Selingkuhan Ku , CEO Ku

Selingkuhan Ku , CEO Ku
BAB 14 - Siska & Ken


__ADS_3

Ketika sampai di balkon, Ken memeluk pinggul rampung milik Siska.


"Aku tidak tahu, sihir apa yg kau gunakan untuk memantraiku. Tapi ku akui jika aku mulai jatuh cinta padamu, Siska." Ken mengatakan itu tepat ditelinga Siska. Membuatnya bergidik seketika.


Siska berusaha melepaskan tangan Ken dari tubuhnya, namun sia-sia. Ken justru memperkuat pelukannya.


"Jangan menolak, Siska. Biarkan seperti ini, sebentar saja. Aku ingin melepaskan rasa lelahku beberapa hari ini dengan pekerjaan ku yg menumpuk." Sambil menyandarkan kepalanya di bahu Siska.


Siska dapat merasakan nafas Ken yg memburu dalam posisi mereka saat ini.


"Ken, hentikan. Aku bukan penyihir seperti yg kau kira. Lagipula bukankah pertemuan kita kemarin kamu yg memulai? Bagaimana mungkin aku menyihirmu kala itu." Jawab Siska.


"Lalu, bagaimana bisa aku tergila-gila dengamu sejak saat itu?" Bukankan itu hal yg aneh, Siska. Tanya Ken kembali.


Siska selalu saja dapat luluh dengan pria yg kini tengah memeluknya erat, seakan tidak ingin melepaskan Siska sedikit pun.


Siska mencoba memutar badannya, dan kini keduanya berhadapan. Saling menatap satu sama lain.


Siska memberanikan diri mengusap rambut, kemudian pipi Ken.


"Anda berlebihan, Tuan Ken." Ucap Siska melayangkan senyum manisnya.


Membuat Ken tak tahan dengan hal itu.


"Aku serius, Siska. Untuk apa aku berbohong. Aku sengaja meninggalkan pekerjaan ku yg menumpuk demi menemuimu disini. Apa itu masih kurang untukmu?" Tanya Ken.


Siska tersentak mendengar penuturan Ken. Pria yg merelakan pekerjaannya terbengkalai demi hanya ingin menemui dirinya.


"Apa yg dikatakan Pria didepan ku ini? Benarkah ucapannya. Astaga, Siska. Beruntungnya kamu bisa mengenal Ken." Gumam Siska memandangi wajah Ken yg masih tetap memeluk pinggulnya.


"Siska, bolehkah aku mencium mu." Pinta Ken memelas membuat Siska tidak tega melihatnya.


Mendapat pertanyaan Ken itu, Siska terbelalak. Bagaimana bisa pria ini kecanduan mencumbunya. Padahal mereka sama sekali tidak memiliki status hubungan apapun.


Dan siapa sangka jika Siska merespon ucapan Ken, tangan Siska yg tadinya hanya memeluk tubuhnya sendiri kini perlahan menaruhnya dileher Ken.


Siska menganggukan kepalanya, memberi jawaban setuju atas ucapan Ken yg meminta izin darinya untuk menciumnya.

__ADS_1


Perlahan, Ken membelai wajah Siska. Membereskan anak rambut yg berada disekitar wajah Siska.


Siska memejamkan matanya ketika merasa ada hembusan hebat yg berada didepan wajahnya.


Ken mencium bibir Siska yg tipis nan sexy itu. Diciumnya dengan lembut, Siska masih saja diam. Membuat dirinya menghentikan aksinya.


"Kenapa diam saja? Tadi katanya boleh." Ken menampakkan wajahnya yg memelas.


Siska terkekeh dengan ucapan Ken.


"Aku hanya sedang menikmati sentuhanmu, Ken. Sangat lembut, hingga aku terbuai sendiri." Ucap Siska yg membuat Ken semakin tersenyum menyeringai.


"Balas ciumanku, Sayang."


Blussshhhh


Lagi-lagi perkataan Ken membuat Siska tersipu malu. Wajahnya terlihat merah merona, semakin membuatnya terlihat sexy.


Ken kembali mendaratkan sebuah ciuman di bibir Siska. Kali ini Siska membalasnya.


Ciuman yg tadinya ber-ritme lembut sekarang berubah menjadi ciuman panas di sore hari.


Siska semakin mempererat pelukannya dileher Ken, membuat Ken semakin memperdalam ciuman mereka.


"mph, Ken." Rengek Siska disela-sela aktifitasnya bersama Ken.


Ken tidak memperdulikan ucapan Siska, ia masih saja bermain dengan bibir ranum milik Siska.


Bibir tipis yg selalu menjadi candu untuknya.


