
Setelah lebih 2 jam mereka berdiskusi mengenai pembelajaran , terdengar suara Dosen memerintahkan mahasiswa dan mahasiswi untuk segera bergegas pulang karena hari sudah menunjukan pukul 3 sore.
Tak lupa Linda memberikan kartu akses kepada teman-temannya guna menghadiri pesta perayaan ulang tahunnya yg akan diadakan di Cafe Karaoke yg sudah ia pesan jauh-jauh hari sebelum hari ini tiba.
"kalian hanya bisa masuk ke tempat itu dengan membawa kartu akses yg sudah aku beri, jadi jangan sampai kalian lupa membawanya ya." ucap Linda.
"Disini tertulis untuk 2 orang, jadi 1 kartu bisa untuk akses 2 orang begitukah Lin?" tanya salah seorang temannya.
"Ya benar, jadi kalian boleh mengajak siapa saja untuk menghadiri pesta ini, karna ruang yg aku sewa masih cukup untuk beberapa orang lagi jadi aku putuskan untuk memberikan 1 kartu akses untuk 2 orang. Yg punya pacar bisa diajak ya, asal bukan istri atau suami orang yg diajak." jawab Linda.
Lalu disertai tawa teman-temannya.
Ya, begitulah Linda. Sosok gadis yg memang bawel sehingga selalu memunculkan gelak tawa orang disekitarnya.
Setelah keluar kampus bersama Siska, Linda melihat Evan yg sudah menunggunya diparkiran kampus. Evan dan Linda memang satu kampus namun berbeda jurusan jadi mereka berangkat dan pulang kampus bersama.
Linda memeluk kekasihnya dan meledek Siska.
"Makanya Sis, cari pacar itu jangan jauh-jauh biar bisa mesra kayak kita ya beb." ujar Linda sambil tetap memeluk Evan.
"Beni sibuk kerja Lin, lagian juga kita sebulan sekali ketemu kok jadi nggak masalah meskipun kita LDR." jawab Siska sedikit tersenyum meskipun dalam hatinya juga dia ingin seperti sahabatnya itu yg setiap hari selalu bermesraan dengan kekasihnya.
Namun apalah daya, hubungan yg Siska jalani dengan Beni selama kurang lebih 2th ini tidak lepas dari LDR. Beni yg merupakan anak dari seorang pengusaha properti dikotanya harus mengurus perusahaan orangtuanya sehingga tidak bisa menetap bersama Siska di kota B.
Awal mula pertemuan pertama mereka, ketika Siska menghadiri event dikampusnya kebetulan Beni salah satu narasumber yg diundang oleh pihak kampus untuk memberikan motivasi jika anak muda pun bisa sukses seperti dirinya.
Sejak saat itulah Beni menyukai sosok Siska yg selalu menjadi nomor 1 di kampus, bukan hanya karna dirinya berwajah cantik namun juga karna Siska termasuk mahasiswi berprestasi.
Jam menunjukkan pukul 4 sore, Linda baru saja keluar dari salon langganannya beserta Evan sang kekasih yg selalu menemaninya.
__ADS_1
"Beb, habis ini antarkan aku ke kost Siska ya." pinta Linda.
"Bukannya tadi kamu bilang kalo Siska tidak akan ikut ke Cafe karena dia ada pekerjaan ?" Timpa Evan lagi.
"Mana bisa begitu, Siska sahabat dekatku. Tidak mungkin aku bersenang-senang tanpa kehadirannya Beb. Aku akan memberikannya kejutan Beb, jadi kamu mau kan nemenin aku ke kost Siska ?" rengek Linda kepada Evan dan Evan pun hanya mengangukkan kepala tanda dia setuju.
Ya, Gadis itu selain bawel dia juga sangatlah manja, maklum saja Linda anak semata wayang orangtuanya jadi sejak dia kecil dia sudah terbiasa terpenuhi segala apa yg dia inginkan.
Setelah beberapa menit mereka berkendara, Linda meminta Evan untuk berhenti disebuah Swalayan.
Linda kemudian menghubungi papanya.
"Pa, aku sudah berada dibawah, papa kesini sekarang ya." ucap Linda dengan sedikit melirik kearah kekasihnya.
Kemudian datanglah seorang pria paruh baya mengenakan pakaian rapi berjas menghampiri Linda dan Evan. Linda segera memeluk papanya dan mencium pipi papanya. Begitupula Evan, ia segera memeluk pria itu dan menjabat tangannya.
