Seni Yang Sempurna

Seni Yang Sempurna
Episode 30 Ketenaran


__ADS_3

Saat masuk sekolah, setelah FLS2N kemarin, Joko bergegas ke rumah Laras untuk menjemputnya dan pergi ke sekolah bersama.Kali ini Joko diizinkan membawa sepeda motor KLX, milik omnya, tanpa memberitahu Laras sebelumnya.


Rumah Laras berada di dusun Plawan, Girimulyo. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai di sana. Sebenarnya hari ini Joko berangkat dari Jati, tapi karena harus jemput sang pujaan hati, Joko harus menempuh perjalanan 2x lipat.


"Kula nuwun!!" salam Joko menggema di ruang tamu rumah Laras. Kemudian dibukalah pintu oleh ibu Laras.


"Monggo, tunggu sebentar!" jawab ibu Laras menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.


"Eh, Tante. Perkenalkan saya Joko temannya Laras. Hari ini Joko pengen pergi sekolah bareng Laras, boleh ya Tan?" Joko menyampaikan maksud kehadirannya.


"Wait-wait kok saya nggak asing sama kamu to Le... Eh kamu apa Joko yang? Ah iya kamukan yang dalang cilik yang kondang itukan?! Anak angkat dari Ki Manteb dan aku pernah liat fotomu dikamar Laras." jelas ibunya Laras.


Kalimat terakhir dari penjelasan ibunya Laras membuat Joko salting, dia jadi garuk-garuk kepala yang nggak gatal, sambil senyum-senyum gitu.


"Ehehehe iya Tan. Btw diizinkan nggak ni Joko?" tanya Joko lagi.


"Sebenarnya sih Laras itu nggak boleh pergi sama laki-laki, kecuali dengan ayah atau kakaknya, tapi kalau saya pertimbangkan perginya sama kamu ,it's okey lah. Eh,ada syaratnya deng, syaratnya sih simple aja. Kamu harus foto sama saya dan posting di IG mu captionnya terserah deh, biar Tante juga ikut tenar itung-itung followers Tante nambah, hihihi." jelas ibunya Laras.


Joko dalam hati tertawa mendengar syarat yang diajukan ibunya Laras tadi.


Eh buset camer gw modern banget, ngalahin Bulik nih, gile. Hahahay. Batin Joko.


"Oh kalau itu kecil Tan!" jawab Joko mantap.


Kemudian Ibunya Laras dan Joko berselfi ria, padahal sih Ibunya Laras masih pakai roll dan daster jumputan, tapi kalau wajahnya sih nggak usah diragukan. Luar biasa geulis pisan oy. Ga salah deh kalo Laras juga cantiknya membahana, wkwk.


Selanjutnya Joko memposting fotoya tadi dengan caption 'Alhamdulilah lampu ijo🙏' dan tak lupa menandai orangnya juga. Oh, iya ibunya Laras tadi namanya Arumi biasa dipanggil Rumi.


Laras itu senasib sama Joko, dia juga diangkat jadi anaknya Bu Endang. Hal itu terjadi karena ketiga anak Bu Endang laki-laki semua dan tidak ada yang meneruskan kiprah Beliau di dunia seni, maka dari itu saat pertama ketemu Laras, Pak Imam jadi pengen punya anak perempuan dan akhirnya diangkatlah Laras jadi anak mereka.


"Ras, Laras! Pacarmu dateng lho cepetan gih!" seruan ibunya Laras memanggil Laras, padahal masih duduk disebelah Joko. Joko yang duduk disebelahnya awalnya kaget dengan teriakan maut camer.

__ADS_1


"Iya Bun. Laras otw nih!" jawab Laras sambil tergesa-gesa menuju ruang tamu.


"Lama banget sih Ras, ini udah jam 7 kurang sepuluh menit lho. Ayo keburu telat! Tan Joko dan Laras pamit kesekolah dulu ya, assalamualaikum." pamit Joko dan Laras sambil mencium tangan Rumi.


"Aduh, Joko nggak usah tarik-tarik tanganku deh, sakit tau!!" gerutu Laras.


"Eh iya-iya maaf ya, yaudah ini tak pakekke helm ku sik!" ujar Joko sambil memakaikan helm kepada Laras.


"Ayo naik" perintah Joko.


"Naik-naik your head, liat dong motor tinggi gini mana rok ku model span, ya susahlah naiknya.",jawab Laras.


