Selingkuhan Ku , CEO Ku

Selingkuhan Ku , CEO Ku
BAB 8 - Kedatangan Beni


__ADS_3

Siska berjalan menuju tempat sayuran dan buah-buahan. Dia ingin menyambut kedatangan sang kekasih yg sudah 2 bulan ini baru menemuinya dengan suguhan berbagai macam makanan.


Tak lupa Siska juga mampur kesebuah toko Pakaian, dia memilih-milih baju untuk ia kenakan nanti malam.


Sudah berapa tahun saja dirinya tidak membeli baju, hingga Siska lupa kapan terakhir kalinya dirinya pergi berbelanja pakaian.


Setelah memilih beberapa pakaian, Siska pun kembali ke Lobby Mall untuk menunggu Taxi online yg sudah dia pesan.


5 menit menunggu, Taxi pun tiba. Dengan menenteng 2 buah kantong plastik ditangannya Siska memasuki Taxi menuju kosnya.


Nampak sebuah rumah berlantai 2 terparkir sebuah Taxi didepan gerbang.


"Ini pak, kembaliannya ambil saja." Siska menyerahkan 2 lembar uang ratusan ribu sembari melempar senyum kepada sopir Taxi.


"Alhamdulillah, terimakasih banyank Nona atas kebaiakan Anda. Semoga Anda panjang umur dan selalu bahagia." Ucap sopir Taxi saking terharunya jika masih ada perempuan sebaik Siska yg menghargai pekerjaan seorang sopir Taxi.


Siska pun segera masuk kedalam rumah itu, dimana dirinya menyewa kamar itu sebagai tempatnya bernaung selama ini.


Memasuki kamar kos yg hanya berukuran 3x3cm itu, Siska kemudian berkutat dengan segala macam sayuran, lauk, dan buah-buahan yg baru saja dia beli.


Siska keluar kamar, membawa semua bahan-bahan yg ia perlukan ke samping kamar yg ia tempati.


Karena didalam kamar kos Siska hanya mampu menampung 1 buah tempat tidur dan lemari pakaian, jadi dia memasak menggunakan Pantry umu yg berada disamping kamar kos mereka.


Pemilik kos yg ditempati Siska memang menyediakan 2 Pantry umum yg bisa digunakan oleh penghuni kamar kos yg ingin memasak untuk menghemat pengeluaran, jadi siapapun boleh menggunakan pantry itu tak terkecuali Siska.


3 jam lamanya Siska bergulat bersama pisau dan kawan-kawannya, semua masakan sudah tertata rapi di meja kamar kosnya.


Siska nampak puas dengan masakan yg telah ia persiapkan untuk menyambut kekasihnya itu.


Setelah merapikan kamar, dan menata makanan, kini giliran Siska merapikan diri.

__ADS_1


Siska memasuki kamar mandi, membersihkan dirinya yg sudah bau ikan tenggiri menurutnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Siska tengah bersiap menunggu kedatangan kekasihnya.


Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu. Dengan sedikit berlari Siska membuka pintu kosnya. Pelukan pun langsung terhambur begitu saja didada bidang milik seorang pria yg tak lain adalah Beni.


"Sayang, kenapa kamu manja sekali." Ucap Beni semakin mempererat pelukan mereka.


"Aku merindukan mu, sayang. Sangat merindukan." Rengek Siska sedikit menonjolkan manjanya dirinya kepada Beni.


Beni kemudian melonggarkan pelukannya.


"Sebaiknya kita masuk dulu sayang, tidak enak jika penghuni kamar disekitarmu melihat kita sedang berpelukan seperti ini." Jelas Beni.


Siska yg mendapat penjelasan dari Beni seketika tersadar. Benar yg diucapkan Beni, sekarang ini memang dirinya dan Siska berpelukan masih berada diambang pintu. Meskipun kos yg ditempati Siska adalah kos bebas, namun hak seperti itu adalah privasi dan tidak baik jika ada penghuni kos lain yg melihatnya, akan menjadi omongan yg tidak-tidak hingga menimbulkan fitnah.


Tanpa melepas pelukannya, Siska melangkah mundur. Membiarkan kekasihnya membawa dirinya lebih masuk kedalam kamar kos.


Cukup lama mata mereka saling memandang. Beni semakin mendekatkan wajahnya, diusapnya pipi Siska dengan lembut dan penuh cinta.


