
Dari perkataan Siska, Ken bisa menyimpulkan jika hubungan Siska dengan kekasihnya terpaut jarak.
"Ini kesempatan bagus" umpat Ken
Ken masih menatap wajah Siska dengan seksama.
"Jadi, kamu membalas ciumanku tadi karna rindu dengan kekasihmu, begitu maksut kamu, SISKA?" Tanya Ken dengan menekan kata Siska yg membuat dirinya merasa kikuk.
"Aku tidak tahu."
Setelah mengatakan itu, Siska beranjak pergi dari sisi Ken, dan berlari meninggalkan Ken.
Ken hanya tertawa melihat Siska yg ketakutan atas pertanyaannya, padahal Ken hanya mengerjainya.
Sungguh, Siska bisa membuat Ken berbunga-bunga sejak pertemuan pertama mereka.
Ken mengetuk pintu kamar mandi, entah apa yg dilakukan Siska, padahal dirinya sudah mandi sejak Ken belum bangun tapi setelah bergulat bibir dengan Ken dirinya mengurung diri di kamar mandi.
"Siska, keluarlah, apa kamu tidak kuliah ?" tanya Ken kembali mengetuk pintu kamar mandi
"I-iya, sebentar lagi aku selesai." jawab Siska terbata
Akhirnya Siska pun keluar, wajahnya masih memerah. Dia malu, malu karna telah berani menggoda Ken hingga dirinya terbuai membalas ciuman yg diberikan Ken.
"Ayo aku antarkan kamu ke kampus, Yoga sudah ada didepan." seru Ken
"Tidak usah Tuan, aku akan pergi ke kampus sendiri, lagian aku juga harus berganti pakaian dulu ke kost. Tidak mungkin aku pergi ke kampus dengan pakaian yg aku pake semalam. Bisa-bisa Linda nyerocos nggak habis-habis."
"Tidak usah pikirkan masalah pakaian, aku sudah membelikan mu baju. Gantilah terlebih dulu, itu didalam paper bag." Ken menunjuk paper bag diatas tempat tidur. Sebelum Siska keluar dari kamar mandi, Ken menghubungi Yoga untuk menjemputnya dan juga Siska, tak lupa Ken menyuruh Yoga untuk membelika pakaian ganti untuk Siska, al hasil sesampainya disana Siska tak kunjung keluar jadi paperbag itu masih tergeletak dimana Yoga meninggalkannya.
Siska melirik paper bag berwarna pink itu kemudian mengambilnya, tanpa berlama-lama Siska segera masuk ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya.
"Terimakasih Tuan." kalimat itu yg pertama kali didengar Ken ketika Siska keluar kamar mandi
"Jangan memanggilku Tuan, kita hanya selisih beberapa tahun. Panggil saja Ken."
Ucap Ken sambil merapikan anak rambut Siska ke belakang telinga, membuat Siska bergidik atas ulah Ken.
"Hmm, baiklah. Jadi, sebelum kita pergi aku ingin meminta bayaran ku." Siska berkata to the point
__ADS_1
"Berapa yg kamu inginkan ? Sebutkan, dan aku akan mengirimkannya ke rekening mu." Ken meminta Siska mengirimkan nomor rekeningnya juga nomor ponselnya, itu alasan Ken secara tidak langsung agar dengan mudah berkomunikasi setelah pertemuan pertama mereka ini usai.
"Aku hanya butuh uang 5jt."
Tring !
Sebuah transaksi telah berhasil dilakukan Ken.
Siska yg mendapat notifikasi dari Hp.nya pun menatap Ken dengan mata melotot.
"Kenapa banyak sekali kamu membayarku ? ini terlalu banyak, Ken !"
Ken tersenyum dan mendekati Siska,
"5jt itu hanya untuk bayaran kamu semalam menemaniku, sedangkan 20jt untuk bayaranmu yg tadi sudah membalas ciumanku."
Deg !
Seketika wajah cantik putih itu kembali merah bak kepiting rebus. Sebelum mereka keluar meninggalkan penginapan. Ken mencium bibir Siska sekilas, membuatnya mematung diambang pintu.
"Ayo jalan Siska, kenapa malah berdiam diri disitu ? Atau kamu masih ingin berlama-lama di penginapan ini bersamaku ?" ledek Ken
Yoga yg melihat Ken keluar penginapan bersama Siska sudah mempersiapan berbagai macam pertanyaan, karena wajah majikannya pagi ini seperti bunga yg sedang bermekaran. Senyum yg selalu terukir disepanjang perjalanan menuju kampus dimana Siska menempuh ilmu.