"Astaghfirullah sayang gak boleh ngomong gitu ya, gak sopan sama suami sendiri ngomongnya kasar. Ntar masuk neraka lho terus kalau kamu masuk neraka, aku disurga gandengan terus sama bidadari disana." canda Joko.


"Enggak canda kok. Yaudah sini pegangan pundakku!" perintah Joko


Sebenarnya Laras ngeflay sih sama candaan Joko namun Laras itu pintar menyembunyikannya itu dengan mengeluarkan umpatannya.


"Kenapa nggak bawa mobil aja sih yang simpel gitu. Ribet tau nggak naik motor tuh." gerutu Laras saat di perjalanan.


Diperjalanan Laras dan Joko selalu bercanda hingga tak terasa telah tiba di parkiran sekolah. Akhirnya Laras turun dari montor Joko dan melepas helm. Sebelum ke kelasnya,Laras mengecek uang saku, ternyata lupa belum meminta uang saku ke mamanya.


"Aseem, gara-gara kamu nih aku lupa minta uang saku ke mama, huaaa!" luapan emosi Laras ke Joko.


"Ya udah maaf,kalau gitu nih tak kasih 50.000 cukupkan?" Joko menyodorkan uangnya kepada Laras.


"Yaudah sini, makasih Koko!" jawab Laras kepada Joko sambil memeluk Joko erat seakan-akan telah dikasih uang oleh ayahnya.


Hal itu membuat Joko yang senang tambah senang, pasalnya barusan mendapat lampu ijo dari camernya ditambah pelukan gratis dari Laras. Kemudian Laras segera melepaskan pelukannya dan salting. Hal itu membuat Joko gemas dengan Laras.


"Sekarang berani peluk-peluk di depan khalayak yhaa.." ledek Joko.

__ADS_1


"Paan sii!!" rengek Laras.


"Yaudah ayok, jam 7 lebih 1 lho. Empat menit lagi masuk." ajak Joko.


Dari mereka masuk kegerbang sekolah ratusan pasang mata tak berhenti memperhatikan gerak gerik merek berdua. Banyak dari mereka terlihat wajahnya iri ada juga yang senang dengan keduanya.


Mereka berdua langsung menuju kelasnya sebelum upacara bendera dimulai. Pukul 07:05, upacara dimulai, hari ini yang bertugas adalah pengurus OSIS. Semua mengikuti upacara dengan khidmat, nggak ada satu pun yang berisik atau hilang konsentrasi.


Hasil FLS2N pun diumumkan oleh kepsek setelah upacara berakhir.


"Baik anak-anak, pada tanggal 23 Agustus kemarin, sekolah kita mendapat amanat dari Camat Ngargoyoso untuk mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional atau FLS2N. Untuk lomba tersebut kita mewakilkan di kategori Seni Tari, dibawah bimbingan Bu Endang Setyananingrum. Alhamdulillah sekolah kita mendapatkan juara pertama,silakan perwakilan dari team Jayanegara kemarin maju kedepan." perintah kepsek.


Yang maju didepan bukan hanya Joko, tapi Laras juga karena mereka tidak tahu.


Kok bisa bareng lagi sih?? ucap mereka dalam hati.


Melihat hal itu, semua teman-teman dari kelas 1-3 bahkan bapak & ibu guru ikut serta menyoraki kelakuan mereka berdua. Tak lupa kepsek yang masih didepan mic berkata, "Masya Allah pasangan yang serasi."


Joko dan Laraspun menjadi salting dan pipinya menjadi blusshing.


"Yaudah kamu berdua aja yang mewakili teammu" seru kepsek.


"Baiklah, kita sambut juara kita. Ananda Janaka Catur Haryanto dan ananda Larasati Pambayun Ing Putri." ucap kepsek.


Yang lain pun bertepuk tangan meriah.


Si Laras jadi songong banget sii. Gerutu Nasya dalam hati.


Iri dan dengki, itulah yang ada di hati Nasya. Sebenernya Laras nggak ngapa-ngapain dia, cuma dianya aja yang tiba-tiba jadi iri sama Laras. Tapi Laras sih b ajah, toh dia nggak pernah nyakitin Nasya.


Sementara itu kepsek menyerahkan piagam dan uang pembinaan untuk tim Jayanegara. Semua kembali bertepuk tangan. Kehebatan dan kedekatan duo sejoli, Joko-Laras, sudah diketahui seantero kabupaten, mengapa tidak? Ketenaran mempermudah segalanya.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like^^


__ADS_2