Seni Yang Sempurna

Seni Yang Sempurna
Episode 22 Mengetahui Identitasnya (misi 1)


__ADS_3

Seminggu berlalu tapi wajah gadis yang menari itu tak hilang dari ingatan Joko. Pagi, siang, sore, malam, Joko terus saja teringat wajah gadis itu.


Siapa dia.. Gumam Joko


Saat hujan turun gendhing yang mengiringi gadis itu menari seperti terdengar dalam rintik hujan, seolah hujan yang membawanya. Joko selalu termenung saat hujan. Derasnya hujan menghanyutkan pikirannya dan membawanya entah kemana. Pikirannya semakin tak menentu, ia pun memutuskan untuk bermain rebab. Nada yang ia mainkan seolah mewakili perasaannya saat ini, tapi Joko memainkannya dengan tidak sadar karena hanyu dalam lamunan. Ia memang sudah belajar bermain rebab, kata bapak pun permainannya sudah bagus hanya perlu dikembangkan. Namun, nada yang ia bawakan kali ini berbeda dari yang dipelajarinya. Alunannya seolah mengikuti irama hujan.


Kebetulan Ibuk (istri Ki Manteb) melewati kamar Joko saat Joko baru akan mulai bermain, dengan buru-buru Ibuk mengambil hpnya dan mulai merekam aktivitas Joko.


Luar biasa kak!! Gumam Ibuk.


Joko tidak menyadari ada Ibuk di depan pintu kamarnya, ia terhanyut dalam lamunannya, ia bahkan tak memperhatikan nada yang sedang ia mainkan. Di bawah Bapak sedang ngaso (istirahat) sambil ngopi dan menikmati hujan, tak sengaja mendengar seseorang bermain rebab. Awalnya Bapak merasa kalau itu adalah Joko dan mendengarkannya saja, itung-itung hiburan gratis, begitu pikir Bapak. Namun, semakin lama, alunannya seolah menggambarkan seseorang yang sedang jatuh cinta, perasaan yang sangat tidak bisa hilang, sehingga Bapak memutuskan untuk pergi ke kamar Joko. Benar saja, di sana sudah ada istri tercintanya yang sedang asyik merekam sesuatu di dalam kamar, Ki Manteb pun mengikuti arah kamera ponsel itu dan mendapati Joko yang sedang bermain rebab.


Oalah, kamu to Le. Gumam Ki Manteb.


Mereka menunggu sampai Joko selesai memainkan rebabnya, mereka tak mau mengganggu keseriusan Joko dan tidak mau ketinggalan momen yang bagus seperti ini.

__ADS_1


Saat Joko tersadar dari lamunan yang amat panjang, saat itu pula ia sudah selesai bermain rebab dan langsung di sambut tepuk tangan meriah dari Bapak dan Ibuknya.


"Luar biasa Kak!!" ucap Ibuk sambil mencungkan dua jempolnya


"Siapa yang ngajarin kamu nada itu?? Ajari bapak juga dong." ucap Bapak.


Joko jadi bingung nih, lalu ia berkata, "Memangnya rebab an ku bagus?? Tadi kayake aku ngasal aja deh mainnya soale aku ngalamun."


"Bagus yha Kak, nih lihat." ucap Ibuk sambil menyodorkan hpnya dan memutar video yang baru saja ia ambil.


"Kok bisa bagus gitu yha.. Padahal aku tadi ngelamun dan nggak sadar mainin apa.." ucap Joko menceritakan kejadian yang sebenarnya.


Bapak dan Ibuk pun sedikit kebingungan. Ki Manteb pun bertanya, "Ngalamunin apa sih anak Bapak.. Ngalamunin cewek yang seminggu lalu??"


Joko gelagapan. Tapi Ibuk langsung nimbrung dengan berbagai pertanyaan, "Serius kamu mikirin cewek?? Siapa sih?? Cantik nggak?? Kenalin dong Kak!! Ibuk kepo ni jadinya."

__ADS_1


"Aku aja nggak tau namanya." jawab Joko asal.


"Lah kok??"


"Namanya juga orang jatuh cinta Bu. Walaupun nggak tau namanya, nggak tau rumahnya, nggak tau orang tuanya, kalo udah cinta yha udah, nggak bisa ngelak." jawab Ki Manteb membela Joko.


"Hehehe, yha gitu deh intinya." tambah Joko sambil meringis.


"Iya deh, ABG yha kalo jatuh cintaa bisa nggak makan seharian, mung ngalamun wae. Pikirannya melayang-layang nggak tau kemana." ucap Ibuk menyindir cantik Joko.


"Buk, videonya kirimin ke aku yha. Makasih." pinta Joko.


"Oke siap. Kalo gitu ke bawah yuk, Ibuk tadi masak bakso. Hujan gini enaknya makan yang anget, keburu dingin juga soalnya udah dari tadi." ucap Ibuk.


Dengan serentak Bapak dan Joko menjawab, "Let's go!!"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2