Sekitar 25 menit, mereka sampai dikampus.
"Thank you more Ken, see you again."
Siska berlalu sambil melambaikan tangan dan mengulas senyum cantiknya. Ken hanya membalas dengan seulas senyum ketampanannya.
Didalam mobil, Yoga memberanikan diri berbicara kepada Ken.
"Apa semalam ada sesuatu yg terjadi, Ken ?"
Ken memajukan posisi duduknya dan menepuk pundak Yoga pelan, "Memangnya kamu berharap aku dan Siska terjadi apa Ga ?"
Yoga yg mendengar jawaban majikannya segera menundukkan kepala dan meminta maaf,
"Maaf Ken, jika aku lancang. Maafkan aku."
__ADS_1
"Hey, kenapa Ga ? Aku tak akan memarahimu, justru aku berterima kasih padamu karna semalam mengajakku ke Cafe itu sehingga aku bisa bertemu dengan Siska." Ken senyum-senyum sendiri mengingat awal pertemuannya dengan Siska
"Siska perempuan yg istimewa Ga, aku harus mendapatkannya. Apapun yg terjadi." tegas Ken kepada Yoga
Yoga fokus melajukan mobil setelah Ken menyuruhnya untuk mengantarkannya ke Swalayan yg akan di pimpinnya. Dia akan surve lokasi dulu sebelum terjun langsung memimpin.
Didalam Kampus, Siska mendengar seseorang memanggilnya.
"Siskaaaaaaa " teriak Linda
Siska hanya tersenyum melihat sahabatnya itu,
"Kamu semalam kemana aja, apa tidak pulang ? Tadi aku menjemputmu di kost, tapi kamarmu masih terkunci."
"Lalu, semalam kamu sampai jam berapa menemani Ken ? Apa Ken bersikap baik ? Atau Dia tetap bersikap dingin dan acuh sama kamu ?" cerocos Linda
Siska berhenti sejenak untuk menjawab pertanyaan sahabatnya,
"Aku tidur di hotel, Bawel." sambil mencubit hidung Linda, Siska berlalu meninggalkan sahabatnya
Linda yg kepo segera mengejar Siska dan menyerbunya dengan banyak pertanyaan.
"Di hotel ? Sama Siapa ? Jangam bilang kalo kamu menginap sama Ken ? Trus kalian semalam mabok ? Jangan-jangan kalian sudah melakukan itu ya ? Ya Ampun Siskaaa, a a-ak."
Belum sempat Linda melanjutkan ocehannya, tangan Siska keburu membungkam mulutnya dengan telapak tangannya.
"Linda, please, kecilkam suaramu. Nanti kalo ada yg denger gimana ? Bisa kena masalah kita." omel Siska kepada Linda
Linda masih menatap intens sahabatnya yg semalam ia ketahui bermalam dihotel, entah dengan siapa entah berbuat apa itu masih menjadi pertanyaan Linda.
"Aku akan ceritakan nanti setelah kelas kita usai. Kita makan di Resto Korea di Mall yg kemarin kita gagal kesana karna tutup. Oke Bawel ? Jadi jangan menatapku seperti itu lagi." Siska tau jika Linda sedang mengintimidasi dirinya jadi dia akan mentraktir sahabatnya itu makan ditempat favoritnya.
4 Jam sudah Siska dan Linda mengikuti arahan Dosen, sebenarnya masih ada 2 jam pembelajaran lagi. Tapi berhubung Dosennya tidak hadir, jadi mereka sekelas diberi tugas dirumah.
Siska hari ini berencana akan kebagian pembayaran uang perkuliahannya, karena dirinya sudah mendapat uang dari Ken, jadi buru-buru dia menyelesaikan administrasi agar pihak kampus tidak mengeluarkan surat peringatan lagi untuk Siska.
"Lin, aku mau keruang Bu Yuli dulu yaa. Kamu tunggu aku di parkiran, nanti aku nyusul. Eh, Evan mau diajak makan sekalian enggak kira-kira Lin ? Kalo iya kamu sekalian hubungi dia yaa." pesan Siska sebelum meninggalkan Linda
"Nggak usah, kita berdua aja. Kalo ajak Evan takjtnya kamu nggak bebas cerita sama aku." Goda Linda ketika Siska mulai tak terlihat dari jangkauan matanya
__ADS_1
"Gila tuh bocah, sampe nekat bermalam sama Ken. Apa Siska nggak tau Ken itu siapa ?" Gumam Linda