Siska yg mendapat perlakuan itu dari Beni tanpa sadar memejamkan matanya.


Beni pun mulai mencium bibir Siska, diciumnya bibir tipis milik Siska, keduanya tenggelam dalam pagutan bibir, melepaskan kerinduan yg selama 2 bulan ini mereka pendam.


Tak hanya berhenti dibibir Siska, Beni mengoperasi setiap inci rongga mulut Siska. Mengulumnya, hingga Siska kewalahan mengimbangi permainan bibir yg diciptakan Beni.


Sesaat ketika mereke masih bercumbu, tiba-tiba Siska teringat Ken. Pria yg pertama kali bertemu dengannya namun dirinya sudah berani menawarkan manis bibir untuknya.


Siska membuka matanya, dan sedikit mendorong dadi bidang milik Beni. Beni tentu kaget dengan perlakuan kekasihnya.


"Ada apa sayang?" tanya Beni keheranan.

__ADS_1


"Aku kehabisan oksigen." dengan wajah yg dibuat memelas Siska mengatakan itu, padahal dalam benaknya dirinya masih merutuki kebodohannya yg dengan mudahnya mencium pria yg baru semalam ia kenal.


Beni justru tersenyum dengan tingkah Siska, dia kemudian meraih pinggang Siska dan mengajaknya berjalan menuju meja yg berisi anake macam masakan dan buah-buahan yg sudah disiapkan Siska untuk menyambut kedatangan kekasihnya.


"Kamu ini, ayo sekarang kita makan. Sebelum aku yg akan memakanmu nantinya." Ucap Beni sambil mengacak-acak rambut kekasihnya.


Mereka berdua menikmati makanan yg sudah disiapkan Siska, sesekali Beni menyuapi kekasihnya itu. Siska sedari tadi hanya diam, entah apa yg mengganggu fikirannya.


"Sayang, kamu kenapa? Apa sedang tidak enak badan?" Tanya Beni sambil mengecek kening Siska dengan telapak tangannya.


Siska menepus tangan Beni dengan lembut, digenggamnya tangan Beni dan perempuan itu mulai berkaca-kaca.


"Aku sangat merindukanmu, sayang. Rasanya aku tidak ingin lagi jauh darimu." Buliran bening jatuh dipipi Siska.


Beni yg melihat kekasihnya bersedih segera mengganti posisi duduknya bersebelahan dengan Siska, Pria itu membawa tubuh Siska kedalam pelukannya. Mendekapnya didada bidang Beni.


Beni mengelus rambut Siska dan memeluknya,


"Aku mengerti sayang, tenanglah. Jangan bersedih lagi. Bukankah tahun ini kamu akan wisuda? Itu tandanya tidak akan lama lagi kita akan sama-sama terus sayang."


Siska mendongkakan kepalanya menatap kekasihnya.


"Maksut kamu apa sayang?" Tanya Siska keheranan


"Aku akan membawa kamu ke Kota S sayang, kamu bisa mencari pekerjaan disana. Jadi kita tidak akan menjalani hubungan terpisah jarak seperti ini lagi." Jelas Beni yg membuat Siska entah mengapa hatinya tidak ingin pergi dari kota yg kini ia naungi.


Padahal dulu Siska ingat betul, jika selesai kuliah dirinya akan menyusul Beni ke kota S dan mencari pekerjaan disana agar hubungan mereka tidak LDR lagi. Kali ini Siska mulai bimbang dengan dirinya sendiri, Siska juga tidak tahu apa yg sedang terjadi pada dirinya saat ini.


Mendengar penjelasan Beni, Siska hanya menganggukan kepala tanpa memberi jawaban atau kalimat apapun. Beni yg menyadari ada sedikit perubahan dengan kekasihnya itu hanya bergumam dalam hati. "Apa yg sebenarnya terjadi dengan Siska selama 2 bulan aku tak menemuinya? Kenapa dia seakan enggan berada didekatku. Tidak seperti dulu ketika dia berkeinginan untuk terus bersamaku."


Tidak ada percakapan lagi diantara Siska maupun Beni, keduanya terlelap dengan sendirinya.

__ADS_1


Mungkin karna rasa lelah dan kantuk yg menyerang mereka berdua hingga mereka tak menyadari hal itu.


__ADS_2