Selingkuhan Ku , CEO Ku

Selingkuhan Ku , CEO Ku
BAB 9 - Yg dingin mulai meleleh, wkwk


__ADS_3

*** Di Sebuah Apartemen


"Capek sekali aku, hah. Seharian ini aku berkeliling ke Mall-Mall milik keluarga hingga kakiku rasanya ingin patah." Kesal Ken yg baru saja tiba disebuah Apartemen mewah yg dibeli papanya untuk ditempati Ken.


Ken memang sengaja meminta Papanya untuk membelikan 1 unit apartemen untuk dia tempati karena jarak Mall dan juga rumah utama Wijaya sangatlah jauh, maka dari itu dirinya memutuskan untuk tinggal di apartemen agar memudahkan pekerjaannya.


Awalnya Nyonya Monic, mama Ken keberatan atas permintaan putra semata wayangnya itu, bukan karna apa-apa. Tapi mengingat Ken yg selama ini sudah jauh dari kedua orang tuanya juga membuat Nyonya Monic kesepian. Tinggal dirumah mewah nan besar seorang diri, hanya ditemani para pelayan dan juga suaminya yg juga jarang dirumah karna mengurus bisnis keluarga mereka.


Namun Ken yg mengerti akan kesepian mamanya itu memberikan sedikit pengertian yg akhirnya mengizinkannya untuk tinggal di apartemen sesuai yg Ken inginkan.


Ken mengambil ponselnya, dilihatnya wajah Siska yg berada di galeri Hp-nya. Ken diam-diam mengabadikan foto Siska ketika terlelap di penginapan kemarin tanpa sepengetahuan Siska tentunya.


"Cantik, aku merindukan mu." Gumam Ken tanpa ia sadari.


Seketika Ken berdiri dari tidurnya.


Dirinya merasa frustasi sendiri ketika mengingat Siska, perempuan yg sama sekali tidak memperlihatkan ketertarikannya kepada seorang Cassanova seperti Ken Wijaya. Bahkan Siska berani mencium dirinya terlebih dulu tanpa meminta persetujuan.


"Apa aku sudah menerima karma-Mu Tuhan? Kenapa saat ini perempuan sudah tidak terpesona lagi dengan diriku." Rutuk Ken sambil mengacak-acak rambutnya.


Tok Tok Tok


Terdengar suara pintu apartemen diketuk oleh seseorang.


Ken bergegas menuju pintu dan melihatnya dari monitor yg memang disediakan di Apartemen tersebut.


"Siapa perempuan ini?" Gumam Ken ketika melihat seorang perempuan sexy berada didepan pintu apartemennya.


"Maaf, Nona mencari siapa?" Tanya Ken sambil menatap perempuan itu dari atas sampe bawah, Ken hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat perempuan sexy yg kini tengah didepannya.


Perempuan itu mendekat, menyentuh dadi bidang Ken yg hanya mengenakan kaos rumahan.

__ADS_1


"Perkenalkan Tuan Ken Wijaya, nama saya Olivia. Anda bisa memanggil ku Livia." Dengan nada yg dibuat-buat perempuan itu memperkenalkan diri.


Ken yg memang terkenal sebagai Cassanova dingin dan cuek tidak menghiraukan ucapan perempuan yg kini telah berada didalam apartemennya itu.


Tanpa basa-basi, Ken menghampiri Livia.


"Apa maumu !?" Ketus Ken to the point.


Livia bangkit dari duduknya dan mendekati Ken yg berdiri didepannya.


"Aku dengar, Tuan tidak pernah bisa hidup tanpa wanita. Selama Tuan berada disini, saya rela menjadi wanita Tuan." Livia yg hendak mengalungkan tangannya ke leher Ken segera ditepis oleh sg pemilik.


"Keluarlah! Aku sedang tidak ingin diganggu." Ken menunjuk pintu keluar apartemennya.


Dan wanita itu segera berlalu meninggalkan Ken.


Siapa yg mengganggu Tuannya, pasti akan menerima balasannya. Maka dari itu, tidak ada yg berani menentang seorang Ken Wijaya, sekalipun itu Mama Monic 🤪


*** Di Kos Siska


Beni terbangun ketika jam menunjukkan pukul 11 malam.


Dia dan Siska terlelap seusai makan malam pukul 8 tadi, dengan berhati-hati Beni memindahkan tangan Siska yg masih berada dalam pelukannya.


