska


"Aku antar kamu sampe kos, Sis. Mana mungkin aku meninggalkan mu naik taxi setelah kamu mentraktir ku makan hingga aku kekenyangan seperti sekarang ini."


"Aku harus masuk Mall lagi Lin, ada beberapa yg harus aku beli untuk menyabut kedatangan Beni nanti malam." Siska tersenyum sendiri dalam pikirannya nanti malam.


"Kamu yakin tidak mau aku temani? Aku bisa menunggumu selesai berbelanja Sis." imbuh Linda.

__ADS_1


"Tidak usah Linda, bawel. Sekarang pulanglah, terimakasih sudah menemaniku makan siang." Siska memeluk sahabatnya itu, dan Linda pun berlalu meninggalkan Siska yg kini sudah masuk kedalam Mall lagi.


__ADS_2