Selingkuhan Ku , CEO Ku

Selingkuhan Ku , CEO Ku
BAB 12 - Kedatangan sang CEO


__ADS_3

Hai Hai Readers yg ter lope lope ❤️❤️❤️ 🤭😂🤪


Maaf baru bisa menyapa para pembaca di BAB 12 ini yaa 🙏


Disini aku ucapkan terimakasih banyak kepada kalian yg sudah mampir membaca karya pertamaku ini 🤗


Semoga kalian suka dan terus mengikuti karyaku 🤲🏻 Aamiin 🥰


Silahkan berikan saran atau komentar kalian mengenai alur cerita ini, aku akan menerima kritik kalian dengan sukacita ❤️


Happy Reading 💐💐💐


Setelah kepergian Beni dari kos Siska, Siska segera memasuki kamar kosnya. Sebab dirinya baru ingat jika tadi setelah kedatangan Beni, Siska lupa membawa HP-nya.


Dan benar saja, setelah Siska memasuki kamar kosnya, dia melihat HP-nya masih tergeletak diatas tempat tidurnya.


"Huh, pasti Linda mengkhawatirkan ku karna aku tidak masuk kuliah hari ini. Terlebih HP ku tertinggi jadi aku tidak bisa mengabari dirinya." Rutuk Siska sembari merebahkan dirinya ke atas sofa sembari memainkan ponsel.


Begitu banyak pesan juga panggilan dari sahabatnya itu, kemudian Siska pun menghubungi Linda.


"Kemana nih bocah, giliran aku hubungi kenapa tidak segera diangkat." Siska kembali memencet panggilan pada layar ponselnya lagi, hingga beberapa kali Linda tidak menjawab panggilan dari Siska.


*** Di Sebuah Ruang CEO


Ken mendudukan dirinya ke sebuah kursi kebesaran miliknya. Sudah hampir setengah jam dirinya menunggu informasi dari sang asisten, Yoga.


Ketika hampir terlelap, terdengar suara ketukan pintu.


Tok Tok Tok.


"Masuk." Perintah Ken.


Seorang wanita masuk dengan menundukkan kepalanya memberi hormat kepada sang pimpinan.


"Maaf Tuan jika saya mengganggu, barusan Pak Bram Manager di Mall X menanyakan keberadaan Anda. Beliau meminta saya untuk menanyakan apakah tadi pagi Anda bersama dengan seorang perempuan yg bernama Nona Siska? Begitu ucap Beliau, Tuan."

__ADS_1


"Berikan nomor ponsel Pak Bram, aku akan menghubunginya langsung. Silahkan lanjutkan pekerjaan mu." Perintah Ken.


Sang pegawai lalu memberikan nomor ponsel Pak Bram kepada Ken. Ken pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi Pak Bram seketika itu.


Belum sempat mendapatkan jawaban dari panggilannya, Yoga telah berada diruang Ken. Entah sejak kapan dirinya masuk, karna Ken tidak menyadari kedatangan sang asisten.


"Maaf Ken, aku tadi sudah berkali-kali memanggilmu . Namun kamu tidak menghiraukan panggilan ku jadi aku langsung saja masuk keruangan ini." Ucap Yoga.


"Aku sudah mencari tahu tentang Siska secara detail. Kamu bisa memeriksa berkas itu, semua informasi yg kamu butuhkan sudah berada didalam berkas." Tambah Yoga dan menyerahkan map berwarna cokelat.


"Siska Ananta, salah satu mahasiswi berprestasi di Kampus X, yatim piatu, tinggal di sebuah kos didaerah (tittttttt)." Sambil tersenyum smirk Ken membaca data pribadi Siska. Ada maksut tersendiri setelah Ken mengetahui mengenai pribadi perempuan yg mampu menarik perhatiannya itu.


"Ga, aku ingin pergi, kamu tetaplah disini. Jika ada sesuatu segera kabari aku. Aku akan oergi sendiri, mana kunci mobilku." Pinta Ken pada asistennya.


"Jika jam kerja sudah usia dan aku belum juga kembali, kamu pulanglah dengan Taxi atau ojek online. Sepertinya aku akan lama nantinya." Kemudian Ken berlalu dengan senyumnya yg tampan meninggalkan Yoga diruangan CEO yg masih tak hanis pikir dengan pimpinannya.


Ken melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sebelum menuju kos Siska dirinya terlebih dulu pergi kesebuah toko pakaian, Ken membeli sebuah kaos santai dan celana jeans pendek. Ya, karena saat ini masih jam kantor, jadi Ken masih mengenakan pakaian berjas lengkap layaknya seorang CEO. Dia tidak ingin jika orang-orang disekeliling kos Siska menghebohkan kedatangannya karena penampilannya yg terlalu formal, jadi Ken memutuskan untuk berpakaian santai.


