Selingkuhan Ku , CEO Ku

Selingkuhan Ku , CEO Ku
BAB 5 - Kiss


__ADS_3

Ken keluar Cafe dengan membopong Siska, karna sudah berkali-kali Ken mencoba membangunkan gadis itu tetapi tidak ada respon. Yoga menyimpulkan jika Siska mabuk alkohol.


"Ga, cari penginapan terdekat ." perintah Ken


"Baik Ken." Yoga menjawab sekilas kemudian tetap melajukan mobilnya.


Tak berselang lama, Yoga telah sampai disebuah penginapan. Bukan penginapan Bintang Lima tapi sudah mempunyai fasilitas cukup bagus. Karna memang permintaan Ken agar dirinya tidak terlalu dikenal banyak orang jika menginap di hotel biasa.


"Aku akan menjaga Siska disini, kamu pulanglah. Katakan pada kedua orangtuaku jika aku sedang ada urusan dan kemungkinan menginap." ucap Ken setelah merebahkan Siska ditempat tidur


"Baik Ken. Jaga dirimu baik-baik. Hubungi aku jika kamu butuh sesuatu." kalimat terakhir sebelum Yoga bergegas pulang meninggalkan majikannya bersama perempuan yg baru saja dia sewa malam ini


Setelah kepergian Yoga, Ken segera masuk dan entah mengapa dia ingin menelisik lebih dalam perempuan yg mampu memikatnya hanya dalam pertemuan pertamanya itu. Apakah jiwa Cassanova.nya telah sirna hingga Siska tak bergeming sedikitpun dengannya, atau karna Siskalah yg memiliki maghnet hingga Ken, seorang Cassanova klas kakap yg sedari dulu tidak pernah bisa mencintai satu wanita bisa luluh hanya dengan menatapnya. Hah, entahlah, hanya Autor yg tau yaa 🤭😁


Ken mendekatkan wajahnya ke wajah Siska, dan tanpa disadari Siska menarik leher Ken.


"Aku merindukan mu, sayang." ucap Siska masih dalam keadaan mata terpejam


Ken yg mendapat serangan dadakan itu tentu saja terperanjat kaget, tidak disangka perempuan yg sedari tadi diam bersamanya saat ini tengah menarik lehernya dan berkata lembut.


Perlahan Ken melepaskan tangan Siska, kemudian dirinya berbaring disamping Siska. Ken menatap punggung Siska, ingin rasanya dia memeluk perempuan disampingnya ini tapi Ken tidak ingin jika nantinya hasratnya tidak terkendali. Sama halnya seperti pria normal lainnya.


Siska telah berada dialam mimpi, sedangkan Ken, saat ini masih terjaga. Dia tidak bisa tidur. Gejolak kelakiannya kiam meronta tatkala mengingat Siska memanggilnya 'sayang' . Bahkan Ken tidak tahu panggilan itu Siska tujukan untuk dirinya atau bukan, tapi yg jelas suara Siska telah mengusik pikirannya saat ini.


Ketika waktu menunjukkan pukul 5 pagi, barulah Ken mulai terlelap karna rasa kantuk dan lelah dirinya mengamati punggung Siska. Bahkan sang pemilik tanpa sadar sedikitpun.


Siska membalikkan tidurnya, dan alangkah terkejutnya ketika dia mendapati seorang pria berada satu ranjang dengannya. Seketika Siska berteriak "aaaaaaaaaaaa."


Teriakan Siska membangunkan Ken, Ken masih malas membuka mata. Dia hanya meraih mulut Siska dan ditutuplah mulut itu.


"Diamlah, jangan berisik. Ini masih gelap, aku juga masih ngantuk. Ayo tidur lagi." ucap Ken tanpa membuka matanya

__ADS_1


Siska melihat pria didepannya hanya tersenyum,


"Ya Ampun, Ken ganteng banget kalo lagi tidur gini. Kayak Beni." Seketika Siska ingat kekasihnya itu,


Sudah lama Beni tidak menemuinya. Sejujurnya dia rindu, ingin rasanya Siska menuruti ucapan kekasihnya itu untuk ikut ke kota dimana Beni bekerja agar mereka tidak menjalani LDR, tapi Siska tidak mau meninggalkan kuliahnya meskipun Beni beralasan akan membiayai kuliahnya jika Siska mau ikut dirinya ke kota S .


Perlahan Siska turun dari ranjang, ia segera masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Mau bagaimana lagi, dia tidak ada rencana untuk menginap jadi dia memutuskan untuk memakai kembali baju yg semalam ia kenakan karena disana tidak ada baju ganti.


