Selingkuhan Ku , CEO Ku

Selingkuhan Ku , CEO Ku
BAB 4 - Pertemuan Pertama


__ADS_3

Setelah mereka duduk bersebelahan, Siska memulai obrolan mereka terlebih dulu.


"Maaf, ada apa ya ?"


"Begini Nona, Tuan Ken ingin Anda menemaninya. Maaf sebelumnya, Beliau kira Anda pegawai disini. Saya sudah menjelaskannya namun Beliau bersikeukuh jika ingin Anda yg menemaninya." tutur Raka dengan sedikit menunduk karna merasa tidak enak kepada Siska.


Siska merasa terheran-heran mendengar penuturan sang Manager itu.


Belum sempat Siska menjawab, Linda keluar dari ruangan. "Ada apa ini kak?" tanya Linda kepada Raka.


Linda memang mengenal Raka, karena dia sering berkunjung ke Cafe ini, untuk mencari hiburan.


"kak ?" tanya Siska sembari memandang Linda dan Raka secara bergantian


"Iya Sis, Dia kak Raka. Manager Cafe ini, ada apa sebenarnya ? Kenapa kalian duduk berdua disini ? Apa kalian sudah saling mengenal sebelumnya ?" Tanya Linda yg masih penasaran


"Tidak." jawaban Raka dan Siska kompak.


"Lalu?" Linda bertanya lagi


Raka berdiri dan menceritakan semuanya kepada Linda, Linda kaget dengan ucapan Raka, lalu segera dia menarik tangan Siska ke balkon dan mengajaknya bicara empat mata.


"Sis, nasib kak Raka ada ditangan kamu. Aku mohon sama kamu, tolongin dia ya ?" rengek Linda kepada Siska


Siska masih tidak mengerti apa maksut Linda, dia masih mendengarkan ucapan sahabatnya itu.


"Ini juga kesempatan buat kamu Sis, Tuan Ken mengatakan pada Kak Raka kalo dia akan memberikan kamu imbalan sesuai yg kamu inginkan. Bukankah ini namanya pucuk di cinta ulam pun tiba. Coba pikirkan, hari ini tiba-tiba pihak Swalayan yg ingin mempekerjakan kamu membatalkannya, sedangkan kamu harus membayar biaya kuliah bulan ini, Dan malam ini kamu dipertemukan oleh seorang pahlawan yg akan membantu mu. Bukankah itu sebuah anugerah Tuhan untukmu Siska sayang?" cerocos Linda panjang lebar.


Beberapa saat Siska mencerna omongan sahabatnya itu, apa yg dikatakan Linda memang ada benarnya. Tapi tidak mungkin dirinya akan menjual harga dirinya untuk membiayai kuliahnya bukan.


Kemudian Siska berjalan lagi ke arah Raka dan meninggalkan Linda di balkon tanpa menjawab ucapan Linda.


"Menemani dalam artian apa yg dimaksut oleh Tuanmu itu Pak ?" Tanya Siska kepada Raka dan Yoga


Yoga yg sedari tadi hanya diam kini ambil giliran bicara.


"Maaf Nona, hanya menemani Tuan didalam ruangan Cafe selama yg Beliau inginkan. Tidak lebih Nona." Ucap Yoga sopan


"Baiklah, aku terima tawaran Tuanmu." seketika Siska berlalu meninggalkan ketiga orang yg masih tidak percaya dengan ucapan yg dilontarkan Siska


Yoga mengarahkan Siska menuju ruangan dimana Ken berada.


Entah mengapa ketika akan memasuki ruangan itu, jantung Siska serasa ingin keluar dari tubuhnya.


Siska tidak tahu siapa sebenarnya yg akan dia temani malam ini, yg dia pikirkan saat ini hanyalah biaya kuliah yg harus ia lunasi bulan ini karena sudah jatuh tempo dan juga uang kost yg belum dia bayar selama 3 bulan .

__ADS_1


Perlahan Yoga mengetuk pintu ruangan itu. Dan ketika mendapat jawaban dari Ken, Yoga dan Siska masuk kedalam ruangan dengan membawa alkohol, rokok, dan juga snack untuk mereka.


Tak lupa, Yoga juga membawa 2 pegawai Cafe untuk menemaninya diruangan itu agar dirinya tidak mengganggu majikannya dan entah siapa perempuan yg menarik perhatian Bosnya itu.


"Lakukan sesuka hatimu Ga, anggap saja aku tidak ada. Kamu bebas melakukan apapun. Kalo perlu tambah wanitamu sebanyak yg kamu inginkan." ucap Ken dengan senyum lebarnya


Yoga hanya menanggapi dengan malu-malu, padahal dalam hatinya dia bersorak gembira.


