Selingkuhan Ku , CEO Ku

Selingkuhan Ku , CEO Ku
BAN 13 - Balada Perasaan Siska


__ADS_3

"Apa kamu tidak haus, dari tadi bicara terus. Aku buatkan minum juga tidak mau." Lirik Siska menatap pria yg kini duduk disampingnya.


"Aku kesini tidak ingin minta minum, Siska." Jawab Ken singkat.


"Lalu kedatangan mu kesini dengan maksut dan tujuan apa? Hanya untuk mengagetkan ku? Begitu kah? Atau ingin meminta kembali uang yg tempo hari kamu berikan padaku" Selidik Siska yg mulai merasakan ada sesuatu dibalik kedatangan Ken.


"Aku tidak akan mengambil hak mu, kamu sudah bekerja malam itu jadi mana mungkin aku mengambilnya lagi setelah aku menikmati pekerjaan mu." Blusssssh, pipi Siska seketika merona karena ucapan Ken.


Bukankah waktu itu memang dirinya yg memulai mencium Ken. Dirinya yg dengan berani menggoda seorang pria yg baru dia kenal semalam.


aaaaaaaa. Ingin rasanya Siska berteriak malu kala mengingat kejadian itu.


"Aku ingin tahu, bagaimana hubungan mu dengan kekasihmu itu?" Tanya Ken tiba-tiba membuat Siska terkejut.


"Maksut kamu hubungan yg gimana? Kami baik-baik saja. Tidak ada masalah ataupun sejenisnya. Memangnya kenapa? Kenapa kamu menanyakan hubungan ku dengan kekasihku? Jawab Siska keheranan dengan pertanyaan Ken.


"Baguslah kalo begitu. Aku hanya khawatir jika kekasihmu itu tahu jika wanitanya sudah berani mencumbu pria lain. Bagaimana reaksinya ya ?"


Pertanyaan Ken sontak membuat Siska geram dan berdiri lantang.


"Kamu mau mengancamku !" Bentak Siska.


"Aku tidak mengancammu, bukankah memang begitu adanya. Kamu mencumbuku. Bahkan membalasnya seakan kamu menikmatinya."


"Kamu !" Hardik Siska setelah itu ingin beranjak meninggalkan Ken. Belum sempat Siska menjauh, Ken terlebih dahulu menarik tangan Siska, menyebabkan dirinya jatuh tepat dipangkuan Ken. Ken tersenyum puas kali ini.


Dengan seringai senyum tampannya, Ken membelai wajah Siska dan berkata.


"Jadilah wanitaku."


Cup.


Satu kecupan mendarat di bibir Siska. Namung Siska masih diam tak memberikan respon apapun. Hanya terlihat wajah keterkejutnya ketika mendengar kalimat yg dilontarkan Ken.


Karena Siska hanya diam saja, Ken berinisiatif untuk mencium Siska untuk kedua kalinya.


Ken mendekatkan wajahnya ke wajah Siska, dengan perlahan dirinya mendekap tubuh Siska agar semakin dekat dengan wajahnya.

__ADS_1


Toel. Tanpa diduga Siska mencubit hidung mancung milik Ken. Refleks saja Ken segera melepas pelukannya pada Siska dan memegangi hidungnya yg sudah memerah karena ulah Siska. Siska berdiri dari pangkuan Ken.


"Kamu ini kenapa? Sakit !" Ucap Ken memelas memijat bagian hidungnya.


"Kamu yg apa-apaan ! Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba kamu datang kesini. Lalu menanyakan hubungan ku dengan kekasihku. Setelah itu kamu memintaku untuk menjadi wanitamu? Kamu ini sudah tidak waras atau bagaimana !" Andai tubuh Siska bisa menampilkan wajah ekspresi mungkin saat ini diatas kepalanya telah terhias 2 sungut yg siap menerkam mangsanya. Benar-benar marah, mungkin.


"Ya, memang aku tidak waras. Aku tergila-gila padamu." Jawab Ken yg lalu berdiri dan mencoba mendekat pada Siska


"Dasar pria tidak waras! Pria mesum!"


"Terserah kamu mau mengatai aku apa, yg jelas itulah kenyataannya sekarang ini. Kamu tidak perlu menjawabnya saat ini juga. Kamu bisa memikirkannya terlebih dahulu. Aku tunggu jawaban kamu 1 minggu setelah pertemuan kita ini." Ken menatap wajah Siska sesaat sebelum meninggalkan kos itu.


"Kini Siska yg menarik lengan Ken.


" Wanita seperti apa yg ingin kamu inginkan?" Tanyanya pada Ken.