Ken yg mendengar suara seseorang sedang berbicara melalui sambungan telepon pun segera membuka mata, dia melihat Siska yg tengah berbicara sambil memainkan jemarinya diatas sofa.


Ken menelan ludahnya kasar tatkala melihat paha mulus putih nan seksi milik Siska yg dia letakkan diatas meja, buru-buru Ken masuk ke kamar mandi agar si Junior tidak segera merespon.


Keluar dari kamar mandi, Ken hanya mengenakan handuk dibagian pinggang hingga menampilkan bentuk tubuh bagian atas.


Kini giliran Siska yg terpesona oleh pemandangan tubuh Ken, berbeda dengan Beni kekasihnya. Ken memiliki tubuh atletis yg putih bersih, sedangkan Beni memiliki banyak tatto diseluruh tubuhnya.


"Enak saja, aku itu sudah punya kekasih. Jadi tidak mungkin aku jatuh cinta kepadamu." ketus Siska cuek


Mendapat jawaban seperti itu membuat Ken merasa kecewa, Ya ternyata perempuan yg mampu meluluhkan hatinya sudah memiliki kekasih hati.


Ken mendekati Siska yg masih duduk di sofa, Siska tiba-tiba gugup ketika Ken mulai merapatkan posisi duduk mereka.


"Kamu mau apa ?!" ketus Siska ketika Ken mulai semakin mendekatinya


"Kalo aku mau kamu, gimana ?" sahut Ken sambil tersenyum smirk.


"Ingat Tuan, perjanjian kita hanya sebatas Aku menemanimu, tidak lebih bukan ?" Siska akan berdiri namun tangannya ditarik Ken dengan cepat


"Itu kan semalam, beda dengan hari ini. Apakah kamu lupa jika semalam kamu menyuruh ku untuk melakukan lebih padamu ? hmmm ." ejek Ken ketika melihat Siska menantang dirinya

__ADS_1


Siska menjawab dengan terbata, dia tidak ingat apa yg dia lakukan semalam karna efek alkohol yg dia minum hingga menyebabkan mabuk dan tak mengingat apapun.


"a, apa maksut Anda ?"


"Siska, semalam kamu berani merangkulku, bahkan memintaku untuk mencumbumu." Ken berhenti dengan kalimatnya


"Dan jika aku tidak menahannya, mungkin pagi ini ada yg merengek kesakitan tidak bisa berjalan."


Ken sengaja mengatakan itu agar Siska terpancing


Namun Siska bukanlah perempuan biasa yg mudah luluh oleh seorang pria, meskipun diakuinya jika Ken memanglah tampan, bahkan Beni kalah tampan dari Ken.


Siska dengan berani menghadap Ken, mengalungkan tangannya ke leher pria didepannya.


Ken sontak tak percaya, tapi akan dia ikuti kemana permainan Siska. Ken ingin tau seberapa berani perempuan didepannya ini memperlakukannya.


"Apakah seperti ini yg Anda maksut, Tuan Ken Wijaya ?" tanya Siska sambil menampilkan senyum terbaiknya


Ken kemudian semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Siska, nampak wajah Siska mulai memerah akibat ulah Ken.


Tanpa menunggu aba-aba, Siska memejamkan matanya, Ken melihat itu tanda Siska memberinya kode agar melanjutkan aksinya. Dan benar saja, Siska menerima kecupan yg diberikan Ken. Bahkan Siska membalasnya, entah apa yg ada difikiran Siska saat ini hingga dia terlena oleh ciuman dari pria yg baru semalam ia kenal.


"Dia menikmatinya." Gumam Ken dalam hati


Ken semakin memperdalam ciumannya, hingga Siska merasa kehabisan oksigen baru Ken melepaskannya. Sepanjang mereke berpagutan bibir, tangan Siska tak lepas dari leher Ken. Membuat sang Cassanova menyunggingkan bibirnya


"Lihai sekali caramu membalas bibirku, aku sampe kewalahan mengimbangimu." ucap Ken sambil tersenyum kearah Siska hingga membuatnya seperti dibakar hidup-hidup.


"Aku sudah terbiasa melakukan kiss dengan kekasihku, jadi itu bukan hal yg sulit." Jawab Siska tanpa menutupi apapun dari Ken


"Karna aku dan dia terpisah jarak, jadi setiap bertemu hanya itu yg bisa melampiaskan kerinduan kami." Seketika Siska terhenti berkata dan melepaskan tangannya dari leher Ken.

__ADS_1


Tapi Ken mencegahnya, entah mengapa, Ken enggan melepaskan tangan Siska yg sudah berani menempel dilehernya sedari tadi.


__ADS_2