Perlahan, Siska mendekati Ken karna pria itu yg melambaikan tangan menyuruh Siska mendekat.


"Perkenalkan nama saya Siska." ucap Siska ramah masih dengan posisi berdiri dihadapan Ken sambil mengulurkan tangannya


Ken menyambut uluran tangan Siska, dan tanpa disangka Ken menatap Siska tanpa berkedip, hingga membuat Siska salah tingkah.


"Ehem, Maaf Tuan, apa ada yg salah dari penampilan Saya." kata Siska lagi


"Ah tidak-tidak, aku hanya sedikit terpesona dengan dirimu." jawab Ken hingga membuat wajah Siska merah dibuatnya


"Silahkan duduk." kata Ken lagi sambil menepuk tempat duduk disebelahnya


Siska mengikuti ucapan Ken.


Beberapa waktu mereka hanya saling diam, mengagumi satu sama lain.


Menikmati suara Yoga dan juga teman bernyanyinya


"Beb, dimana Siska, kenapa dia tidak kunjung masuk dari tadi? Apa dia pulang ?" tanya Evan


Sembari merangkulkan tangannya keleher Evan, Linda pun menjawab "Siska sedang bekerja dengan Tuan Ken Wijaya, Beb. Dia sedang mengambil harta karunnya." ucap Linda serasa mengecup pipi kekasihnya


"Ken Wijaya? Harta Karun?" Apa maksutnya


batin Evan


Acara perayaan ulang tahun Linda malam ini sukses dan berjalan lancar meskipun tanpa kehadiran sahabatnya, Siska.


Tadi sebelum Linda meninggalkan Cafe itu, dia sudah menghubungi Siska jika Linda akan menunggunya, Namun Siska melarang dan menyuruhnya pulang bersama Evan karna dia akan diantar Ken. Padahal Siska hanya berbohong agar tidak merepotkan Linda.


Jam telah menunjukkan pukul 11 malam. Sudah 3 jam Siska menemani Ken diruangan itu tanpa ada obrolan mereka berdua.


"Untuk apa dia memintaku untuk menemaninya jika hanya untuk di diamkan selama ini ? Aku mulai ngantuk lagi, gimana ini ?" Batin Siska


"Apa kamu mengantuk ?" tiba-tiba suara Ken terdengar


"Sedikit." jawab Siska singkat

__ADS_1


Salah seorang pegawai wanita yg disewa Yoga tiba-tiba mendekati Siska dan Ken, dia membawa 2 gelas sloki yg berisi alkohol. Ken melirik Siska, Siska pun demikian hingga tatapan mereka bertemu.


Deg !


Suara jantung Ken serasa ingin berhenti ketika matanya dan Siska saling terkunci.


Siska mengambil sloki dari tangan wanita itu dan langsung meminumnya tanpa bertanya itu apa.


Sedangkan Ken hanya menaikkan sudut alisnya melihat tindakan Siska.


Yoga yg melihat kejadian itu sangat terkejut dan takut jika Ken akan memarahi wanita itu karena berani mendekati mereka berdua bahkan memberikan alkohol. Tapi siapa sangka jika Ken sama sekali tidak marah. Benar-benar aneh.


"Maaf, Ken." ucap Yoga lirih


Ken hanya mengangkat tangannya mengisyaratkan jika tak masalah.


Satu menit, dua menit, tiga menit, hingga menit ke sepuluh, kepala Siska terasa pusing. Pandangannya kabur. Dan, brukk ! Siska menjatuhkan kepalanya di dada bidang milik Ken.


Ken refleks menjaga kepala Siska agar tidak jatuh kelantai. "Heyy, bangun. kamu tidur atau pingsan ?" tanya Ken kepada Siska sambil menepuk-nepuk pipinya.


Siska tak bergeming sedikitpun.


Ken terus saja memandangi wajah Siska dalam dekapannya. "Cantik." Gumam Ken


Kemudian Ken memanggil Yoga agar menyudahi acara malam ini karena jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.


Tak lupa Yoga memberikan tip atau uang tambahan kepada 2 pegawai wanita yg telah menemaninya, meskipun mereka sudah mendapat gaji dari Cafe ini tapi Ken yg menyuruhnya memberikan tambahan.


Tak terkecuali Raka, sang Manager Cafe yg telah berhasil membujuk Siska agar mau menemaninya malam ini.


Visual Siska Ananta



Visual Ken Wijaya



Visual Linda Megan



Visual Evan


__ADS_1


Visual Yoga



__ADS_2