Selingkuhan Ku , CEO Ku

Selingkuhan Ku , CEO Ku
BAB 3 - Ken Wijaya


__ADS_3

Siska menggelengkan kepalanya.


Dia tidak pernah memakai pakaian yg kurang bahan seperti itu.


"Maaf Lin, tapi aku tidak bisa memakai pakaian yg kamu berikan ini. Ini seperti bukan diriku." matanya terus menatap pakaian yg diberikan Linda didalam paper bag.


"Sekali-kali pake pakaian perempuan lah Sis, jangan hanya ketika kamu bekerja. Setiap hari hanya kaos mulu yg kamu pake." decak Linda


"Ini kamu saja yg pakai, aku akan memakai kaos seperti biasanya saja Lin. Aku benar-benar tidak PeDe kalo memakai pakaian seperti ini." keluh Siska


Linda tahu, kalo sahabatnya itu akan menolak pakaian darinya jadi daripada mereka ribut hanya masalah kostum Linda menyudahi perdebatan mereka dan mengalah pada kemauan Siska.


Setelah itu, kedua gadis remaja ini memoles wajah mereka dengan sangat lihai. Meskipun Siska tidak sering berdandan ke salon, tetapi dia juga mahir merias wajah karena tuntutan pekerjaannya sebagai seorang SPG sebuah produk kecantikan jadilah dia harus mahir merias diri.


Evan tak kalah tampan dengan pria-pria masa kini. Tadi ketika menemani Linda ke salon dia sengaja membeli pakaian untuk dikenakan diacara ulang tahun kekasihnya itu, karna tidak mungkin dia pulang dulu kerumah jadi Evan memutuskan untuk membeli pakaian di Butik terdekat.


20 menit sudah mereka menghabiskan waktu untuk bersiap diri, kini tampaklah 2 bidadari cantik dan 1 pangeran tampan yg siap pergi berpesta.


Siska selalu dengan kaosnya , hanya saja kali ini dia merias wajahnya lebih berani. Memberikan sentuhan pada kedua alisnya, memakai blush on dan juga eyeshadow semakin mempercantik bagian matanya.


Sedangkan Linda, memakai dress berwarna hitam selutut tanpa lengan yg memperlihatkan bagian dadanya sedikit menyembul keatas menampilkan keseksiannya. Senada dengan Linda, Evan memakai setelan jas berwarna hitam dengan kombinasi kemeja putih didalamnya semakin menambah aura ketampanannya.


Mereka bertigapun siap untuk berangkat ke Cafe Karaoke tempat perayaan ulang tahun Linda yg ke 23th.


***Di kediaman keluarga Wijaya,


Tengah duduk seorang pria tampan dipekarangan rumahnya dengan menyenderkan badannya, nampak dia tengah jengah dengan situasi saat ini.


Ya, dia adalah Kenan Wijaya, putra tunggal dari keluarga Wijaya. Pendiri Swalayan *** sekaligus pemegang saham tertinggi disana.


Selama ini Ken menempuh pendidikan di KL. Kepulangannya ke Indonesia karena dirinya telah menyelesaikan kuliahnya dan ingin melanjutkan usaha keluarganya.


Ken adalah sosok pria tampan yg memiliki sejuta pesona. Bagaimana tidak, semenjak duduk dibangku SMP dia sudah dikelilingi wanita yg selalu tergila-gila dengan ketampanannya. Hingga kini, Ken tetap menjadi primadona dikalangan para wanita.


Siapa yg tidak mengenal pria Cassanona seperti Ken, bahkan keluarga Wijaya selalu disanjung-sanjung karena memiliki beberapa cabang Swalayan di negara ini.

__ADS_1


"Ga, aku bosen disini, ajak aku ke tempat nongkrong yg enak. Aku nggak tau tempat yg enak disini." tutur Ken kepada assistennya yg baru saja hari ini ditugaskan oleh Pak Wijaya, Papa Ken untuk menemani Ken selama disini.


"Maaf Tuan Muda, tempat seperti apa yg Anda inginkan?" Jawab Yoga sedikit membungkukan badannya


"Jangan panggil aku Tuan Muda Ga, panggil saja nama. Ken, begitu kan lebih enak." Ken menepuk pundak Yoga pelan


"Maaf Tuan, tapi." Sebelum Yoga melanjutkan ucapannya, Ken langsung bangkit dari duduknya dan mencengram krah baju Yoga, membuat pria itu ketakutan setengah mati.


"Aku bilang panggil namaku, atau kamu mau hari ini juga kamu saya pecat!" Bentak Ken dengan tatapan yg menusuk.


Yoga menjawab majikannya dengan terbata.


"Ba,Baik, Ken."


"Nah, begitu kan enak. Kita itu seumuran, lebih enak kalo panggil nama saja. Jadi, ayo sekarang kita pergi."


Ken dan Yoga melajukan mobil meninggalkan rumah mewah berpagar yg menjulang tinggi itu.


Sekitar 15 menit perjalanan. Siska, Linda dan Evan tiba di Cafe X. Salah seorang penjaga yg telah diminta Linda untuk menjadi Panitia acara malam ini segera mempersilahkan masuk sang tuan pemilik acara beserta kekasihnya dan juga sahabatnya.