"Papa sudah melakukan apa yg kamu mau Linda, sekarang katakan pada papa alasan kamu menyuruh papa untuk menemui CEO papa dan mengatakan jika Siska tidak bisa bekerja sore ini." tatapan mata papa Linda seakan ingin memakan anaknya hidup-hidup.
Dengan wajah yg dibuat-buat manja Linda menjawab pertanyaan papanya.
"Papa kan tau kalo Siska itu sahabat Linda dr masih SMA sampe sekarang, masak iya di hari ulang tahun ku hari ini dia nggak bisa ikut bersenang-senang denganku dan malah akan bekerja. Apa papa tidak kasihan melihat anak gadismu ini bersedih karena tanpa kehadiran sahabatnya pa ?" Sambil menyandarkan kepalanya dilengan papanya Linda berharap papanya tidak akan marah. Karena Linda tahu, jika Siska anak yg rajin bekerja, dia melakukan itu untuk membiayai hidup dan kuliahnya. Tapi dengan entengnya anak gadisnya memintanya untuk membatalkan pekerjaan yg akan Siska jalani.
"Tapi bukan begini caranya, Linda. Itu sama saja jika kamu menghambat rejeki Siska. Kasihan Siska, nak." ucap Pak Bram papa Linda.
"Linda Janji, Linda pasti akan menemui CEO Swalayan ini besok setelah acara Linda selesai pa, Linda akan katakan kalo Siska membutuhkan pekerjaan ini dan perihal ini Linda memang yg salah. Maafkan Linda Pa." Linda memeluk papanya seolah dia memang mengakui jika perbuatannya ini memanglah tidak benar.
"Baiklah, papa akan coba bicara dengan CEO besok ketika kamu juga akan menemuinya. Kita temui Beliau sama-sama. Sudah sekarang cepatlah bersiap, teman-teman kampusmu pasti sudah menunggu. Dan lagi, Evan, jangan biarkan putri Om meneguk alkohol terlalu banyak, ini kali pertama Linda meminta izin untuk meminum alkohol karena baginya usia 23th sudahlah cukup untuk merasakan minuman itu." tutur Pak Bram kepada Linda dan Evan.
Evan sedikit bingung dengan perkataan calon mertuanya itu, bagaimana bisa Pak Bram mengizinkan Linda untuk mencoba alkohol. Dia anak perempuan, tidak sebaiknya Beliau membolehkannya bukan.
__ADS_1
"Evan." panggil Pak Bram.
"e, eh iya Om. Maaf, Saya akan menjaga Linda Om. Saya tidak akan mengecewakan kepercayaan yg sudah Om berikan." ucap Evan mantap.
Setelah perbincangan mereka bertiga selesai, Pak Bram kembali kedalam Swalayan guna melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Linda dan Evan kembali mengendarai mobil menuju kost Siska.
20 menit berlalu, akhirnya mereka berdua tiba di kost Siska.
Tok Tok Tok
"Kenapa lama sekali." gumam Linda.
"Siskaaa , Siskaaa ." Teriak Linda selanjutnya.
"Pelankan suaramu Beb, dikira kita penagih hutang kalo kamu memanggil Siska seperti itu." ejek Evan sembari mencubit hidung kekasihnya.
"Aku udah ketok pintu sambil berteriak aja Siska nggak denger Beb, apa lagi kalo pelan. Tidur kali dia ya Beb, atau jangan-jangan dia udah pergi Beb." Linda khawatir jika Siska sudah berangkat menuju Swalayan tempat dia akan bekerja.
Linda kemudian mencoba membuka pintu kost Siska, benar saja jika kost itu tidak dikunci, buru-buru Linda masuk dan,
"aaaaaaaaa"
Linda maupun Siska berteriak bersamaan.
Tatkala mengejutkan Evan yg bingung melihat tingkah kekasih dan sahabatnya itu.
"Kamu ngapain kesini Lin, bukannya kamu harusnya di Cafe. Ini kan perayaan ulang tahun mu." tanya Siska bingung.
"Mau jemput kamu, ayo cepat ganti bajumu, segera kita pergi. Jangan sampai kita terlambat. Pakai ini, ini, dan juga ini." perintah Linda kepada Siska.
__ADS_1
Linda membawa paper bag berisi baju, kosmetik dan juga sepatu untuk Siska.