Dicium, dilum*t, hingga menggigit bibir Siska sekali-kali. Itulah yg dilakukan Ken.


Keduanya terbuai dalam ciuman yg diberikan Ken. Hingga tanpa mereka sadari jika adegan yg mereka lakukan sekarang ini ditempat terbuka. Ya, karna mereka masih berada dibalkon lantai 2 di kamar kos Siska tepatnya.


Siska menggigit bibir bawah Ken, sontak pria itu langsung melepaskan pagutannya bersama Siska. Karna Siska menggigit bibirnya terlalu buas mungkin hingga bibir Ken sedikit berdarah dibuatnya.


Siska yg melihat itupun, segera melepas pelukannya. Dan mengarahkan jemarinya ke bibir Ken.

__ADS_1


"Maafkan aku, Ken. Apa sakit?" Tanya Siska khawatir.


"Tidak apa, aku anggap kamu terlalu berambisi dengan bibirku makanya kamu menggigitnya." Jawab Ken.


Seketika Siska memukul lengan Ken pelan, membuat Ken terkekeh kecil.


"Aku hampir kehabisan nafas karena ulahmu, apa kamu memang sengaja ingin membuatku mati kehabisan oksigen!" Gerutu Siska.


"Maafkan aku, sayang. Aku terlalu terbuai dengan bibirmu yg manis ini." Jawab Ken sambil menangkup kedua pipi Siska yg sudah seperti tomat karna ucapan Ken yg selalu membuatnya tersipu.


"Kenapa Siska, kenapa kamu bisa seluluh ini dengan Ken. Apa kamu tidak ingat, jika kamu masih berstatus kekasih Beni. Ya, Beni. Kamu melupakannya, Siska."


Tentu saja itu hanya diungkapkan Siska dalam hatinya saja.


"Jangan memanggilku seperti itu, Ken. Aku tidak enak." Tolak Siska.


"Tidak enak dengan siapa? Beni" Jawaban Ken sontak membuat Siska tercengang. Darimana Ken tahu tentang Beni.


Karena Siska hanya diam saja , Ken kembali melanjutkan kalimatnya.


"Tidak usah heran kalo aku tahu mengenai Beni dan juga dirimu. Aku juga tidak akan menyuruhmu untuk meninggalkan pria yg sudah hampir 2th menemanimu itu." Tukas Ken yg membuat Siska semakin shock.


"Bagaimana bisa Ken mengetahui hubungannya dengan Beni, sampai sedetail itu. Dan kenapa dirinya juga tidak marah ketika mengetahuinya jika memang dirinya menyukaiku. Benar-benar membuatku penasaran dengannya." Batin Siska.


"Sudah jangan membicarakan ku di dalam hatimu, aku takut jika hatimu tidak akan bisa lepas lagi dariku jika kamu selalu mengumpatku dalam hati." Kekeh Ken dan berlalu meninggalkan Siska yg masih berada di balkon.


"Kennnnnn!" Siska mengejar Ken yg sudah masuk kedalam kamar kosnya.


Setelah mendudukan dirinya disofa, bersebelahan dengan Ken. Mereka berdua sibuk dengan pemikiran masing-masing. Hingga Siska memulai pembicaraan lagi.


"Ken, kenapa kita ceroboh sekali. Astaga, aku baru menyadarinya. Bagaimana jika ada yg melihat kita ketika tadi berciuman? Kita melakukannya di balkon Ken, diruang terbuka." Ucap Siska sambil menepuk keningnya ketika dirinya baru menyadari jika adegannya bersama Ken tadi dilakukan di balkon.


Bisa saja orang yg lewat disekitarnya melihat adegan yg baru saja mereka lakukan.


"Memangnya kenapa kalo ada yg melihat kita berciuman? Apa salahnya?" Ucap Ken tanpa memperdulikan Siska yg terkesan takut jika ada orang lain yg mengetahuinya sedang bercumbu dengan Ken.


"Jelas salah Ken, penghuni kos disini sudah mengetahui hubunganku dengan Beni. Kalo mereka melihat aku bercumbu denganmu, lalu apa kata mereka? Pasti mereka akan berfikiran yg tidak-tidak tentangku, Ken." Siska menjelaskan kekhawatirannya saat ini.

__ADS_1


"Katakan padaku jika ada yg mengganggumu, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu. Sekalipun itu Beni, kekasihmu." Ken mengatakan kalimat penekanan pada kalimat terakhirnya. Membuat Siska kikuk karena dia tahu jika perkataan Ken itu sengaja untuk menyingung hubungannya dengan Beni.


__ADS_2