
Keesokan harinya Bulik mengajak Joko untuk pergi ke alamat yang diberikan oleh Pakde Mul. Jam 7 pagi, waktu yang masih pagi bahkan Om dan Kakek belum berangkat ke kantor. Dan benar saja, Kakek yang sengaja mengawasi Bulik merasa curiga dan mencoba untuk membuat Bulik berkata jujur.
"Mau pergi kemana pagi-pagi seperti ini Nduk??" tanya Kakek.
"Aku mau pergi berbelanja bersama Joko Yah." jawab Bulik.
"Berbelanja di mall sepagi ini atau berbelanja di pasar sesiang ini?? Jangan coba-coba membohongi aku Asih!! Kau adalah putriku dan aku adalah ayahmu, Kau tidak bisa berbohong dihadapanku."
"Putrimu tidak berbohong Ayah Mertua!! Dia berkata jujur." sangkal Om membela Bulik yang sedikit terpojok.
"Aku tidak bicara padamu dan Kau tidak perlu ikut campur Adam!!" teriak Kakek kesal.
"Bagaimana pun juga, putrimu adalah istriku Ayah." jawab Om telak.
__ADS_1
"Asih, Kamu mau belanja apa sehingga harus berangkat sepagi ini hah??" tanya Kakek pada Bulik.
"Ayah, sebelum dia pergi belanja dia harus pergi bertemu teman SMP nya yang tinggal di Boyolali terlebih dahulu karena ada keperluan yang penting dan perlu dibicarakan." jawab Om.
"Sudah ku bilang aku tidak bicara padamu!!" bentak Kakek.
"Yang dibicarakan oleh Mas Adam memang benar Ayah, aku harus bertemu dengan teman SMP ku di Boyolali karena teman kami yang di Sukoharjo akan segera menikah. Dari seluruh angkatan kami, yang tinggal si Sukoharjo itu jomblo sejak lama tapi sekarang sudah mau menikah, jadi ini kabar yang baik dan aku harus segera memberitahukan kabar baik ini padanya Ayah." jelas Bulik.
"Ooo jadi begitu.. Ya sudah pergilah dan segera kembali." ucap Kakek sambil berjalan kembali ke ruang utama.
"Baiklah, sebaiknya kita segera berangkat sebelum Ayah tahu kalau Kau bersamaku." sambil menarik tangan Om masuk ke dalam mobil.
"Apa Joko masih tertidur??" tanya Om.
__ADS_1
"Iya, dia di kursi belakang." jawab Bulik.
"Hmm, dia manis sekali. Apa wajahnya selalu seperti itu kalau tidur??" tanya Om.
"Hahaha, Joko memang manis saat tidur, persis sepertimu Mas." jawab Bulik.
"Halah Kamu, sudahlah.. Pak jalankan mobilnya!" suruh Om pada sopirnya.
FYI teman-teman, Joko tidak pernah bisa bangun pagi apalagi jika hari senin tiba. Entah mengapa kasur terasa sangat nyaman di senin pagi sehingga rasanya tidak ingin meninggalkan kasur. Apa teman-teman pembaca juga sama?? Jangan meniru Joko yha, itu tidak baik, hehehe..
**
Setengah jam perjalanan dan mereka sudah sampai di alamat yang dituju. Di sana Pakde Mul sudah menunggu bersama seseorang yang sama sekali tidak mereka kenali. Mereka disambut baik dan kedatangan mereka juga diterima dengan baik. Pakde Mul yang bicara mewakili mereka, dia menyampaikan maksud kedatangan dan juga menyampaikan ketertarikan Joko tentang dunia pewayangan juga pedhalangan. Seseorang yang menyambut mereka bernama Ki Muhammad Prasetya Pamungkas Bayu Aji atau sering dipanggil Ki Pamungkas Bayu Aji atau Ki Bayu Aji dari Solo, beliau seorang dhalang putra Ki H Anom Suroto dari Solo yang terkenal dengan keahlian dan kelincahan sabetan wayangnya ketika perang, selain itu suluknya yang kung (merdu) dan antawecana (gaya bicara setiap tokoh) yang baik membuatnya menjadi dhalang muda yang digandrungi banyak orang.
__ADS_1
Bersambung