
Bel pulang telah berbunyi tanda waktu sekolah telah berakhir. Joko baru saja keluar kelas dan bergegas ke perpustakaan untuk mencari buku sastra. Dengan teliti dia mencari buku itu, walaupun sebentar lagi perpustakaan sekolah akan ditutup, Joko meminta waktu selama 10 menit. Dia menemukannya dan segera keluar. Karena kesibukannya mendhalang, tak heran mengapa dia sangat tergesa-gesa. Namun, saat dia melewati ruang kesenian, secara tidak sengaja Joko melihat seorang gadis sedang menari. Gadis yang cantik dan menawan, gerak tubuhnya seirama dengan gendhing.
Gandes tur luwes. gumam Joko.
Ia yang terburu-buru menjadi diam ditempat tak bergeming, memandang seorang gadis yang menari seperti menenangkan hati dan pikirannya yang sedang buncah. Ia menunda keinginannya untuk pulang dan memilih untuk tetap bertahan disana. Hari semakin sore dan Joko terus saja memandangi gadis itu. Tak terasa gadis itu telah selesai menari, dengan tergesa-gesa Joko pergi dari jendela tempatnya memandang dan pulang. Namun, wajah cantik gadis itu tidak bisa hilang dari angan-angannya. Kemudian Joko tersadar bahwa ia sudah terlambat pulang, padahal Bapak pasti sudah menunggunya di rumah untuk latihan mendhalang karena besok ada jadwal pentas di luar kota.
**
Sesampainya Joko di rumah, ternyata Bapak benar-benar sudah kesal menunggunya dari tadi.
"Kemana saja kamu, kenapa kamu terlambat??" tanya Bapak kepada Joko.
__ADS_1
"Maaf Pak, tadi Joko ada urusan dengan teman sebentar." jawabnya ketakutan. Joko tahu benar bahwa Bapaknya adalah orang yang disiplin, jadi Bapaknya sangat tidak suka dengan orang yang telat atau jam janjian yang molor.
"Sudahlah, cepat ganti bajumu dan segera berlatih. Masih ada beberapa hal yang belum Bapak ajarkan padamu." suruh Bapak.
"Nggih Pak, ngapunten." (iya Pak, maaf) jawab Joko
Joko berlari secepat kilat ke kamarnya dan segera ganti baju, walaupun perutnya keroncongan dia tidak mengindahkan karena dia takut Bapaknya marah dan Bapak pasti sudah lama menunggunya dari tadi.
Kenapa aku harus berhenti sih tadi, aku kan buru-buru, padahal aku tahu Bapak pasti marah kalau aku telat. Tapi, cewek tadi siapa yha.. gumam Joko.
"Nggih Pak sekedap!!!" (iya pak sebentar) teriak Joko dari kamarnya dan segera menuju ruang latihan.
__ADS_1
Latihan dimulai dengan menghafal alur lakon dan percakapan tokoh-tokohnya. Karena lakon yang akan dibawakan Joko terbilang masih baru baginya, dia memutuskan untuk benar-benar serius berlatih agar tidak ada kesalahan.
Hafalannya mengenai jalan cerita sudah bagus dan suluknya juga sudah lebih tertata. puji Bapak dalam hati
Tiba-tiba bayangan gadis yang sedang menari tadi terlintas dipikiran Joko yang menjadikan fokusnya buyar dan latihannya pun berantakan. Bapak yang sadar akan hal aneh itu terkejut sekaligus semakin kesal dengan sikap Joko hari ini, padahal tak biasanya Joko seperti ini.
"Tidak biasanya kamu telat dan tidak konsentrasi seperti ini, ada apa? Apa kau teringat masalalu?" tanya bapak.
"Bukan masalalu Pak, tapi karena seseorang yang juga bukan dari masalalu. Tadi tiba-tiba ada wajah cewek cantik yang melintas dipikiran Joko." jawab Joko sambil ngalamun dan tak sadar dengan apa yang dia katakan.
"Siapa dia? Pasti sangat menarik bagimu hingga dia bisa membuat anakku bersikap aneh." ledek bapak.
__ADS_1
"Ah Bapak.. Sudah sudah aku ingin latihan bukan membahas dia." wajah Joko memerah karena malu.
"Iya, iya.. Kalau begitu lanjutkan latihanmu." suruh Bapak.