Seni Yang Sempurna

Seni Yang Sempurna
Episode 24 Misi 1 (3)


__ADS_3

 


"Kring kring, waktu istirahat telah tiba." Begitulah suara mbak-mbak dewi Fortuna menyelamatkan adik-adiknya dari kelaparan.


Akhirnya Jokopun lari keluar kelas untuk menuju kelas Aldi. Kurang lima langkah dari pintu kelas 8C, Joko sudah mengeluarkan suaranya dengan semangat 45.


 


"Aldi, Babang Joko udah keluar kelas ayo buruan ke Kantin!!" teriak Joko.


Joko merasa kalau teriakannya belum terlalu keras, jadi dia teriak lebih keras lagi.


"Dik Aldi, Mas rindu ingin bertemu!!"


Karena dirasa belum ada yang keluar dari kelas, Joko teriak lagi.


"Woyy Aldi buruan tepati janjimu di kantin!!"


 


Kurang satu langkah untuk memasuki pintu kelas Aldi. Joko memanggil Aldi dengan menatap lantai, "Woyy, Aldi keluar. Aldiii jangan budeg deh."


Saat Joko mendongak kemudian mata Joko langsung bertemu dengan guru killer di sekolahnya yang belum keluar dari kelas Aldi, Bapak Sutrisno namanya. Beliau guru mapel Bahasa Inggris yang terkenal garang, Jokopun auto cengengesan dan garuk-garuk kepala (salting ges😂).


 


"He bocah, mau apa kamu?" tanya pak Sutris selaku guru killer.


"Itu Pak, mau manggil Aldi." jawab Joko.


"Untuk?" tanyanya lagi.


"Ada janjianlah Pak. Bapak kepo deh." jawab Joko dengan jujur.


Sontak semua murid kelas tertawa.


"Kamu itu koyo perawan lagi kecelakaan, wis teriak-teriak, isih nganggo kata-kata janjian. Dasar cah aneh. Untung cucune Mbah Abi, nek ora yha habis kamu." ucap Pak Sutris dengan nada mengancam dan tatapan yang mengerikan.


Lagi-lagi kelas dibuat berisik dengan suara tawa semua murid-murid.


Joko auto mendelik ketakutan, udah nggak berani ngapa-ngapain gess sumpah. Apalagi dia anak kelas 7 yang pernah tinggal kelas, waduh harga diri Joko dipertaruhkan saat ini.


"Dahlah aku paham maksut kau." ucap Pak Sutris memecah lamunan Joko.


"Maksud Bapak??"

__ADS_1


Seketika itu pak Sutris langsung membisikkan, "Pengin tahu banyak sama gadis penari kae tho? Makanya kamu tanya Aldi?"


Sontak membuat Joko blusshing dan melongo. Pasalnya dia baru tahu kalu Pak Sutris dapat membaca pikirannya.


Setelah itu Pak Sutris mengakhiri pelajarannya.


*(skip perjalanan ke kantin


Aldi dan Joko tiba dikantin.


"Cepetan cerita dong Aldi!" seru Joko.


Aldi membuka suaranya, "Jadi gini..." sambil mengelus perutnya. Kemudian Joko memasang mode menunggu.


Satu, duaa, tigaaa!!!


"Aku luwe Ko." terus Aldi disertai cengirannya.


"Aseeemikk!!!" murka Joko.


"Cepetan cerita ah!" seru Joko lagi.


"Aku lupa Jo, biasa belum makan, so otak gw butuh asupan bro." jelas Aldi.


"Aku tahu maksutmu, tenang wae nanti aku traktir makan sepuasmu tapi cerita dulu, oke?!" sogok Joko pada Aldi.


"Ya gak usah keras2 **** (sambil menoyor jidat Aldi), gue itung sampai dua kalu gak cepetan, traktiran jadi hangus." balas Joko.


"Jadi dia itu Laras, Larasati Pambayun Ing Putri, kelas 8F." jelas Aldi.


"Wah, namanya seindah wajahnya. Okee, makasih bebeb Aldi sayang!!" suara Joko yang dalam mode alay membuat Aldi auto merinding.


"Gini ni kalau lagi jatuh cinta, jadi auto ****!" sindir Aldi pada Joko.


Joko hanya terkekeh dan berterimakasih pada Aldi. Lalu mengeluarkan selembar uang berwarna merah dan memberikannya pada Aldi.


"Sesuai penjanjian. Makasih ye!!" ucap Joko sambil keluar kantin dengan berlari dan tak lupa dengan senyam-senyumnya bak orgil.


"Edyan.. Makasih kembali Koko!!" teriak Aldi dari dalam kantin.


Akhirnya udah tahu namanya, sekarang tinggal pdkt aja ye kan? Hihihi. Batin Joko.


Secara tidak sengaja Joko menabrak seseorang di persimpangan.


"Aduh.. Kalo jalan pake mata do...ng.." ucap Joko terhenti saat melihat kalau yang menabraknya adalah Laras.

__ADS_1


Yha Joko auto blusshing lah dan mencoba untuk menolong Laras.


"Sorry, aku nggak liat tadi. Aku buru-buru soalnya, kamu nggapapa kan??" tanya Joko pada Laras sambil menolongnya.


Waduh, dia cantik banget siih, gak nahan udaaah, an**rr.. Kalo dari deket gini kenapa jadi tambah cantik sih. Aduh dek, bikin meleleh abang aja sih. Batin Joko.


Laras tersenyum dan berkata, "Iya nggakpapa kok. Maaf yha, aku tadi juga ngga liat."


Senyumnya Masyaallah, bidadari surga beneran inii!!! Teriak Joko dalam hati.


"I-iya, gakpapa kok." jawab Joko canggung.


Tanpa sepatah kata laras berlalu, Joko memberanikan diri untuk mengajaknya kenalan.


"Emm, boleh ke-nalan nggak??" ucap Joko canggung.


Gilee gue canggung banget sumpaah. Pliss Joko, rileks, santai, tenang, kuasai. Batin Joko nenangin diri.


"Kamu tanya ke aku??" tanya Laras.


Joko pun membalikkan badan dan tersenyum, kemudian menjawab, "I-iya."


"Oh, kenalin, aku Laras dari kelas 8F." jawab Laras sambil mengulurkan tangan.


"Joko dari kelas 7E." ucap Joko sambil menjabat tangan Laras.


Tak lama jabatan tangan itu terlepas dan suasana canggung menghampiri mereka.


Suara bel masuk memecah kecanggungan mereka.


Aduh udah masuk, ngga bisa lama-lama liatin wajahnya deh. batin Joko kecewa.


"Aku balik ke kelas dulu yha." ucap Laras.


"I-i-iya, hati-hati." jawab Joko sambil senyum-senyum.


Dasar malu-malu kucing.. Tapi lucu juga, hihi. Pikir Laras sambil berlalu.


"Jangan kangen aku yha.." ucap Laras perlahan, tapi masih bisa di dengar Joko.


HUUAAAAA, bapaaak tolongin Joko!! Teriak Joko dalam hati.


Joko masih ngehayal di tempatnya, hingga Pak Eko membuyarkan segalanya.


"Joko, kok nggak masuk? Ngapain disini? Ayo masuk." perintah Pak Eko.

__ADS_1


Joko pun masuk kelas dan mengikuti pelajaran Pak Eko.


Bersambung


__ADS_2