Siska dibaringkan ke tempat tidurnya, dipandangi perempuan berusia 22th itu. Perempuan yg sudah menemani hari-harinya selama kurang lebih 2th ini.


"Maafkan aku, Siska. Aku tidak tahu lagi harus mempertahankan hubungan kita sejauh mana. Aku sangat mencintaimu, tetapi Mike juga butuh seorang ibu yg juga bisa menerima dan menyayanginya." Lirih Beni sembari membelai lembut pipi Siska.


Setelah itu, Beni pergi meninggalkan kos Siska.


Beni melajukan mobilnya menuju rumah sang Paman.

__ADS_1


Beni berada dikota ini menginap dirumah pamannya, Paman Erik namanya.


Sesampai di rumah pamannya, Beni segera terlelap karena esok dirinya akan bersiap-siap pulang ke Kotanya lagi guna menyelesaikan pekerjaan yg telah ia tinggalkan sedari kemarin.


Perlahan Siska membuka matanya ketika sorot matahari menyilaukan matanya.


"Aahhh, kenapa hari sudah pagi. Aku masih ingin tidur." Omel Siska dan segera merapatkan selimutnya lagi.


"Tunggu, tunggu. Jam berapa ini? Kenapa aku bisa tertidur sampai pagi? Bukankan semalam aku bersama Beni. Dimana dia sekarang? Astaga."


Buru-buru Siska beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Siska melihat pada layar HP-nya jika waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi.


"Aku harus segera menghubungi Beni." Gumam Siska sambil mengetikkan nomor ponsel Beni.


Selang beberapa detik ponselnya mendapat balasan,


"Halo sayang, kamu baru bangun? Semalam kamu tidur nyenyak jadi aku pergi tanpa berpamitan padamu, maafkan aku, sayang." Ucap Beni disebrang telepon.


"Kenapa tidak membangunkan aku, sayang. Aku masih merindukan mu. Bukannya mengajakku pergi jalan-jalan menghabiskan waktu berdua malah aku ketiduran. Aku yg seharusnya minta maaf padamu, sayang." Siska berkata serasa bibirnya cemberut karna hari ini Beni harus segera pulang ke kotanya karena memang akhir-akhir ini dirinya disibukkan dengan pekerjaan kantor. Siska memakluminya karna memang sedari dulu Beni seorang yg pekerja keras. Terbukti jika usaha properti yg kini dipimpin Beni berkembang maju hingga memiliki anak cabang dibeberapa kota.


"Bukankah semalam juga kita menghabiskan waktu berdua, sayang. Apakah kamu lupa jika semalaman aku menemanimu tidur hingga terlelap dan ketika aku terbangun barulah aku pergi dari kosmu." Beni bericap sambil tersenyum guna mengembalikan mood sang kekasihnya.


"Tapi aku masih merindukanmu, sayang. Tidak bisakah kamu tinggal disini sehari lagi. Aku mohon." Pinta Siska kepada Beni.


Beni sebenarnya juga masih merindukan Siska, namun apalah daya karna memang dirinya tidak bisa meinggalkan rumahnya terlalu lama, terlebih ada Mike yg selalu di khawatirkan ketika Beni berada jauh darinua.


"Sayang, aku mengerti. Tapi aku jg tidak bisa berlama-lama disini. Kamu kan tahu bagaimana sibuknya pekerjaan ku akhir-akhir ini? Aku janji, setelah kamu lulus Wisuda nanti, aku akan segera membawamu bersamaku. Jadi kita tidak akan terpisahkan lagi, sayang." Ucapam Beni terdengar serius, namun Siska merasa jika ucapan Beni hanya agar membuat Siska mereda.


Sebelum mendapat jawaban dari ucapan Beni, Beni kembali berkata,


"Setelah ini, aku akan ke kos mu, sayang. ikutlah denganku sebentar. Ada yg ingin aku katakan kepadamu. Ini masalah penting. Untuk masalah kuliahmu hari ini, aku sudah memberikan permohonan izin kepada Dosen yg hari ini mengajar dikelasmu. Bersiap-siaplah sayang, aku akan segera tiba, Love you." Kalimat terakhir sebelum Beni menutup sambungan telepon mereka.

__ADS_1


"Apa yg akan Beni katakan sebenarnya, apakah dia telah mengetahui jika aku bermain dibelakangnya? Tidak-tidak. Itu tidak mungkin." Khayalan Siska menebak-nebak hal penting apa yg akan dikatakan Beni terhadap dirinya.


__ADS_2