Seni Yang Sempurna

Seni Yang Sempurna
Episode 14 Gagal Naik Kelas


__ADS_3

Hari Senin, 21 Mei adalah hari yang menyebalkan bagi Joko, kenapa tidak?? Lha wong itu hari UAS Gasal kok.


Hmm, hari pertama UAS jadwalnya kok Matematika sama IPA ya, ahh membosankan. hati Joko berkata.


Demi mempersiapkan UAS Gasalnya untuk hari pertama, Joko belajar dengan sistem ndalang. Sistem ndalang adalah belajar mendadak yang dilakukan semalam suntuk yang tentunya tidak baik dilakukan sebagai seorang pelajar. Jam enam sore sampai jam sembilan diborong Joko untuk membaca materi Mematika, sedangkan jam sembilan sampai jam dua belas digunakan untuk membaca materi IPA. Jam duabelas malam sampai jam tiga pagi dihabiskan Joko untuk latihan soal. Jam tiga sampai lima digunakan Joko untuk tidur malam. Hmm, suatu hal yang konyol ya guys. Tidak lupa Joko memasang alarm agar bisa bangun tepat waktu.


Jam empat pun tiba. 'Ting, tang, tung, ting, tang, tung tung bruuk', begitulah suara alarm berbunyi.


Dengan sigap Joko bangun dan membereskan kamar tidurnya yang penuh dengan kertas bertuliskan angka dan buku paket, sekaligus menyiapkan tas sekolah. Saat Joko membuka pintu kamarnya, dia langsung pergi ke kamar kecil untuk setoran rutin pagi hari. Setelah itu Joko mandi, ganti seragam, dan sarapan. Jam sudah menunjukan pukul 06.30, saatnya Joko meminta Bulik untuk mengantarkan ke sekolah. Tiba disekolah Joko langsung mencium tangan Bulik tersayangnya itu dan berkata, "Lopyu Bulik, daadaa!!" sambil melambaikan tangannya.


Saat berjalan ke dalam ruang UASnya, Joko merasa gugup dan sedikit khawatir, bagaimana tidak?? Joko masih setengah sadar sekarang dan materi kemarin belun terlalu diserap oleh memori otakknya.


Bismillah wae lah. (Bismillah aja deh) batin Joko

__ADS_1


Detik - detik UAS pun berlangsung. Saat mulai mengerjakan soal Joko hanya kepikiran wayang dan wayang sampai - sampai waktu tersisa 15 menit dia baru bangun dari alam khayalnya, "Ya awoh, astopiruloh" suaranya yang begitu tidak percaya. Waktu yang tersisa itupun tidak mungkin cukup untuk menyelesaikan 30 soal itu diusia Joko yang baru seumur jagung. Alhasil jawabannya ngawur(sak-sake). Jadwal pertama sudah selesai, "Akhirnya.. Saatnya istirahat." ucap Joko seraya pergi meninggalkan kelas dan berkumpul dengan teman-temannya di kantin.


Saat perjalanan menuju kantin tiba-tiba, "Joko!!" panggil salah seorang anak perempuan yang usianya lebih tua darinya.


Joko pun mendekati kakak kelasnya itu dan bertanya, "Iya Kak, ada apa ya??"


"Kamu terkenal banget ya sekarang! Dhalang Bocah Janaka Catur Haryanto. Kamu tu emang hebat!!" ucap anak perempuan itu sambil memperlihatkan dua jempol tangannya.


Ana-ana wae ta yaaa. (ada-ada aja sih) Batinnya seraya menggelengkan kepalanya heran.


Jam kedua pun dimulai, Joko benar-benar tidak tau harus menjawab soal yang mana dulu, dia lupa semua materi yang dipelajari kemarin malam.


Ah maak, iki piye. (aduh, ini gimana) pikir Joko sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.

__ADS_1


Dari 30 soal yang baru dijawab oleh Joko hanyalah, tidak ada. Yha Joko benar-benar nge-blank sekarang, padahal waktunya tinggal 20 menit. Sepuluh menit berlalu dan belum ada satupun yang ia kerjakan, alhasil Joko mengeluarkan jurus andalan terakhirnya yaitu jurus super ngawur karena tiada celah untuk bertanya pada temannya.


##########


Hayooo siapa nih yang kayak Joko..??? Sukanya jawab asal pas Ujian gara-gara ga belajar, emm mungkin lebih tepatnya gara-gara nggak dapet contekan dari temen.. Jangan ditiru yaaa, ga boleh gitu. Kita harus jujur, ga boleh nyontek. Terus harus belajar, walaupun belajar itu membosankan, tapi kan berguna juga untuk masa depan.


###########


Jam kedua sudah selesai dan Joko pulang ke rumah dengan berjalan kaki karena jarak sekolah dengan rumahnya yang lumayan dekat. Dalam perjalanan dia tidak sabar untuk memegang dan memainkan wayang kulit serta belajar suluk dengan suara lantangnya itu.


Dia juga mempunyai misi yang sangat unik yakni Joko memutuskan tidak akan belajar mapel UAS lagi. Alhasil Joko mendapatkan nilai rapor yang sangat jelek dan jelek,hal ini yang menyebabkan Joko tidak naik kelas ke kelas empat. Mengetahui hal tersebut kakek semakin muak melihat Joko dan nyaris tidak bisa berbicara (membisu) dengan Joko. Kejadian itu tidak membuat Joko semakin semangat untuk berlatih dalang, mengapa tidak, lha wong ora tau di amuk Kakung (karena tidak pernah dimarahi kakek).


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2