Keluar dari Toko pakaian, Ken bergegas menuju kos Siska yg telah ia ketahui dari informasi yg diberikan Yoga. Tidak memakan waktu lama, hanya menempuh waktu sekitar 15 menit Ken pun akhirnya sampai didepan kos Siska.


Tok Tok Tok


Ken mengetuk pintu kamar Siska.


Satu, dua kali, dan barulah pintu kamar Siska terbuka.


"Siapa pria ini?" Gumam Siska setelah membuka pintu kamar kosnya yg didepannya telah berdiri seorang pria menghadap berbalik dr arah pintu masuk.


Siska memperhatikan penampilan Ken dari atas hingga bawah, namun ingatannya tidak menemukan siapa sosok pria yg menemuinya ini.


Siska pun akhirnya memberanikan diri menyapa Ken.


"Maaf, Anda siapa?" Tanya Siska.


Ken membalikkan badannya dan tersenyum tampan ke arah Siska.

__ADS_1


Deg !


Tiba-tiba jantung Siska serasa berhenti berdetak, mungkinkah ini mimpi.


Siska tak henti-hentinya menatap kedatangan Ken.


"Apa kamu hanya akan menyuruhku berada didepan pintumu ini dan menjadi pusat perhatian tetangga kamar kosmu? Harusnya kamu menyuruhku masuk. Permisi." Ucap Ken mendahului Siska yg masih mematung didepan pintu.


"Hey, Nona. Aku disini." Teriak Ken yg akhirnya menyadarkan Siska dari lamunannya.


"Tuan, benarkah ini Anda?" Tanya Siska yg disertai anggukan Ken.


"Aku seperti mimpi, bertemu malaikat penong rupawan lagi." Siska menepuk-nepuk pipinya untuk meyakinkan jika dirinya tidak bermimpi atau berhalusinasi semata.


"Sudah hentikan, kamu akan kesakitan jika terus memukuli pipimu seperti itu. Lihat, pipimu memerah bukan karena ulahmu." Ken menangkup kedua pipi Siska dan memberikan tiupan disetiap pipinya.


Siska yg mendapat perlakuan romantis dari Ken tentu saja membuatnya jadi salah tingkah. Siska berdiri dan mengibaskan tangannya ke udara agar suhu tubuhnya normal kembali karena akibat perlakuan Ken justru membuat dirinya seperti sedang berada di perapian panas.


"Aku tidak apa-apa Tuan. O iya, Anda mau minum apa? Biar saya buatkan." Tukas Siska kemudian untuk mencairkan suasanna hatinya.


Ken ikut berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Siska.


Siska gelagapan. Dia memundurkan kakinya.


Namun Ken mencegahnya, dia langsung merengkuh pinggang ramping milik Siska menuju samping tubuhnya.


"Sudah kukatakan, jangan memanggilku dengan sebutan Tuan. Panggil namaku, Ken." Ken mengucapkan itu tepat dibagian telinga Siska, membuat perempuan ini seketiba dihinggapi rasa merinding yg luar biasa. Siska menggelengkan kepalanya agar Ken menghentikan ulahnya.


"Kamu menikmatinya?" Ejek Ken yg melihat tingkah Siska seakan ingin menghindar dari permainan Ken kali ini.


"Menikmati apa KEN ?" Balas Siska menatap pria disampingnya dan menekankan kalimat ketika menyebutkan nama Ken. Membuat Ken meluluh dan melepaskan rengkuhan pinggul perempuan disampingnya.


"Sudah lupakan. Ayo kita duduk dan sedikit bercerita. Kamu suka basa-basi dulu atau langsung ke intinya." Ken lalu melangkah menuju sofa yg berada dikamar kos Siska. Siska hanya menurut saja karna jika menolak pun nantinya justru akan membuat dirinya dalam masalah seperti kejadian tempo hari.


Siska masih ingat betul, ketika Raka mengatakan jika Siska menolak ajakan Ken yg menginginkannya untuk menemani Ken. Ken akan membuat pengunjung Cafe pergi, jadi dia tidak akan menolaknya karna itu sama saja menghancurkan orang lain karena dirinya. Lagipula saat itu Ken juga tidak menyuruh Siska secara cuma-cuma karena Ken juga memberikan imbalan berupa uang sesuai yg diminta Siska. Bahkan nominalnya tidak pernah disangka Siska sebelumnya.

__ADS_1


Nggak tau aja kalo Siska akan masuk ke permainan sang CEO Cassanova seperti Ken.


__ADS_2