Selang beberapa saat teman-teman kuliah Linda berdatangan. Ada yg mengajak kekasihnya, ada juga yg datang seorang diri. Mereka semua menikmati acara yg diadakan Linda. Linda juga menyediakan berbagai macam makanan dan juga minuman. Bagi teman laki-laki yg ingin mengkonsumsi alkohol juga disediakan oleh Linda.


Siska melangkah keluar ruangan, dia berhenti didekat Balkon. Disana tidak terdengar suara apapun karena Cafe tersebut memiliki fasilitas ruangan yg kedap suara. Ketika Siska termenung memikirkan pekerjaannya yg tiba-tiba di Cancel oleh pihak Swalayan, seseorang membuyarkan lamunannya.


"Maaf Nona, majikan saya ingin Anda menemaninya." ucap seorang pria kepada Siska sambil menepuk pundaknya.


Lalu Siska menoleh kepada pria tersebut dan melihat disekitarnya. Siska melihat kanan dan kirinya.


"Siapa yg Anda maksut?" dengan polosnya Siska berkata


"Anda Nona." Jawab pria tersebut.


"Maaf Tuan, saya bukan pegawai disini, saya hanya sedang menghadiri acara ulang tahun sahabat saya. Kebetulan didalam bising jadi saya disini untuk mencari udara segar." Siska menjelaskan dengan detail bahwa dirinya bukanlah pegawai Cafe tersebut.


Sontak saja jawaban Siska membuat pria itu terheran-heran, karena majikannya pikir jika Siska adalah seorang penyanyi Cafe.

__ADS_1


Dengan tampilannya yg hanya mengenakan kaos dan juga rok selutut, juga rambut pirang yg dia miliki, tentu yg melihatnya berpikiran jika Siska seorang pegawai Cafe Karaoke.


Yoga kemudian melapor kepada majikannya setelah mendapat jawaban sedemikian detail.


"Ternyata dia bukan pegawai Cafe, Ken." ujar Yoga kepada majikannya.


Ken menatap Yoga dengan sejuta pertanyaan,


"Maksutmu, dia bukan pegawai Cafe ? Lalu dia siapa ? Kenapa dia ada disana ? Kenapa dia berpenampilan layaknya seorang pemandu karaoke ?" Begitu banyak pertanyaan Ken yg mwmbuat Yoga kebingungan ingin menjawab pertanyaan yg mana dulu. wkwk. maafkan Autor yaa Yoga 🤭


"Dia bilang, disini dia hanya sebagai tamu undangan karna temannya sedang mengadakan pesta, Ken. Dia keluar ruangan untuk mencari udara segar." Begitu ucapannya menirukan jawaban Siska.


Nampak Ken berpikir keras mendapat jawaban dari asistennya.


"Baiklah, katakan pada Manager Cafe jika aku menginginkan perempuan itu, aku akan membayar sesuai yg dia inginkan jika dia mau menemaniku malam ini. Maksutku, hanya menemani di Cafe ini, jangan berpikiran yg bukan-bukan. Dan jika Manager Cafe ini tidak bisa mengabulkannya, maka aku pastikan Cafe ini akan segera kehilangan pelanggan-pelanggannya." Ken mengatakan itu dengan keseriusannya.


Dengan sigap Yoga kembali ke Lobby Cafe untuk mencari Manager disana, dia berkata kepada salah seorang waitres jika ingin menemui Manager karna ada perihal penting yg ingin disampaikan.


Beberapa saat kemudian Manager Cafe X keluar dan menemui Yoga.


"Maaf Tuan, ada keperluan apa Anda mencari saya?" Dan maaf, Anda ini siapa?" tanya Manager itu


"Saya Yoga Pak, asisten tuan Kenan Wijaya, Putra tunggal dari keluarga Wijaya." Yoga menjawab sembari memberikan senyum terbaiknya


Manager Cafe itu terkejut mendengar kata Wijaya.


Dia sangat tahu betul siapa keluarga Wijaya, penguasa Swalayan di Negara ini.


"Maafkan saya Tuan, saya tidak mengetahuinya. Ada apakah gerangan hingga Tuan Ken mencari saya ?" tanya Manager dengan tubuh gemetar.


Seingatnya dirinya tidak melakukan suatu kesalahan apapun.


Yoga menjelaskan maksud dirinya ingin menemui Raka, Manager Cafe itu.


"Tuan Ken menginginkan seorang perempuan yg sedang berada disini, Tuan. Beliau kira jika perempuan itu salah satu pegawai disini, ternyata bukan. Dan Tuan Ken tidak mau tau apapun alasannya, perempuan tersebut harus mau menemaninya, atau kalau tidak, Cafe ini akan ditutup olehnya." tutur Yoga dan menekankan kalimat terakhirnya hingga membuat Raka semakin bergetar hebat.

__ADS_1


"Perempuan mana yg Anda maksut Tuan? Bisakah Anda temukan denganku, biar saya coba bicara dengannya." tanya Raka


Yoga mengajak Raka ketempat dimana Siska berada, dan untung saja Siska masih terpaku disana. Dengan langkah yg tergesa akhirnya Raka mendekatkan diri kepada Siska dan berkata "Maaf Nona, Jika saya mengganggu Anda. Perkenalkan nama saya Raka, saya selaku Manager Cafe ini. Bisakah kita mengobrol sebentar ?" Raka mengajak Siska untuk duduk didepan ruangan yg disewa Linda.


__ADS_2