"Tenanglah, aku hanya ingin bersama denganmu. Jangan berpikiran yg bukan-bukan. Seperti tempo hari. Namun berbeda cerita. Jika waktu itu aku membayarmu dengan uang, kali ini aku ingin kau membayarnya dengan hati." Senyum Ken terpancar ketika mengatakan kalimat terakhirnya.


"Hati?" Batin Siska.


"Satu minggu setelah pertemuan kita kali ini, Yoga akan menjemputmu. Dia akan mengantarkan mu kepadaku untuk memberikan jawabannya. Pikirkan baik-baik, Siska. Aku tidak memberikan kesempatan kedua kepada siapapun." Ken berkata dengan nada penekanan dan keseriusan.


Siska melirik keatas tempat tidurnya, sebagai jawaban dari pertanyaan Ken.


Ken mengambil ponsel Siska dan menekan tombol untuk melakukan panggilan ke nomor tersebut.


"Ini ponselmu. Aku akan menghubungimu jika aku mulai merindukan mu." Ucap Ken.


"Ah, terus saja membual hingga tenggorokan mu itu kering karena sedari tadi kamu hanya bicara saja." Siska berkata demikian untuk menutupi rasa malunya diperlakukan pria yg jelas-jelas baru ia kenal.


Namun anehnya, Siska tidak keberatan ataupun marah ketika Ken memperlakukan dirinya demikian.


Yg tanpa disangka Ken tadi sudah menciumnya, Siska hanya diam saja. Dan sekarang pria itu mengatakan jika akan menghubungi Siska jika merindukannya. Bahkan Ken secara terang-terangan menginginkan Siska menjadi wanitanya.


Entah perasaan apa yg kini sedang melanda hati Siska.


"Kenapa dari tadi hanya diam? Tidak menjawab ucapanku ataupun ciumanku." Ledek Ken yg tentu membuat Siska salah tingkah.

__ADS_1


"Ish! Selalu saja menciumku seenaknya. Aku ini sudah punya kekasih! Jadi jangan macam-macam denganku." Ancam Siska tanpa rasa takut sedikitpun dengan Ken.


Mendengar ancaman Siska justru Ken semakin tertantang. Dia mendekati Siska lagi.


"Jika aku menginginkan lebih dari satu macam, bagaimana menurutmu? " Ken berkata sambil menaikkan alisnya. Sengaja menggoda Siska agar terpancing dan membuat ekspresinya lucu bagi Ken.


Teottt !


Siska kembali mencubit hidung mancung milik Ken.


"Sudah diam! Akan aku ambilkan minum, sedari tadi bicara ngelantur terus. Mungkin kamu dehidrasi." Siska berkata sembari meninggalkan Ken menuju lemari pendingin mini yg berada didalam kamar kosnya.


Siska mengambil sebuah minuman ber-isotonik lalu memberikannya kepada Ken.


"Minumlah." Pinta Siska.


Ken menerima minuman yg diberikan Siska untuknya. Sebelum membuka botol minumnya. Ken bertanya kepada Siska.


"Kenapa hanya 1 botol, punyamu mana?"


"Aku tidak haus, bukankah sedari tadi yg banyak bicara dan mengeluarkan tenaga itu kamu. Jadi aku tidak perlu minuman itu." Jawab Siska.


Ken terdiam sesaat ketika Siska mengatakan itu. Ia membuka botol minumya dan langsung meminumnya.


Siska tersenyum melihat Ken yg menghabiskan minuman pemberiannya dengan sekali teguk.


Ken menyadari jika perempuan didepannya ini tengah memperhatikan dirinya.


"Kenapa menatapku seperti itu? Apa kamu sudah mulai jatuh cinta kepadaku hingga tidak berkedip begitu." Selalu saja Ken menggoda Siska. Baginya Siska adalah perempuan yg spesial untuknya. Hanya bertemu sekali itupun tanpa disengaja tapi mampu membuat seorang CEO dingin seperti Ken jatuh hati. Bahkan Ken menjatuhkan harga dirinya dengan meminta Siska menjadi wanitanya. Benar-benar sebuah mukjizat.


"Ge-er aja terus. Aku selalu salah jika bersamamu. Jadi terserah kamu saja." Siska berlalu meninggalkan Ken yg masih duduk sambil menatapnya.


Siska berjalan menuju balkon kamar kosnya.


Meskipun Kos Siska terbilang sederhana, namun fasilitasnya tidak terlalu buruk. Karena Siska berada dilantai dua, dibelakang kamar kosnya terdapat sebuah balkon mini.


Ken mengikuti kemana arah Siska melangkah.

__ADS_1


Siska menyandarkan kedua tangannya ke pagar besi yg membatasi balkon itu.


__ADS_2